Jakarta, IDN Times - Penyelidikan mendalam terkait insiden penembakan mematikan di sebuah sekolah menengah kawasan Nonthaburi, Thailand, masih erus bergulir. Beberapa fakta baru yang mengejutkan publik internasional telah terungkap. Pihak kepolisian setempat akhirnya membuka suara mengenai motif serta latar belakang kebiasaan digital pelaku di balik aksi tragis yang mengguncang dunia pendidikan tersebut.
Aparat penegak hukum menemukan indikasi kuat bahwa pelaku yang masih berusia belasan tahun itu terobsesi dengan konten kekerasan digital sebelum melakukan serangan membabi buta. Peristiwa kelam ini langsung memicu sorotan tajam dari berbagai kalangan terkait lemahnya pengawasan akses internet serta peredaran senjata api di lingkungan masyarakat.
