Galangan kapal di dekat Pelabuhan Ermoupolis, Syros (Zacharias Mitzelos, CC0, via Wikimedia Commons)
Penjaga pantai menyatakan rencana unjuk rasa menentang berlabuhnya kapal Crown Iris berpotensi menimbulkan gangguan, termasuk bentrokan antara pengunjuk rasa dan turis. Informasi mengenai larangan ini dilaporkan oleh surat kabar harian Kathimerini pada Senin (2/11/2026). Petugas menilai kerumunan massa dalam jumlah besar di pelabuhan Ermoupoli dapat memicu konfrontasi.
Pihak penjaga pantai menyebut pelaksanaan aksi di lokasi yang direncanakan semula “menimbulkan ancaman parah terhadap keamanan publik karena adanya potensi kejahatan serius yang dilakukan, khususnya terhadap nyawa manusia, integritas fisik, dan harta benda … serta terhadap aktivitas sosial dan ekonomi wilayah tersebut.” Selain itu, demonstrasi di lokasi tersebut dinilai mengancam keselamatan operasional pelabuhan.
Meski melarang aksi di tepi laut, pernyataan penjaga pantai menyebutkan bahwa unjuk rasa tetap dapat berlangsung di lokasi alternatif yang jauh dari area tepi laut. Otoritas menegaskan kekhawatiran muncul akibat potensi berkumpulnya massa dalam jumlah besar yang dapat memicu konfrontasi maupun bentrokan langsung antara pengunjuk rasa dan wisatawan.