Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Media Iran Rilis Video Cara Bunuh Istri Donald Trump
potret Istri Donald Trump, Melania Trump (flickr.com/Marc Nozell via commons.wikimedia.org/Marc Nozell)
  • Tasnim News Agency yang berafiliasi dengan IRGC merilis video Telegram berjudul “Where to Kill Melania”, berisi panduan pembunuhan terhadap Melania Trump dan menjadi viral.
  • Video tersebut memuat lokasi yang sering dikunjungi Melania di New York, dugaan kelemahannya, serta informasi pengawalnya; Tasnim mengklaim data berasal dari sumber rahasia di AS.
  • Video ditutup dengan ancaman terhadap Barron Trump. Intelijen Israel sebelumnya melaporkan dugaan rencana Iran membunuh Donald Trump, yang disebut menilai ancaman itu tidak serius.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Media Iran yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Tasnim News Agency, merilis sebuah video yang berisi cara untuk membunuh istri Donald Trump sekaligus Ibu Negara Amerika Serikat (AS), Melania Trump, pada Selasa (28/7/2026). Video itu sontak menjadi viral dan menuai atensi warganet. 

Dilansir Jerusalem Post, video tersebut berjudul “Where to Kill Melania”. Video itu dirilis dan disebar secara massal di akun media sosial Telegram milik Tasnim. Video itu memiliki thumbnail dengan warna latar abu-abu kecokelatan dengan tulisan judul video yang berwarna merah darah.

1. Video Tasnim berisi informasi rahasia seputar Melania

potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (kiri) dan istrinya, Melania Trump (kanan) (commons.wikimedia.org/U.S. Army)

Video yang dirilis Tasnim tadi berisi informasi rahasia seputar Melania. Informasi ini bisa menjadi panduan bagi siapa pun untuk menemui Melania dan membunuhnya di tempat. Salah satunya adalah informasi seputar tempat-tempat yang sering dikunjungi Melania di AS, terutama di New York, dan informasi seputar kelemahannya. 

Selain itu, video tersebut juga berisi informasi seputar siapa saja yang menjaga Melania ke mana pun ia pergi. Video itu mengklaim bahwa pasukan penjaga keamanan Melania berbeda dengan pasukan penjaga yang sering dipakai Trump. Informasi ini disebar bertujuan agar seseorang bisa merencanakan pembunuhan Melania dengan tepat. Sebab, membunuh Ibu Negara AS itu tentu bukan perkara mudah.

2. Tasnim mendapatkan informasi seputar Melania dari sumber rahasia

ilustrasi rahasia (unsplash.com/Sporisevic Photography)

Dalam video itu, Tasnim menjelaskan, pihaknya mendapatkan semua informasi rahasia Melania dari sumber rahasia. Sumber itu diduga berasal dari AS. Namun, media tersebut tidak menjelaskan secara detail siapa sumber yang mereka maksud. 

Informasi rahasia seputar Melania yang disebar Tasnim melalui videonya benar-benar sangat detail. Video tersebut berakhir dengan kalimat “Ini baru permulaan! Barron Trump, tunggu kami!”. Tasnim tidak menjelaskan apa maksud dari kalimat tersebut.

3. Iran berencana membunuh Trump

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang menyampaikan pidato tentang perekonomian di Rockland Community College di Suffern, New York, pada 22 Mei 2026. (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Video yang dirilis Tasnim soal upaya pembunuhan Melania tadi menunjukkan bahwa Iran kini mulai menebar ancaman psikologis terhadap AS dan keluarga Trump. Pada awal Juli lalu, intelijen Israel melaporkan bahwa Pemerintah Iran juga berencana melakukan pembunuhan terhadap Trump. Namun, Trump tidak menganggap serius rencana tersebut. 

“Iran ingin menyingkirkan pemimpin AS, yaitu saya. Nama saya ada di setiap daftar mereka. Sejauh ini, saya rasa saya sedikit beruntung, tetapi mungkin keberuntungan itu tidak akan bertahan lama,” kata Trump, seperti dilansir Times of Israel.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article