Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Spesies Nyamuk Tropis Ditemukan di Korea Selatan untuk Kali Pertama
Nyamuk (commons.wikimedia.org/James Gathany)
  • KDCA mengonfirmasi penemuan nyamuk tropis Culex quinquefasciatus di Pulau Jeju, menandai pertama kalinya spesies ini ditemukan di Korea Selatan.
  • Kenaikan suhu rata-rata Korea Selatan sebesar 1,6 derajat Celsius sejak 1912 diduga memungkinkan spesies tropis bertahan hidup di wilayah tersebut.
  • Pemerintah melalui KDCA memperkuat program monitoring nyamuk untuk memantau penyebaran Culex quinquefasciatus dan menjaga kewaspadaan terhadap potensi penyakit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Korea Disease Control and Prevention Agency (KDCA) mengonfirmasi penemuan spesies nyamuk tropis Culex quinquefasciatus di Pulau Jeju, wilayah paling selatan Korea Selatan, akhir tahun lalu. Ini merupakan kali pertama nyamuk jenis ini ditemukan secara resmi di semenanjung Korea.

Penemuan tersebut berasal dari sampel nyamuk yang dikumpulkan pada Agustus 2025 di Pulau Jeju. Kehadiran nyamuk tropis ini menandai perubahan dalam pola penyebaran spesies nyamuk di wilayah Korea akibat faktor lingkungan maupun iklim.

1. Penemuan spesies nyamuk tropis di Jeju

KDCA mengungkapkan bahwa sampel nyamuk yang dikumpulkan pada Agustus 2025 di Pulau Jeju mengandung Culex quinquefasciatus.

"Bagaimana nyamuk ini bisa sampai ke Jeju masih belum jelas, namun tampaknya lingkungan Korea Selatan kini mulai memungkinkan bagi spesies ini untuk bertahan hidup," kata seorang pejabat KDCA, dilansir Korea Herald.

Keberadaan nyamuk tropis di beberapa lokasi Jeju menunjukkan bahwa nyamuk tersebut telah berhasil membangun habitat yang layak di sana. Hal ini menjadi penting karena biasanya jenis nyamuk ini tidak ditemukan di wilayah Korea Selatan.

2. Suhu rata-rata Korea Selatan telah naik 1,6 derajat Celsius

View dari Seongsan Ilchulbong, Pulau Jeju, Korea Selatan (unsplash.com/electriclime)

Laporan Kementerian Iklim, Energi, dan Lingkungan Korea Selatan 2023 menyebutkan bahwa suhu rata-rata Korea telah naik 1,6 derajat Celsius dari tahun 1912 hingga 2020, lebih cepat dari kenaikan rata-rata global. Kondisi ini diduga membuka peluang bagi spesies tropis seperti Culex quinquefasciatus untuk bertahan hidup di wilayah yang sebelumnya dianggap terlalu dingin.

Nyamuk ini dikenal sebagai penyebab beberapa penyakit yang dapat menyerang manusia, termasuk virus West Nile. Namun, sampai saat ini belum ada kasus infeksi West Nile yang dilaporkan di Korea Selatan, dan KDCA menegaskan bahwa penemuan nyamuk ini bukan berarti risiko penyakit meningkat secara signifikan, melainkan menambah satu vektor yang harus diawasi.

"Kehadiran spesies baru tidak serta-merta berarti risiko lebih besar, tapi kami akan lebih waspada dalam monitoring," tambah pejabat KDCA, dilansir The Jeju Weekly.

3. Upaya monitoring dan kewaspadaan pemerintah

Monitoring nyamuk di Jeju merupakan bagian dari program pengawasan penyakit menular yang dijalankan pemerintah Korea Selatan. Setiap tahun, KDCA melakukan pemantauan untuk mendeteksi populasi nyamuk vektor penyakit seperti Japanese encephalitis dan malaria di seluruh wilayah Korea Selatan.

Pemerintah berjanji untuk terus melakukan pengawasan ketat pada musim-musim mendatang guna memastikan apakah spesies Culex quinquefasciatus telah menyebar ke wilayah lain di luar Jeju.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article