Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Turki Perkuat Langkah Jadi Mitra Dialog Penuh ASEAN
Duta Besar Turki untuk Indonesia Talip Kucukan dalam Forum ASEAN-Turki ‘Bridges of Progress: Advancing ASEAN-Turki Cooperation across Economy, Security, Sustainability, Peacebuilding, and Digitalization’ di Jakarta. (Dok. Turki Embassy in Jakarta)
  • Forum ASEAN-Turki pertama di Jakarta menandai langkah baru hubungan strategis kedua pihak, membahas kerja sama ekonomi, keamanan, keberlanjutan, dan digitalisasi di tengah dinamika geopolitik global.
  • Para peserta forum menyepakati rekomendasi penguatan kolaborasi di sektor energi, mineral kritis, serta transformasi digital melalui riset bersama dan pengembangan sumber daya manusia lintas kawasan.
  • Turki resmi mengajukan diri menjadi Full Dialogue Partner ASEAN pada 2024 untuk memperluas kerja sama kelembagaan yang lebih mendalam di bidang ekonomi, keamanan, dan pembangunan berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Hubungan antara ASEAN dan Turki memasuki babak baru setelah penyelenggaraan Forum ASEAN-Turki pertama di Jakarta. Pertemuan tingkat tinggi tersebut mempertemukan para pembuat kebijakan, diplomat, akademisi, dan pakar dari kedua kawasan untuk membahas arah baru kemitraan strategis di tengah dinamika geopolitik global.

Forum yang diselenggarakan bersama oleh Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) dan Kedutaan Besar Turki di Jakarta itu mengusung tema Bridges of Progress: Advancing ASEAN-Turki Cooperation across Economy, Security, Sustainability, Peacebuilding, and Digitalization. Sejumlah isu strategis dibahas, mulai dari perdagangan, ketahanan energi, mineral kritis, hingga transformasi digital.

Penyelenggaraan forum ini juga menjadi bagian dari upaya Turki memperkuat hubungan kelembagaan dengan ASEAN. Setelah menjadi Sectoral Dialogue Partner sejak 2017, Ankara kini mendorong peningkatan status menjadi Full Dialogue Partner, yang secara resmi diajukan pada 2024.

Selain menjadi ruang dialog, forum menghasilkan sejumlah rekomendasi kebijakan yang diharapkan menjadi dasar penguatan kerja sama jangka panjang antara ASEAN dan Turki di berbagai sektor.

1. ASEAN dan Turki dinilai saling melengkapi

Duta Besar Turki untuk Indonesia Talip Kucukan dalam Forum ASEAN-Turki ‘Bridges of Progress: Advancing ASEAN-Turki Cooperation across Economy, Security, Sustainability, Peacebuilding, and Digitalization’ di Jakarta. (Dok. Turki Embassy in Jakarta)

Presiden ERIA Tetsuya Watanabe mengatakan, ASEAN dan Turki memiliki karakteristik yang saling melengkapi dalam menghadapi tantangan global. Menurutnya, ASEAN merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dunia, sementara Turki memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara Eropa, Asia, dan Timur Tengah.

“Menyatukan kekuatan yang berbeda ini menyimpan potensi besar untuk menciptakan kemakmuran bersama, meningkatkan ketahanan ekonomi, serta memperkuat keamanan secara komprehensif,” ujar Watanabe dikutip dari pernyataan resmi Kedutaan Besar Turki di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Sementara itu, Duta Besar Turki untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Prof. Dr. Talip Kucukan mengatakan, forum perdana ini merupakan wujud komitmen kedua pihak untuk membangun visi strategis jangka panjang.

“Forum ASEAN-Turki tidak dimaksudkan sebagai agenda satu kali, tetapi sebagai mekanisme berkelanjutan yang akan menjadi fondasi dialog tingkat tinggi pada tahun-tahun mendatang,” kata Kucukan.

Wakil Sekretaris Jenderal ASEAN untuk Komunitas Ekonomi ASEAN, Satvinder Singh menilai hubungan ASEAN dan Turki kini membutuhkan perhatian strategis yang lebih besar.

“Saat ini bukan lagi waktunya hanya mengapresiasi pencapaian masa lalu, tetapi merancang bagaimana kemitraan ini dapat menjadi jangkar stabilitas di tengah tatanan global yang semakin tidak menentu,” ujarnya.

2. Fokus pada energi, mineral kritis dan transformasi digital

Duta Besar Turki untuk Indonesia Talip Kucukan dalam Forum ASEAN-Turki ‘Bridges of Progress: Advancing ASEAN-Turki Cooperation across Economy, Security, Sustainability, Peacebuilding, and Digitalization’ di Jakarta. (Dok. Turki Embassy in Jakarta)

Dalam forum tersebut, para peserta menyepakati sejumlah rekomendasi untuk memperdalam kerja sama, tidak hanya melalui peningkatan volume hubungan, tetapi juga penguatan kelembagaan.

Salah satu rekomendasi adalah memperluas keterlibatan Turki dalam berbagai mekanisme ASEAN, termasuk Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) serta memperkuat perannya sebagai pengamat dalam ASEAN Defence Ministers’ Meeting Plus (ADMM-Plus).

Pembahasan juga menyoroti pentingnya kolaborasi di sektor energi dan mineral kritis. Turki dinilai memiliki pengalaman sebagai pusat transit energi internasional, sementara ASEAN tengah mengembangkan integrasi pasar energi regional.

Karena itu, forum merekomendasikan peningkatan transfer teknologi, riset bersama, serta pengembangan ekosistem manufaktur bersama di sektor mineral kritis untuk mendukung ketahanan rantai pasok global.

Di bidang digital, peserta forum juga mengusulkan pembentukan Digital Skills Passport melalui sistem micro-credentiallintas kawasan, pendirian Digital Workforce Development Center, hingga penyelenggaraan ASEAN-Turki Youth Forum setiap tahun guna memperkuat pengembangan sumber daya manusia.

3. Perkuat jalan Turki menuju mitra dialog ASEAN

Forum ASEAN-Turki ‘Bridges of Progress: Advancing ASEAN-Turki Cooperation across Economy, Security, Sustainability, Peacebuilding, and Digitalization’ di Jakarta. (Dok. Turki Embassy in Jakarta)

Forum perdana ini menjadi bagian dari perjalanan panjang hubungan kelembagaan Turki dengan ASEAN. Turki bergabung dalam Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC) pada 2010, kemudian mengakreditasikan Kedutaan Besarnya di Jakarta untuk ASEAN pada 2011. Enam tahun kemudian, Turki resmi memperoleh status Sectoral Dialogue Partner.

Pada 2024, Ankara mengajukan permohonan resmi untuk menjadi Full Dialogue Partner ASEAN. Status tersebut akan membuka ruang kerja sama yang lebih luas dan mendalam di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, keamanan, hingga pembangunan berkelanjutan.

Melalui penyelenggaraan Forum ASEAN-Turki, kedua pihak berharap dialog strategis dapat berlangsung secara rutin dan menghasilkan kerja sama konkret yang mampu memperkuat stabilitas serta pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan global yang terus berkembang.

Editorial Team

Related Article