Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri (Menlu) Ukraina, Andrii Sybiha menuding Rusia memanfaatkan krisis migrasi Ceuta untuk menyebarkan ketakutan. Langkah itu untuk merusak stabilitas negara-negara anggota Uni Eropa (UE).
Sementara, krisis migrasi di Ceuta, Spanyol telah mendorong perpecahan antar-anggota UE. Sejumlah negara mendorong penangguhan Spanyol dalam Schengen dan sebagian menolak rencana tersebut.
