Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Trump Mau Ubah Nama Negara Bagian New Mexico Jadi New America
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Gage Skidmore from Peoria, AZ, United States of America, CC BY-SA 2.0 , via Wikimedia Commons)
  • Donald Trump membagikan peta New Mexico berlabel New America, menyusul kabar bohong penggantian nama negara bagian itu; sebelumnya ia juga mendorong perubahan nama Danau Ontario dan Teluk Meksiko.
  • Gubernur Michelle Lujan Grisham menolak langkah tersebut dan menilai Trump mengalihkan perhatian publik. Senator Martin Heinrich menegaskan tetap memakai nama asli New Mexico, Teluk Meksiko, dan Danau Ontario.
  • Penggantian nama New Mexico memerlukan proses institusional serta persetujuan kongres setempat. Sementara Apple Maps mengubah Danau Ontario menjadi Danau Amerika hanya bagi pengguna di AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump membagikan peta negara bagian New Mexico yang dilabeli New America pada Minggu (6/9/2026). Langkah ini dilakukan menyusul munculnya kabar bohong soal pengubahan nama negara bagian tersebut.  

Sebelumnya, Trump sudah mengungkapkan rencana mengubah nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika. Tak hanya itu, presiden AS itu juga mendorong perubahan nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika. 

1. Mendapat penolakan dari Gubernur New Mexico

ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/cristina_glebova)

Mendengar kabar ini, Gubernur New Mexico, Michelle Lujan Grisham menyebut bahwa Trump hanya berupaya mendistraksi warga Amerika. Menurutnya, nama New Mexico tidak akan berubah dan tidak dapat diperdebatkan. 

“Sementara, presiden berupaya mendistraksi warga Amerika dari buruknya perang di Iran, harga bahan bakar minyak (BBM) yang terus meroket. Sedangkan, Gedung Putih membuang waktu hanya untuk mewarnai peta, Nuevo Mexico bekerja untuk mereka sendiri,” terangnya, dikutip dari CNN.

Di sisi lain, Senator Demokrat, Martin Heinrich mengatakan bahwa tidak akan mengindahkan pernyataan Trump. Ia memastikan akan terus memanggil Teluk Meksiko, Danau Ontario, dan New Mexico sesuai nama aslinya. 

2. Trump tidak dapat semudah itu mengubah nama New Mexico

Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump. (Gage Skidmore from Peoria, AZ, United States of America, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)

Perubahan nama New Mexico tidak dapat dilakukan hanya dengan unggahan sosial media atau instruksi dari pemerintah federal. Namun, penamaan negara bagian jadi bagian dari identitas konstitusional sejak bergabungnya New Mexico menjadi bagian dari AS pada 1912. 

Dilansir Democrata, perubahan tersebut membutuhkan partisipasi dari institusi di New Mexico dan aksi dari kongres setempat. Mereka harus mengakui desain baru sesuai dengan kerangka hukum federal.

Penamaan New Mexico sendiri memiliki hubungan kuat dengan kemerdekaan dan pembentukan negara Meksiko. Nama tersebut berasal dari masa kolonial Spanyol yang sudah digunakan sebelum Meksiko memerdekakan diri pada 1821. 

3. Apple ubah nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika

ilustrasi logo Apple (unsplash.com/bangyuwang)

Pekan lalu, Apple sudah mengubah nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika di aplikasi Apple Maps. Langkah ini mengikuti perintah dari Trump di tengah ketegangan soal perdagangan dengan Kanada dalam sebulan terakhir. 

Dilansir BBC, Apple hanya akan mengubah nama danau itu untuk pengguna aplikasinya yang berbasis di AS. Sementara, pengguna Apple Maps di Kanada masih akan ditampilkan nama Danau Ontario dalam aplikasinya. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article