Jakarta, IDN Times - Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) meningkatkan status penarikan 19 juta butir telur ke tingkat risiko tertinggi pada Sabtu (15/8/2026). Penetapan status darurat ini dilakukan menyusul potensi kontaminasi bakteri Salmonella Enteritidis yang dapat berakibat fatal.
Penarikan sukarela oleh produsen berdampak pada rantai pasokan bahan pangan di enam negara bagian. Pihak berwenang mengimbau masyarakat segera memeriksa pasokan telur di rumah guna mengantisipasi infeksi serius.
