Jakarta, IDN Times – Pemerintah Spanyol berencana memindahkan sekitar 500 anak migran dari Ceuta ke wilayah daratan utama setelah gelombang migrasi besar-besaran dari Maroko pada 30 Juli lalu. Pada Rabu (19/8/2026), Kementerian Pemuda dan Anak menyebut angka tersebut merupakan jumlah sementara dan mencakup anak-anak yang dinilai paling rentan.
Dilansir The Guardian, sebagian besar dari sekitar 70 ribu orang yang menyeberang ke Ceuta pada Juli telah kembali ke Maroko. Namun, berdasarkan hukum Spanyol, pemerintah tetap memiliki kewajiban untuk memberikan perlindungan kepada migran di bawah umur yang datang tanpa pendamping hingga mereka berusia 18 tahun.
Menteri Migrasi Spanyol, Elma Saiz, mengatakan anak-anak tersebut nantinya akan berada di bawah pengawasan organisasi perlindungan anak di daratan utama. Mereka akan didistribusikan ke berbagai wilayah otonom negara tersebut, ditempatkan dalam pengasuhan keluarga, atau dipertemukan kembali dengan kerabat.
