Setiap bulan Agustus tiba, Indonesia mendadak menjadi negeri yang paling pandai mengingat kemerdekaan. Bendera dikibarkan, lagu kebangsaan dinyanyikan, anak-anak berbaris dengan seragam merah putih, pejabat menyampaikan pidato tentang persatuan, dan media sosial dipenuhi ucapan yang terdengar patriotis. Semuanya berlangsung meriah, tertib, dan berulang, sampai-sampai kita nyaris lupa bahwa kemerdekaan bukan sekadar peristiwa yang perlu dikenang, melainkan janji yang semestinya terus ditagih kepada penguasa.
81 tahun setelah kemerdekaan diproklamasikan, kita semestinya tidak hanya sibuk mengulang perayaan, tetapi juga menagih apa yang negara benar-benar sudah berikan. Menagih tentang apa yang sebenarnya sudah berubah dalam kehidupan bangsa ini sejak 17 Agustus 1945. Menagih tentang apa yang sebenarnya sudah berubah dalam kehidupan bangsa ini sejak 17 Agustus 1945. Sebab sebuah bangsa tidak menjadi lebih merdeka hanya karena kalender kembali menunjuk tanggal yang sama setiap tahun. Lalu, setelah 81 tahun merdeka, sudah sejauh mana negara menepati janji kemerdekaan kepada rakyatnya?
