USS Abraham Lincoln melakukan blokade di Laut Arab (NAVCENT Public Affairs, Public domain, via Wikimedia Commons)
Sejumlah keluarga prajurit sebelumnya membeberkan penurunan kualitas hidup yang dialami oleh sekitar 5 ribu pelaut dan marinir di kapal tersebut. Mereka mengeluhkan kelangkaan bahan makanan segar, krisis air bersih, hingga kerusakan pada sistem sanitasi toilet kapal.
Selain masalah fasilitas, kondisi kejiwaan awak kapal dikabarkan mengalami penurunan yang mengkhawatirkan. Keterlambatan pengiriman surat dan paket kiriman keluarga yang hilang selama berbulan-bulan di perjalanan turut memperparah tekanan psikologis para prajurit.
Pihak keluarga juga melaporkan adanya beberapa insiden personel yang berniat melompat ke laut lepas akibat tekanan mental. Pejabat militer AS mengonfirmasi ada personel yang sempat jatuh ke laut pada awal Agustus sebelum akhirnya berhasil diselamatkan.
Menanggapi keresahan tersebut, Plt. Sekretaris Angkatan Laut AS Hung Cao mengakui adanya kelangkaan makanan segar serta beberapa kasus masalah psikologis di atas kapal. Namun, Cao menegaskan bahwa seluruh kasus tersebut telah ditangani dengan tepat oleh tim medis tanpa adanya korban jiwa.