Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pecahan Gerilya Kolombia Terlibat Pertikaian, 52 Anggota Tewas
ilustrasi bendera Kolombia (unsplash.com/gustavo0351)
  • Sebanyak 52 anggota gerilya pecahan FARC tewas dalam bentrokan antara faksi Calarca dan Ivan Mordisco di San Jose del Guaviare, Kolombia mengerahkan militer untuk evakuasi korban.
  • Pemerintah Kolombia menyita puluhan senjata dan ribuan amunisi setelah konflik berdarah yang dipicu perebutan wilayah kekuasaan antarpecahan FARC pascaperjanjian damai 2016.
  • Kelompok ELN diduga menyerang pangkalan militer di Riohacha, melukai 12 tentara, menambah eskalasi kekerasan menjelang pemilihan presiden Kolombia pada akhir Mei 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kolombia mengatakan bahwa sebanyak 52 anggota gerilya pecahan FARC tewas di San Jose del Guaviare. Puluhan anggota gerilya FARC dari faksi Calarca dan Ivan Mordisco diketahui sudah terlibat dalam pertikaian. 

Menyusul pecahnya konflik antarkelompok gerilya ini, Kolombia sudah menerjunkan personel militer ke lokasi. Tentara ditugaskan untuk mengamankan akses organisasi kemanusiaan untuk mengevakuasi jasad korban di area hutan yang sulit diakses. 

1. Sebut konfrontasi gerilya disebabkan perebutan wilayah

Ilustrasi bendera Kolombia. (Santiago Quintero, CC BY 3.0 , via Wikimedia Commons)

Menteri Pertahanan Kolombia, Pedro Sanchez Suarez mengatakan bahwa pertikaian terjadi antara kelompok Isaias Carvajal dari faksi Calarca dan kelompok Armando Rios dari faksi Ivan Mordisco. Mereka diketahui saling berebut wilayah kekuasaan. 

“Konfrontasi kriminal buruk ini telah mengakibatkan tewasnya puluhan orang yang diduga anggota kelompok gerilya ilegal dan sebagian dari mereka bisa saja di bawah umur,” terangnya, dilansir dari EFE, Sabtu (30/5/2026)

Insiden ini bukan kali pertama, sebelumnya, kedua gerilya pecahan FARC itu sudah terlibat pertikaian pada Januari. Insiden mengerikan itu telah mengakibatkan setidaknya 26 orang tewas. 

2. Kolombia sita senjata dan amunisi milik gerilya

Pasukan ELN di Catatumbo, Kolombia. (TV San Jorge, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Gubernur Guaviare, Yeison Rojas sudah ikut bersama polisi dan militer Kolombia untuk meninjau langsung lokasi insiden. Usai insiden ini otoritas Kolombia berhasil menyita 4 senapan mesin, 49 senapan serbu, 2 senapan sniper Dragunov, dan lebih dari 10 ribu amunisi. 

Dilansir The City Paper Bogota, pertikaian ini menunjukkan tingginya fragmentasi dan perebutan wilayah antarkelompok gerilya usai perjanjian perdamaian pada 2016. Sementara, Ivan Mordisco menjadi salah satu pecahan FARC terkuat dan masih beroperasi usai perjanjian perdamaian. 

3. ELN diduga serang pangkalan militer di Kolombia utara

ilustrasi bendera kelompok gerilya ELN. (Julián Ortega Martínez, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)

Pekan ini, kelompok gerilya Kolombia, ELN diduga sudah melancarkan serangan ke pangkalan militer Riohacha, La Guajira di Kolombia utara. Serangan menggunakan mortar ini telah mengakibatkan 12 anggota personel militer Kolombia terluka. 

“Terdapat sejumlah tentara yang terluka akibat serpihan alat peledak, terutama tentara yang sedang bertugas. Mereka yang terluka sudah dilarikan dan dirawat ke rumah sakit lokal dan tidak ada yang mengalami luka serius,” tuturnya, dikutip dari Colombia Reports

Sementara itu, serangan ELN dan pertikaian antarkelompok gerilya pecahan FARC melengkapi rentetan kekerasan menjelang pemilihan presiden (pilpres) di Kolombia. Pilpres Kolombia akan diselenggarakan pada Minggu (31/5/2026), untuk menentukan pengganti Presiden Kolombia, Gustavo Petro.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article