potret Menteri Luar Negeri China, Wang Yi (Kremlin.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, langsung melangsungkan sesi diskusi bersama Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Cho Hyun, sesaat setelah mendarat di Seoul. Pembahasan utama kedua pejabat luar negeri ini berfokus pada isu keamanan di kawasan Semenanjung Korea. Selain itu, mereka juga menjadwalkan pertemuan khusus dengan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, pada Kamis (20/8/2026).
Pertemuan diplomasi ini bertepatan dengan masa krusial ketika Amerika Serikat mengevaluasi kembali pengerahan militer mereka di Asia Timur. Seperti dilansir Reuters, China—yang merupakan satu-satunya sekutu formal Korea Utara—melalui Wang Yi mendesak Washington agar segera mengubah "kebijakan bermusuhan" (hostile policy) terhadap Pyongyang demi membuka jalan bagi penyelesaian politik.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menyampaikan pentingnya stabilitas kawasan dalam keterangan resminya kepada media. "Menjaga perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea serta mempromosikan penyelesaian politik atas masalah Semenanjung Korea adalah demi kepentingan bersama semua pihak," ujar Lin Jian. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen Beijing untuk tetap menjadi penengah dalam proses diplomasi regional.