Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Jenis Burung Lapwing Bergelambir Kuning, Tanda Khas Unik pada Wajah
Spesies burung lapwing bergelambir kuning (commons.wikimedia.org/A.Savin)
  • Tiga spesies burung lapwing bergelambir kuning mencakup Vanellus albiceps, Vanellus malabaricus, dan Vanellus miles yang masing-masing memiliki ciri khas unik pada wajah serta habitat berbeda.
  • Gelambir kuning pada ketiga spesies berfungsi sebagai alat komunikasi, penanda wilayah, dan daya tarik seksual saat musim kawin berlangsung di alam liar.
  • Ketiga jenis lapwing tersebar di berbagai wilayah seperti Afrika tropis, subkontinen India, hingga Australia dan Papua Nugini dengan adaptasi habitat dari perairan hingga padang rumput kering.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Keanekaragaman jenis burung menciptakan kelompok-kelompok dalam klasifikasi yang detail akan karakteristik masing-masing individu. Baik itu berdasarkan tampilan, habitat hingga pola makannya. Bukan hanya di udara maupun darat, salah satu keunikan yang ada pada jenis burung di perairan. Seperti yang disebut burung plover dalam keluarga Charadriidae. Salah satu burung plover yang terkenal dalam keluarga Charadriidae ada dari genus Vanellus yang biasa disebut sebagai burung lapwing.

Dalam genus Vanellus, burung lapwing dikenal dengan kaki yang panjang serta postur tubuh tegak ketika berjalan. Juga terkenal dengan pola terbangnya yang tidak menentu dan unik. Yaitu menggabungkan kepakan sayap lambat, dengan sering meluncur dan mengepak. Dan yang paling khas, burung ini punya jengger warna-warni seperti kuning, merah, oranye. Selain itu, juga ada tanda-tanda khas di wajah maupun pada bagian lain. Ada sekitar puluhan spesies burung lapwing, yang paling unik jenis dengan gelambir berwarna kuning di wajah. Yaitu ada tiga spesies, siapa saja burung tersebut? Yuk mengenalnya dengan menyimak ulasan sebagai berikut.

1. Burung lapwing kepala putih (Vanellus albiceps)

Burung lapwing kepala putih (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)

Dari sebaran di Afrika tropis burung lapwing kepala putih (Vanellus albiceps) dapat ditemukan. Mereka juga tersebar di Republik Demokratik Kongo bagian barat dan tengah. Biasanya berada pada habitat tepian sungai berpasir maupun pulau-pulau dengan sungai besar. Namun, juga berada berkeliaran di aliran sungai kecil, laguna dan cekungan. Dalam Avibirds, mereka punya ciri-ciri kepala abu-abu yang dipisahkan oleh mahkota dan dahi putih yang lebar. Warna punggung cokelat, dengan sayap dan ekor berpola hitam putih yang mencolok. Terdapat taji karpal panjang di sayap serta bawah tubuh sepenuhnya berwarna putih dan ekor hitam.

Burung jantan dan betina punya karakteristik yang hampir sama. Sedangkan panjang tubuh burung lapwing kepala putih sekitar 28-32 cm dengan berat 160-200 g. Tidak lupa burung ini punya ciri mencolok pada wajahnya yaitu bergelambir warna kuning. Dilansir Encyclopedia, adapun gelambir pada wajah tersebut punya fungsi sebagai alat komunikasi. Biasanya dalam hal menandai wilayah teritorial serta sebagai daya tarik seksual saat musim kawin tiba.

2. Burung lapwing berjengger kuning (Vanellus malabaricus)

Burung lapwing berjengger kuning (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)

Punya gelambir di wajah seperti burung lapwing kepala putih, lapwing berjengger kuning (Vanellus malabaricus) adalah burung endemik subkontinen India. Burung yang punya kemampuan terbang cepat dengan suaranya yang tajam ini, punya warna kepala hitam yang menyerupai topi. Selain itu, warna tubuhnya abu-abu cokelat kusam, kaki kuning serta ciri khas gelambir kuning bentuk segitiga di pangkal paruhnya. Pada ekor terdapat pita hitam subterminal tidak memanjang ke bulu ekor bagian luarnya. Pada sayap ada garis warna putih di bagian dalamnya dan pangkal paruh berwarna kuning. Punya taji karpal kecil berwarna kuning.

Berbeda dari burung lapwing kepala putih, burung lapwing berjengger kuning punya habitat di daratan. Namun, spesies burung ini berkerabat dekat dengan burung perairan. Mereka lebih cenderung berada di daratan kering seperti padang rumput kering berbatu atau semak belukar. Hal ini disebutkan Inaturalist, selain memiliki gelambir kuning yang menarik perhatian, mahkota warna hitam di atas kepala dapat terangkat sedikit dalam pertunjukan saat musim kawin tiba. Burung lapwing yang sebagian menetap, namun dalam populasi akan merespons terhadap musim hujan dengan melakukan pergerakan jarak jauh.

3. Burung lapwing bertopeng (Vanellus miles)

Burung lapwing bertopeng (commons.wikimedia.org/Marek Ślusarczyk)

Salah satu spesies unik burung lapwing bergelambir adalah lapwing bertopeng (Vanellus miles). Disebut demikian, karena tampilan gelambir yang ada hingga hampir menutup wajahnya yang tampak seperti topeng. Warna sebagian besar bulu bagian bawah tubuh adalah putih, dengan sayap dan punggungnya cokelat serta dengan mahkota hitam. Terdapat taji berduri berwarna kuning berujung hitam yang menonjol di pergelangan tangannya pada setiap sayap. Adapun panjang burung kisaran 33-38 cm.

Dilansir Australian Museum, burung lapwing bertopeng terkenal dengan pertahanannya terhadap lokasi untuk bersarang. Burung dewasa akan menyergap penyusup, juga berpura-pura mematahkan sayap sebagai upaya memancing penyusup menjauh dari sarang tersebut. Hal ini biasa dilakukan, terutama ketika telur burung yang telah menetas. Selain itu, fungsi dari gelambir yang dimiliki sama seperti spesies sebelumnya. Baik untuk komunikasi dalam mempertahankan wilayah maupun menarik perhatian ketika musim kawin tiba.

Spesies burung lapwing ini memiliki wilayah persebaran di seluruh Australia, juga ada di Papua Nugini, Indonesia, Selandia Baru dan Kaledonia Baru. Mereka mendiami rawa-rawa, pantai, dataran berlumpur dan padang rumput.

Burung lapwing bergelambir adalah spesies burung unik yang keberadaannya menghiasi habitat berada. Bagian-bagian pada tubuh burung yang demikian memiliki fungsinya tersendiri sebagai penunjang kehidupannya di alam liar. Sudah seharusnya agar populasi tidak diusik maupun kegiatan yang bisa merusak habitat, sehingga kelestariannya terjaga. Semoga bermanfaat!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team