kapal USS Gerald Ford milik AS (U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist 2nd Class Jackson Adkins, Public domain, via Wikimedia Commons)
Di sisi lain, AS juga tengah melakukan pengerahan kekuatan militer terbesarnya ke kawasan tersebut sejak invasi Irak tahun 2003. Washington terus memindahkan aset tempur udaranya ke sekitar Timur Tengah untuk memberikan tekanan. Presiden AS Donald Trump berulang kali menyatakan bahwa pihaknya siap meluncurkan opsi militer jika negosiasi gagal.
Pada hari yang sama dengan latihan Iran, sebanyak 12 jet tempur F-22 milik AS diberangkatkan dari pangkalan Lakenheath di Inggris. Jet-jet tempur ini dikerahkan langsung menuju sebuah pangkalan udara di Israel selatan. Namun, satu pesawat harus kembali ke pangkalan karena mengalami masalah teknis.
Tidak hanya kekuatan udara, angkatan laut AS juga makin merapat ke Timur Tengah. Kapal induk terbesar milik militer AS, USS Gerald R Ford, saat ini telah bersandar di pangkalan NATO di Pulau Kreta, Yunani. Kapal raksasa ini sedang dalam perjalanan menuju Timur Tengah untuk memperkuat posisi militer AS.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dilaporkan telah menggelar pengarahan intelijen rahasia dengan delapan anggota parlemen senior. Pengarahan ini membahas urusan intelijen rahasia yang dapat mencakup persiapan operasi militer.
“Saya lebih suka masalah ini selesai lewat jalur diplomasi, tetapi saya tidak akan pernah membiarkan negara sponsor teror nomor satu memiliki senjata nuklir,” ungkap Trump, dilansir Al Jazeera.