Ribuan Siswa dan Guru Yunani Gelar Demo Tuntut Perbaikan Pendidikan

- Sekitar 10 ribu siswa, mahasiswa, dan guru berdemonstrasi damai di Athena serta sejumlah kota Yunani, menuntut peningkatan anggaran, perbaikan sekolah, pengisian staf, dan kenaikan gaji guru.
- Aksi Yunani terhubung dengan gelombang protes pendidikan di beberapa negara Eropa; peserta menyerukan pendidikan gratis, sementara sejumlah serikat guru, pegawai negeri, dan dokter menggelar mogok kerja.
- Kementerian Pendidikan Yunani telah merekrut 29.948 guru pengganti dan staf pendidikan khusus untuk tahun ajaran 2026/2027, tetapi 108 posisi masih kosong karena kekurangan kandidat.
Jakarta, IDN Times - Ribuan siswa, mahasiswa, dan guru ikut dalam aksi demonstrasi damai di Athena, Yunani pada Rabu (21/10/2026), untuk menuntut perbaikan sekolah dan sistem pendidikan. Selain di Athena, demonstrasi kali ini juga digelar di sejumlah kota besar, seperti Thessaloniki dan lainnya.
Aksi di Yunani ini melengkapi serangkaian demonstrasi di negara-negara Eropa, seperti Prancis, Albania, Italia, dan Portugal dalam sepekan terakhir. Demonstrasi menuntut perbaikan kualitas pendidikan pertama kali digelar di Prancis dan merembet ke negara-negara lain di Eropa.
1. Tuntut perbaikan signifikan di sekolah dan pendidikan

ilustrasi kelas di sekolah (unsplash.com/ivalex) Dalam aksi ini, sekitar 10 ribu siswa, mahasiswa, dan guru sudah mengadakan long-march di pusat kota Athena. Mereka menuntut perbaikan pendidikan dengan menaikkan anggaran pendidikan dan memperbaiki sekolah, serta menaikkan gaji guru.
Dilansir Ekathimerini, demonstran juga mendesak pemerintah untuk mengisi staf sekolah yang lama kosong. Selain itu memperbaiki bangunan sekolah, serta memberikan kebebasan lebih bagi mahasiswa untuk dapat pindah antar-institusi pendidikan.
Diketahui sejumlah demonstran mendirikan tenda di Lapangan Syntagma, dekat Kantor Parlemen Yunani. Langkah ini untuk menarik perhatian dari para anggota parlemen dan warga sipil.
2. Demonstran hubungkan dengan aksi di Prancis

ilustrasi bendera Prancis (unsplash.com/alicetricky) Dalam aksi damai ini, demonstran membawa spanduk dan menyuarakan slogan yang menghubungkannya dengan demonstrasi di Prancis. Salah satu spanduk bertuliskan: “Dari Yunani ke Prancis, kami memperjuangkan penyediaan pendidikan gratis”.
Sementara itu, guru SD di Yunani sepakat ikut mogok kerja selama 24 jam. Sedangkan persatuan guru SMA di Yunani hanya bersedia untuk menghentikan pekerjaannya selama 3 jam selama ikut aksi ini.
Tak hanya itu, persatuan pegawai negeri Yunani, ADEDY juga menyerukan mogok kerja selama 3 jam. Sementara, persatuan dokter ikut mogok kerja secara nasional dan sekitar 500 pensiunan mengadakan demonstrasi tersendiri di Lapangan Kotzia.
3. Yunani akan rekrut hampir 30 ribu guru pengganti

ilustrasi guru saat mengajar (unsplash.com/silverkblack) Pada awal September, Kementerian Pendidikan Yunani merekrut sebanyak 29.948 guru pengganti dan staf khusus pendidikan untuk tahun ajaran 2026/2027. Langkah ini penting untuk mengisi sejumlah kekosongan staf di institusi pendidikan.
Dilansir Greek City Times, pemerintah Yunani mengakui bahwa sebanyak 108 posisi masih kosong karena kurangnya kandidat. Tenaga pengajar ini nantinya akan ditempatkan di sekolah dasar, sekolah menengah dan pendidikan khusus serta program pendidikan secara umum.






















