Jakarta, IDN Times - Iran menyebut pasukan Amerika Serikat (AS) ingin melanjutkan serangan terhadap mereka. Kabar itu disampaikan oleh angkatan bersenjata Iran usai mendapatkan informasi intelijen pada Minggu (20/9/2026). Militer Iran mengatakan, niat AS tersebut juga sudah didukung oleh sejumlah negara di Timur Tengah. Namun, mereka tidak merinci negara mana saja yang dimaksud.
Sebut AS Mau Lanjutkan Serangan, Iran Janji Bakal Balas

- Militer Iran mengklaim memiliki intelijen bahwa AS berencana melanjutkan serangan, dengan dukungan sejumlah negara Timur Tengah yang tidak disebutkan.
- Teheran berjanji membalas jika AS kembali menyerang dan mengancam negara kawasan yang membantu Washington, baik secara langsung maupun tidak langsung.
- Serangan terakhir AS dilaporkan terjadi pada 12 September di Pulau Qeshm; ketegangan berlanjut karena negosiasi perdamaian tertunda sejak Juli.
"Menurut informasi yang diterima, Amerika Serikat yang kriminal, sekali lagi memutuskan untuk melanjutkan tindakan terhadap Iran dengan lampu hijau dari beberapa negara regional dalam pertemuan bersama di sebuah negara Eropa," kata Markas Besar Pusat Khatam Al-Anbiya dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh stasiun televisi nasional Iran, IRIB, dikutip Anadolu Agency.
1. Iran janji bakal membalas jika AS kembali menyerang

potret rudal Iran (unsplash.com/Moslem Daneshzadeh) Oleh karena itu, militer Iran berjanji akan melakukan balasan jika AS benar-benar melanjutkan serangan terhadap mereka. Teheran juga mengancam akan menyerang negara Timur Tengah jika mereka membantu Washington melakukan serangan, baik secara langsung maupun tidak langsung.
“Kami memperingatkan bahwa jika negara-negara di kawasan ini dengan melanjutkan kebijakan ganda mereka terhadap Republik Islam Iran bersekutu dengan agresi Iblis Besar terhadap Iran yang kuat dan berdaulat, mereka semua akan dianggap terlibat dalam kejahatan ini dan tidak dapat lagi mengharapkan pengekangan atau kesopanan dari angkatan bersenjata Iran yang kuat,” lanjut Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya dalam pernyataannya.
2. Serangan AS ke Iran saat ini sudah berhenti

ilustrasi serangan ke markas militer Amerika Serikat (pexels.com/Edu Raw) Saat ini, serangan AS ke Iran sudah berhenti. Serangan terakhir Washington ke Teheran terjadi pada 12 September lalu. Kala itu, AS menyerang salah satu pulau milik Iran yang ada di Selat Hormuz, Pulau Qeshm. Serangan itu dilakukan AS sebagai balasan karena Iran sudah menyerang sejumlah pangkalan militer mereka di Timur Tengah.
Dilansir Al-Monitor, pada akhir Agustus lalu, AS juga menyerang Pulau Qeshm. Selain itu, Negeri Paman Sam ketika itu juga menyerang Kota Bandar Abbas. Kedua tempat tersebut memang sering menjadi target serangan AS ke Iran sejak Februari lalu.
3. Iran menyebut AS lakukan kejahatan perang usai serang Pulau Qeshm

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, sedang diwawancara oleh khamenei.ir pada 2025. (commons.wikimedia.org/khamenei.ir) Kala itu, serangan AS di Pulau Qeshm langsung mendapat respons dari Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Dalam pernyataannya, ia menyebut AS telah melakukan kejahatan perang karena telah menyerang pulau itu. Sebab, serangan itu berdampak negatif bagi warga Iran yang tinggal di sana.
Saat ini, konflik antara Iran dan AS masih belum sepenuhnya usai. Sebab, Teheran dan Washington masih bersitegang hingga saat ini. Kedua negara juga masih belum melanjutkan negosiasi perdamaian yang sudah tertunda sejak Juli lalu. Hal ini lantas membuat upaya perdamaian kian berjalan alot sehingga perang tidak kunjung usai.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















