Jakarta, IDN Times – Gelombang pengungsian massal kembali terjadi di Yaman setelah pertempuran antara pasukan pemerintah dan kelompok pemberontak Houthi pecah. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat lebih dari 290 ribu orang terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka sejak perang kembali berkobar pada Agustus.
Jumlah tersebut menambah beban krisis pengungsian internal yang sebelumnya sudah mencapai lebih dari 5,2 juta jiwa. Ribuan warga lainnya bahkan harus melintasi perbatasan menuju Djibouti untuk mencari perlindungan.
Dilansir Al Jazeera, bentrokan melibatkan pasukan pemerintah Yaman yang mendapat pengakuan internasional dengan kelompok Houthi. Pertempuran terkonsentrasi di wilayah Gubernuran Taiz dan sejumlah kawasan pesisir.
Laporan Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (OCHA) pada Jumat (30/10/2026) juga mengungkapkan bahwa terdapat 6.100 ibu hamil dalam gelombang pengungsian terbaru. Sebanyak 600 di antaranya diperkirakan akan menjalani persalinan dalam dua minggu mendatang.
