Mayat Wanita Ditemukan di Freezer Kafe Korsel, Pemilik Ditangkap

- Polisi menemukan jasad wanita 60 tahun yang dilaporkan hilang di ruang pendingin kafe di Paju, Korea Selatan, setelah melacak sinyal ponselnya.
- Pemilik kafe berusia 30-an ditangkap dan ditahan; CCTV diduga memperlihatkan ia mengarahkan korban ke ruang pendingin sebelum keluar seorang diri.
- Polisi menduga motif terkait kupon belanja palsu bernilai puluhan miliar won dan menyelidiki indikasi pembunuhan berencana serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Jakarta, IDN Times - Kepolisian Korea Selatan menemukan jasad seorang wanita berusia 60 tahun di dalam ruang pendingin sebuah kafe di Kota Paju pada Senin (7/9/2026). Sebelumnya, korban telah dilaporkan hilang oleh keluarganya di Seoul sejak Jumat (4/9/2026).
Aparat kepolisian setempat telah meringkus pemilik kafe berusia 30-an tahun yang diduga kuat sebagai pelaku utama pembunuhan. Saat ini, Pengadilan Distrik Uijeongbu Cabang Goyang juga telah resmi menerbitkan surat perintah penahanan terhadap tersangka.
1. Penemuan jasad korban di dalam ruang pendingin
Penyelidikan kasus ini bermula saat putri korban melaporkan hilangnya kontak dengan sang ibu kepada Kepolisian Yeongdeungpo, Seoul. Petugas kemudian melacak sinyal ponsel korban hingga ke sebuah kafe di kawasan Munsan-eup, Paju.
Di lokasi tersebut, jasad korban ditemukan dalam kondisi membeku di dalam ruang pendingin seluas 30 meter persegi pada pukul 14.36 waktu setempat. Petugas kepolisian pun langsung mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).
“Jasad korban ditemukan di dekat pintu ruang pembeku yang suhu bagian dalamnya tercatat mencapai minus 20 derajat Celsius,” ungkap seorang pejabat kepolisian.
Guna memastikan penyebab kematian, apakah dibunuh terlebih dahulu atau meninggal akibat hipotermia, polisi telah mengajukan permohonan autopsi kepada Badan Forensik Nasional.
2. Dugaan motif penipuan kupon
Polisi berhasil menangkap pemilik kafe di Yeongdeungpo, Seoul, beberapa saat sebelum jasad korban ditemukan. Tersangka diketahui sebagai orang terakhir yang berinteraksi dengan korban.
Pertemuan tersebut merupakan yang perdana bagi keduanya dengan tujuan bertransaksi kupon belanja. Namun, rekaman kamera pengawas (CCTV) memperlihatkan tersangka mengarahkan korban masuk ke ruang pendingin, dan setelah itu hanya tersangka yang terlihat keluar.
Dari tangan tersangka, polisi menyita lembaran kupon belanja senilai puluhan miliar won yang diduga kuat palsu. Penyidik menduga tersangka sengaja menyekap korban setelah aksinya memalsukan voucer disadari oleh korban.
“Terkait keaslian kupon hadiah tersebut, kami masih memerlukan peninjauan hukum dan uji forensik lebih lanjut,” jelas perwakilan kepolisian, dikutip dari SBS News.
3. Indikasi pembunuhan berencana
Penyidik meyakini bahwa pembunuhan ini telah direncanakan secara matang. Tersangka diketahui baru memasang ruang pendingin tersebut beberapa pekan sebelum kejadian, serta sengaja meliburkan seluruh karyawannya pada hari pertemuan dengan korban.
Setelah mengunci korban di dalam ruang beku, tersangka terpantau berulang kali mendatangi kafenya kembali. Langkah ini disinyalir sebagai upaya untuk merusak bukti rekaman CCTV dan menghilangkan jejak kejahatan.
Saat ini, kepolisian telah membentuk tim khusus yang beranggotakan 17 detektif guna menelusuri dugaan keterlibatan pihak lain, termasuk sindikat pemalsuan kupon.
“Kami mengonfirmasi bahwa penyelidikan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat masih terus berlangsung. Kami juga mengimbau masyarakat untuk menahan diri dari berbagai spekulasi agar tidak mengganggu proses hukum,” pungkas pejabat kepolisian, dilansir Aju Press.





















