Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Trump Bakal Desak IDF Mundur dari Lebanon Selatan, tapi Ada Syaratnya!
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)
  • Donald Trump dilaporkan siap mendesak IDF menarik seluruh pasukan dari Lebanon selatan, dengan syarat Lebanon bergabung dalam Abraham Accords untuk normalisasi hubungan dengan Israel.
  • Ad-Diyar menyebut tawaran itu sebagai komitmen resmi AS, tetapi tidak memaparkan waktu pembuatan maupun dokumen pendukungnya.
  • Israel menolak menarik pasukan sebelum Hizbullah menyerah dan melucuti senjata; IDF masih menguasai serta menyerang Lebanon selatan, dengan 4.389 korban tewas dan 12.428 luka-luka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dikabarkan bersedia mendesak Pasukan Pertahanan Israel (IDF) untuk segera menarik semua pasukannya dari Lebanon selatan. Sebab, hingga saat ini, IDF masih belum sepenuhnya mundur dari wilayah tersebut. Padahal, dalam perjanjian dengan Lebanon pada Juli lalu, IDF sudah bersedia untuk mundur sepenuhnya dari sana.

Namun, menurut keterangan sumber diplomatik dari negara Teluk pada Jumat (30/10/2026) kemarin, Trump mengajukan syarat ke Lebanon jika ingin dirinya mendesak IDF mundur dari Lebanon selatan. Syaratnya, Lebanon harus bergabung dalam perjanjian Abraham Accords. Abraham Accords sendiri merupakan perjanjian yang digagas AS pada 2020. Dalam perjanjian ini, sejumlah negara Timur Tengah sepakat menormalisasi hubungan dengan Israel. 

1. Surat kabar Lebanon menyebut janji Trump tidak main-main

potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Surat kabar Lebanon, Ad-Diyar, menyebut janji Trump tadi tidak main-main. Sebab, itu merupakan komitmen resmi yang dibuat Pemerintah AS. Ini karena Trump memang benar-benar ingin mempercepat penarikan pasukan IDF dari Lebanon selatan agar wilayah itu aman dari serangan. Hanya saja, Lebanon harus mematuhi syarat yang diberikan terlebih dahulu sebelum Trump menepati janjinya. 

Kendati demikian, Ad-Diyar tidak menjelaskan kapan komitmen tersebut dibuat. Selain itu, media tersebut juga tidak memperlihatkan dokumen resmi yang menjadi bukti pembuatan komitmen tersebut. Sebab, biasanya, komitmen resmi dari AS selalu menyertakan dokumen yang ditandatangani oleh Trump sebagai presiden. 

2. IDF tidak mau mundur dari Lebanon selatan

potret pasukan militer Israel (IDF) (flickr.com/Israel Defense Forces via commons.wikimedia.org/Israel Defense Forces)

Kabar tersebut akhirnya sampai ke telinga Israel. Seorang pejabat senior Israel yang tidak disebut namanya mengatakan, Israel tidak akan menarik semua pasukan IDF dari Lebanon selatan sampai Hizbullah bersedia menyerah dan melucuti senjatanya. Selama hal itu belum terjadi, maka IDF tidak akan mundur dari wilayah tersebut sampai kapan pun meski sudah menyepakati perjanjian dengan Lebanon.

"Tidak akan ada penarikan pasukan sebelum Hizbullah dilucuti senjatanya. Kesepakatan damai setelah menyelesaikan masalah keamanan dan menghilangkan ancaman terhadap penduduk di wilayah utara, itu sangat baik dan sesuai dengan tujuan kami," kata pejabat tersebut, seperti dilansir Jerusalem Post.

3. IDF masih menyerang Lebanon selatan

potret wilayah Lebanon selatan yang kerap diserang Israel (commons.wikimedia.org/Bassem Fleifel)

Hingga saat ini, pasukan IDF masih menguasai Lebanon selatan. Selain itu, mereka juga masih melakukan serangan ke sana untuk membasmi pasukan Hizbullah. Namun, serangan tidak seintens beberapa bulan lalu. Serangan terbaru IDF ke Lebanon selatan terjadi pada Minggu (25/10/2026) pekan lalu. Ketika itu, serangan diluncurkan ke wilayah Nabatieh, Marjayoun, dan Bint Jbeil.  

Israel sendiri mulai menyerang Lebanon selatan pada 2 Maret. Menurut data terbaru dari Qatar News Agency, serangan IDF di wilayah tersebut sejauh ini sudah menewaskan 4.389 orang. Sementara itu, 12.428 lainnya luka-luka. Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan jumlah tersebut bisa bertambah jika agresi IDF terus berlanjut. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article