Pertemuan Presiden China Xi Jinping (kanan) dan Perdana Menteri India Narendra Modi di sela-sela KTT BRICS di Kazan, Rusia (23/10/2024). (x.com/SpokespersonCHN)
Dua tahun kemudian, dalam KTT BRICS ketujuh di Ufa, Rusia, Xi kembali mendorong penguatan kerja sama kelompok. Ia mengusulkan pembangunan kemitraan untuk perdamaian dunia, pembangunan bersama, dialog antarperadaban, serta tata kelola ekonomi global yang lebih efektif.
Saat China menjadi tuan rumah sekaligus ketua BRICS pada 2017, Xi memperkenalkan konsep BRICS Plus dalam KTT BRICS kesembilan di Xiamen. Model tersebut ditujukan untuk melibatkan lebih banyak negara berkembang dan pasar berkembang dalam kerja sama BRICS.
Gagasan tersebut menjadi salah satu bagian dari perkembangan BRICS sebagai kelompok yang tidak hanya beranggotakan lima negara pendiri, tetapi juga membuka ruang bagi negara lain untuk terlibat dalam kerja sama.
Dalam KTT BRICS ke-16 di Kazan, Rusia, pada Oktober 2024, Xi kembali menekankan pentingnya kerja sama negara-negara BRICS. Pertemuan tersebut menjadi KTT tatap muka pertama setelah BRICS memperluas keanggotaannya.
“Untuk kepentingan bersama dan mengikuti tren perdamaian serta pembangunan secara keseluruhan, negara-negara BRICS berkumpul bersama,” kata Xi dalam pidatonya di KTT tersebut, dilansir dari AsiaOne, Jumat (11/9/2026).
Xi kemudian mengusulkan pengembangan BRICS yang berkomitmen terhadap perdamaian, inovasi, pembangunan hijau, keadilan, serta peningkatan hubungan antarmasyarakat.
Direktur Institute for Strategic Planning and Forecasting Rusia, Alexander Gusev, menilai Xi telah mendorong kerja sama BRICS melalui berbagai proposal yang konstruktif. Menurut dia, langkah tersebut turut membawa lebih banyak negara Global South yang memiliki pandangan mengenai dunia multipolar untuk masuk ke dalam dialog dan kerja sama praktis.
“Usulan-usulan yang sangat konstruktif dari Xi Jinping telah membantu memperluas dialog dan kerja sama praktis BRICS dengan lebih banyak negara Global South yang memiliki visi tentang dunia multipolar,” ujar Gusev.