Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan meluncurkan serangan tambahan ke Iran setelah aksi saling tembak terbesar sejak Juli 2026 memuncak pada Rabu (2/9/2026) waktu setempat. Militer AS sebelumnya menggempur sistem pertahanan udara, radar, serta aset maritim Iran pada Selasa (1/9/2026).
Rangkaian serangan udara AS tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 18 orang dan melukai 108 warga di Iran, termasuk korban jiwa akibat serangan yang menghantam sebuah pesta pernikahan di wilayah Sirik. Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal dan drone ke sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.
