Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ditinjau Panglima TNI, Kapal JS Kunisaki Jepang Siap Atasi Karhutla RI

Ditinjau Panglima TNI, Kapal JS Kunisaki Jepang Siap Atasi Karhutla RI
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto ketika meninjau kapal JS Kunisaki milik militer Jepang di Kalimantan Barat. (Dokumentasi Puspen TNI)
  • Panglima TNI meninjau kapal JS Kunisaki Jepang di Kalimantan Barat yang membawa tiga helikopter Chinook CH-47 untuk mendukung pemadaman karhutla.
  • Sebanyak 338 personel Jepang, termasuk kru kapal, tim pemadam, dan koordinator, dijadwalkan bergabung dalam operasi water bombing mulai 12 September 2026.
  • Bantuan Jepang diintegrasikan dengan operasi Indonesia; TNI mengawasi keamanan dan izin terbang, sementara koordinasi misi dilakukan bersama BNPB.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto pada Kamis (10/9/2026) meninjau kapal perang JS Kunisaki (LST-4003) milik militer Jepang yang bersandar di Dermaga Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Kapal tersebut mengangkut tiga helikopter Chinook CH-47 yang akan diterjunkan dalam operasi untuk pemadaman karhutla di Kalbar. Rencananya pasukan Jepang itu mulai ikut operasi pemadaman karhutla pada Sabtu (12/9/2026).

"Peninjauan ini dilakukan untuk melihat kesiapan unsur dan peralatan bantuan dari Jepang yang akan memberikan dukungan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan," ungkap Kepala Penerangan Pusat Militer Mabes TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas di dalam keterangan pada Jumat (11/9/2026).

Helikopter Chinook CH-47 akan terlibat dalam operasi water bombing. Tim dari Jepang yang ikut turun dalam operasi ini mencapai 338 orang. Mereka terdiri dari kru kapal, tim pemadaman, dan tim koordinator.

Jenderal bintang dua itu mengatakan, dukungan bantuan dari Jepang merupakan bagian kerja sama Indonesia dengan Negeri Sakura untuk menanggulangi bencana serta misi kemanusiaan.

"Kehadiran unsur bantuan Jepang diharapkan dapat memperkuat upaya pemadaman serta mempercepat penanganan karhutla di wilayah terdampak," kata dia.

  1. 1. Helikopter Chinook CH-47 mulai beroperasi 12 September 2026

    Kemhan, Karhutla, Jepang, Chinook
    Jenis bantuan yang diberikan oleh Jepang untuk penanganan karhutla di Kalimantan. (Tangkapan layar YouTube BNPB)

    Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo, mengatakan, meski sudah tiba di Kalbar, helikopter Chinook CH-47 tidak langsung beroperasi. Jenderal bintang tiga itu mengatakan, akan ada tahapan penyiapan sistem untuk memastikan kesiapan penerbangan terpenuhi.

    "Apabila semua tahapan sudah dipenuhi, dukungan helikopter tersebut direncanakan dapat digunakan dalam operasi pemadaman pada periode 12 September hingga 19 September 2026," ujar Tri, Selasa (8/9/2026).

    Namun, jadwal tersebut tetap menyesuaikan kesiapan dan perkembangan situasi yang ada di lapangan. Tri menjelaskan, dukungan tiga helikopter dari militer Jepang merupakan wujud nyata dari diplomasi pertahanan yang berdampak nyata terhadap kehidupan masyarakat. Bantuan tersebut merupakan praktik dari kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Negeri Sakura yang diteken pada 4 Mei 2026.

    "Salah satu ruang lingkup penting dari DCA itu adalah kerja sama pengelolaan bencana termasuk humanitarian, assistance, disaster, relief (HADR)," kata dia.

  2. 2. Bantuan alutsista dari Jepang untuk memperkuat penanganan karhutla

    Tri Budi Utomo, Kementerian Pertahanan
    Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, Letjen TNI Tri Budi Utomo di kantor Kemhan, Jakarta Pusat. (Dokumentasi Kementerian Pertahanan)

    Tri mengatakan, bantuan alutsista yang dikerahkan Jepang untuk penanganan karhutla berfungsi untuk memperkuat, bukan menggantikan keseluruhan alutsista militer Indonesia yang dikerahkan dalam memadamkan karhutla.

    "Seluruh kemampuan nasional tetap dikerahkan. Bantuan Jepang kemudian diintegrasikan dengan seluruh operasi penanganan karhutla yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia," kata dia.

    Tri mengatakan, pengawasan operasional tiga helikopter Chinook-CH47 diserahkan ke TNI. Militer Indonesia menangani soal keamanan dan izin terbang.

    "TNI juga menempatkan safety officer pada setiap helikopter serta mengoordinasikan misi penerbangan bersama BNPB," kata dia.

    Selain itu, kata Tri, TNI dan BNPB akan mengoptimalkan bantuan dari Jepang untuk memadamkan karhutla di Pulau Kalimantan.

  3. 3. Menhan Jepang akan membantu semampunya agar kebakaran tak meluas

    Koizumi Shinjiro, Jepang
    Menteri Pertahanan Jepang, Koizumi Shinjiro (kiri) ketika tiba di Jakarta untuk kunjungan kedua menemui Menhan Sjafrie Sjamsoeddin. (Dokumentasi Kemhan)

    Dilansir dari laman Japan Times, Sabtu (29/8/2026), pengiriman helikopter Chinook untuk misi pemulihan bencana menjadi kali pertama dilakukan di luar Negeri Sakura. Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, mengatakan, pihaknya akan membantu semampunya untuk mencegah kebakaran meluas.

    "Kami akan membantu secara maksimal untuk mencegah meluasnya kebakaran," ujar Koizumi.

    Dia mengatakan, helikopter dikirimkan atas permintaan Pemerintah Indonesia. Keputusan pengiriman bantuan bagi Indonesia itu diambil beberapa hari usai digelar pertemuan tiga pihak Menhan yaitu antara Australia, Jepang, dan Indonesia pada Rabu lalu di Melbourne.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More