Jakarta, IDN Times - Pelaku industri pariwisata Nepal kini berusaha meyakinkan para wisatawan agar tidak membatalkan perjalanan mereka usai banjir dahsyat melanda negara tersebut pekan lalu. Mereka mengatakan bahwa sebagian besar wilayah Nepal, termasuk kawasan wisata populer seperti Everest dan Annapurna, masih aman dan tidak terdampak bencana.
Nepal menjadi sorotan dunia usai banjir bandang yang menyerupai gelombang tsunami menghantam wilayah perbatasan negara itu dengan Tibet pada 26 Agustus 2026. Sejauh ini, lebih dari 1.200 orang dilaporkan tewas di kedua sisi perbatasan, sementara lebih dari 4 ribu lainnya masih hilang, termasuk sekitar 600 wisatawan.
"Kami menghadapi krisis di satu wilayah negara ini, tapi wilayah lainnya tetap beroperasi normal dan tidak terdampak banjir. Saya hanya berusaha menyampaikan hal tersebut kepada klien-klien saya," kata Rajendra Lama, seorang pelaku usaha pariwisata yang memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman, dikutip SCMP.
