Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Retno Marsudi: Banyak Tekanan Agar Indonesia Akur dengan Israel

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi. (dok. Youtube Fisipol UGM)
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi. (dok. Youtube Fisipol UGM)
Intinya sih...
  • Indonesia tetap setia perjuangkan kemerdekaan Palestina, menolak tekanan normalisasi hubungan dengan Israel
  • Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan Indonesia terus memegang prinsip dan nilai-nilai universal dalam mendukung perjuangan bangsa Palestina
  • Situasi di Jalur Gaza semakin memburuk dengan lebih dari 2 juta orang terusir dan lebih dari 36.284 orang tewas sejak Oktober tahun lalu
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi mengakui selama ini memang banyak tekanan kepada Indonesia agar segera menormalisasi hubungan dengan Israel.

Namun, tekanan dan rayuan tersebut tidak menggoyahkan posisi dan komitmen Indonesia, yang sampai hari ini masih terus berjuang untuk kemerdekaan bangsa Palestina.

“Diplomasi Indonesia untuk Palestina tidak pernah berhenti. Indonesia secara konsisten memegang prinsip dan nilai-nilai universal, dan terus dapat mendukung perjuangan Palestina, meski banyak sekali tekanan terhadap Indonesia, termasuk agar Indonesia segera menormalisasi hubungan dengan Israel,” kata Retno dalam kuliah umum di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Senin (3/6/2024).

“Karena kekokohan dalam berprinsip inilah maka Indonesia dihormati oleh dunia internasional,” tambah dia.

1. Banyak rayuan berbagai macam transaksi

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi. (dok. Youtube Fisipol UGM)
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi. (dok. Youtube Fisipol UGM)

Di sisi lain, Retno juga mengakui banyak rayuan dan godaan berbagai macam transaksi yang berujung pada normalisasi hubungan dengan Israel. Menurutnya, mempertahankan komitmen tersebut bukanlah hal yang mudah.

“Indonesia secara konsisten memegang prinsip dan nilai-nilai univesal untuk mendukung bangsa Palestina dan konsistensi prinsip ini bukan merupakan hal yang mudah. Sangat tidak mudah untuk memegang sebuah prinsip di tengah situasi dunia yang carut marut penuh dengan tekanan dan iming-iming bermacam transaksi,” ungkap Retno lagi.

2. Situasi Gaza makin memburuk

Illustrasi Gaza (pexels.com/ hosnysalah)
Illustrasi Gaza (pexels.com/ hosnysalah)

Sementara itu, Retno membeberkan bahwa kondisi Jalur Gaza kini semakin memburuk saat ini di tengah gempuran dari Israel yang tidak berhenti.

“Situasi Palestina saat ini semakin memburuk. Tidak ada satu pun kalimat yang dapat digunakan untuk menjelaskan bahwa situasi bangsa Palestina mengalami perbaikan. Tidak ada sama sekali,” tuturnya.

Sejak 7 Oktober tahun lalu, lebih 2 juta orang terusir, lebih dari 36.284 orang terbunuh, 15.239 di antaranya adalah anak-anak, sekitar 196 personel PBB juga terbunuh. Per hari ini juga ada 82.057 orang luka-luka dan 10 kuburan massal ditemukan di Gaza.

3. Dorong gencatan senjata permanen segera dilakukan di Gaza

Illustrasi Gaza (pexels.com/ hosnysalah)
Illustrasi Gaza (pexels.com/ hosnysalah)

Retno kembali menegaskan bahwa Indonesia mendorong gencatan senjata permanen dan berkelanjutan untuk segera tercapai di Gaza. Tanpa gencatan senjata, upaya perbaikan situasi tidak akan terwujud.

“Indonesia akan terus mendukung kerja UNRWA dan mendorong negara lain untuk terus memberikan dukungannya. Indonesia telah memberi contoh dengan menaikkan kontribusinya kepada UNRWA,” tegas Retno.

Selain itu, Indonesia juga terus berkomitmen untuk memberikan bantuan kemanusiaan. Sejauh ini, Indonesia telah mengirimkan lebih dari 4.500 ton bantuan kemanusiaan ke Palestina.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aria Hamzah
Dwifantya Aquina
Aria Hamzah
EditorAria Hamzah
Follow Us

Latest in News

See More

Pakar PBB Kritik Swiss atas Hukuman untuk Mahasiswa Aksi Pro-Palestina

31 Jan 2026, 22:09 WIBNews