Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Trump Minta Dunia Isolasi Iran Demi Tekan Harga Minyak

3 min read
Trump Minta Dunia Isolasi Iran Demi Tekan Harga Minyak
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (The White House from Washington, DC, public domain, via Wikimedia Commons)
  • Donald Trump menyerukan isolasi ekonomi total terhadap Iran di PBB, dengan alasan menekan terorisme Tehran selama 51 tahun dan menurunkan harga minyak dunia.
  • Trump menegaskan pemilu paruh waktu AS tidak memengaruhi kebijakannya, menolak pembatasan pengembangan AI, serta mengumumkan rencana dua pangkalan militer besar AS di Greenland.
  • Dalam isu Amerika Latin, Trump membela operasi terhadap Nicolás Maduro dan kesepakatan minyak Venezuela; delegasi Kuba walkout, sementara Trump menjadwalkan pertemuan dengan Zelenskyy dan pemimpin Teluk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerukan isolasi ekonomi total terhadap Iran dalam pidatonya di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (22/9/2026). Langkah tersebut dinilai dapat mengakhiri rekam jejak terorisme Tehran sekaligus mendorong penurunan harga minyak dunia secara signifikan.

“Saya menyerukan kepada semua negara untuk membantu memberlakukan isolasi ekonomi total terhadap Iran. Jika kita bersatu, kita akan segera melihat dunia yang bebas dari ancaman teror Iran selama 51 tahun terakhir … dan harga minyak akan jatuh jauh lebih rendah bahkan daripada di awal konflik,” kata Trump, dikutip The Guardian.

  1. 1. Trump menolak pengaruh pemilihan paruh waktu AS

    ilustrasi pemungutan suara
    ilustrasi pemungutan suara (pexels.com/Edmond Dantès)

    Dilansir Straits Times, Trump menyebut para pemimpin Iran keliru jika berharap hasil pemilihan paruh waktu di AS dapat mempersempit ruang geraknya. Ia menegaskan bahwa agenda politik dalam negeri tidak mempengaruhi keputusannya terkait konflik tersebut.

    Pidato selama 37 menit itu turut membahas perkembangan kecerdasan buatan (AI). Trump menyatakan pemerintahannya tidak akan membatasi pengembangan teknologi yang disebutnya sebagai superintelligence. Ia juga menepis peringatan mengenai bahaya ancaman teknologi tersebut sebagai sebuah tipuan semata.

  2. 2. AS merencanakan pembangunan pangkalan militer di Greenland

    ilustrasi peta Greenland
    ilustrasi peta Greenland (pexels.com/Lara Jameson)

    AS mengumumkan rencana membangun dua pangkalan militer besar di Greenland melalui kerja sama resmi dengan pemerintah Denmark. Rencana tersebut ditujukan untuk memastikan pertahanan penuh di kawasan benua Amerika dan Eropa. Langkah ini sekaligus mencegah pihak lawan membangun kehadiran militer atau melakukan investasi sensitif tanpa izin tertulis dari pihak AS.

    Trump membantah isu mengenai kelangkaan amunisi militer AS di tengah konflik yang berlangsung. Ia mengkritik Mahkamah Pidana Internasional (ICC) sebagai organisasi nakal yang tidak memiliki kewenangan. Selain itu, ia juga mengklaim bahwa dirinya makin dekat untuk menyelesaikan konflik bersenjata di Ukraina.

  3. 3. Trump membela operasi terhadap Nicolás Maduro

    Donald Trump (instagram.com/realdonaldtrump)
    Presiden Amerika Serikat Donald Trump (instagram.com/realdonaldtrump)

    Dalam pembahasan mengenai Amerika Latin, Trump membela operasi penangkapan mantan presiden Venezuela Nicolás Maduro serta kesepakatan minyak bersama pemimpin sementara Venezuela Delcy Rodríguez. Ia juga menyebut Meksiko sebagai pusat kekerasan kartel dan melabeli Kuba sebagai negara gagal. Pernyataan tersebut seketika memicu aksi walkout dari delegasi Kuba yang hadir di ruang sidang.

    Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio ditugaskan mengawal negosiasi kawasan tersebut, sementara aksi demonstrasi menentang pemerintah Iran berlangsung di luar markas PBB. Setelah menyampaikan pidato, Trump dijadwalkan menandatangani kesepakatan Greenland dan bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy guna membahas gencatan senjata energi yang bertujuan meredakan harga solar di Selat Hormuz. Ia juga akan berdialog dengan Rodríguez serta para pemimpin Teluk dari Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Oman, Bahrain, Kuwait, hingga Qatar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More