Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyebut Libya, Yaman, Haiti, dan Somalia sebagai wilayah sarang teror saat berpidato dalam kampanye di Perry, Georgia, pada Sabtu (24/10/2026). Dalam acara tersebut, ia mempertanyakan alasan AS terus menerima imigran dari wilayah itu ketimbang mendatangkan warga dari negara-negara Skandinavia.
Melalui pidato politiknya, Trump kembali mengkritik kebijakan imigrasi nasional yang dinilai masih menampung pendatang dari negara yang dilanda konflik berkepanjangan dan krisis keamanan. Pernyataan kontroversial tersebut disambut tawa dan sorak-sorai para pendukung yang memadati lokasi acara.
