Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Fakta Gunung Pelee, Kota Saint-Pierre Hancur Seketika Akibat Letusan

4 Fakta Gunung Pelee, Kota Saint-Pierre Hancur Seketika Akibat Letusan
Gunung Peele (commons.wikimedia.org/Zinneke)
Intinya Sih
  • Gunung Pelee di Martinique terbentuk dari proses subduksi antara Lempeng Amerika Selatan dan Karibia, menciptakan struktur vulkanik berlapis dengan sejarah letusan besar sejak puluhan ribu tahun lalu.
  • Letusan dahsyat Gunung Pelee pada 8 Mei 1902 menghancurkan kota Saint-Pierre dan menewaskan hampir 30 ribu orang, menjadikannya salah satu bencana vulkanik paling mematikan abad ke-20.
  • Hutan Gunung Pelee seluas lebih dari 2000 hektar kini dilindungi sebagai Cagar Alam Integral dan Situs Warisan Dunia UNESCO, sekaligus menawarkan jalur pendakian populer bagi wisatawan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Sebuah pulau kecil di Karibia di bawah naungan Prancis bernama Martinique memiliki gunung berapi aktif, Gunung Pelee. Gunung ini terdiri dari banyak lapisan abu vulkanik yang sudah mengeras dan mengandung lava padat.

Gunung Pelee pernah menghancurkan sebuah kota karena letusan dahsyatnya pada 1902 adalah Saint-Pierre. Meskipun begitu, Gunung Pelee tetap ramah pendaki karena menyediakan jalur pendakian. Simak fakta lebih lanjut soal Gunung Pelee.

1. Proses terbentuknya Gunung Pelee

Gunung Peele
Gunung Peele (commons.wikimedia.org/Ze Moudong)

Menurut analisa para ilmuwan, tahap awal terbentuknya Gunung Pelee terbentuk karena zona subdiksi di mana ketika Lempeng Amerika Selatan meluncur di bawah Lempeng Karibia. Proses ini menciptakan garis panjang gunung berapi disebut busur kepulauan.

Awalnya Gunung Pelee membentuk kerucut yang terbentuk dari banyak lapisan lava dan batuan vulkanik yang pecah. Sekitar 100 ribu tahun lalu, Pelee memunculkan kubah lava disebut Morne Macouba, kemudian muncul cekungan besar berbentuk mangkuk, Kaldera.

Di mulai sejak itu lah, sudah mulai muncul letusan yang menciptakan aliran piroplastik, arus gas panas dan puing-puing vulkanik yang bergerak cepat.

Sekitar 25 ribu tahun lalu, sebagian sisi gunung berapi runtuh yang menciptakan tanah longsor vulkanik besar-besaran. Tanah longsor vulkanik ini masih ada hingga sekarang.

2. Kota Saint-Pierre hancur lebur karena letusan Pelee pada abad awal abad 20

Gunung Peele
Gunung Peele (commons.wikimedia.org/Vincent B)

Pada 8 Mei 1902, Saint-Pierre salah satu kota modern pada awal abad 20 di Karibia mengalami hancur lebur akibat letusan Gunung Pelee. Tanda-tanda terlihat mulai dari bau belerang, gempa bumi, kolom asap hitam, ledakan, hujan abu, banjir sungai dan gelombang pasang, jelas kids.kiddle.

Gunung mengeluarkan awan besar berisi abu, lumpur, bebatuan dan gas terbakar membuat langit di atas Saint-Pierre menjadi gelap. Awan berapi dengan suhu sekitar 1000 derajat celcius mampu memporakporandakan seisi kota dan menewaskan banyak korban hampir 30 ribu orang.

Tercatat ada dua puluh dua orang yang selamat dari bencana vulkanik ini: Leon Compere seorang tukang sepatu dan Louis Cyparis yang dikurung di sel pada malam sebelumnya. Selain itu, dua puluh pelaut dinyatakan selamat. Letusan Gunung Pelee di Saint-Pierre pada 1902 adalah peristiwa vulkanik paling mematikan di abad 20.

Pada 16 September 1929, Gunung Pelee meletus lagi. Kali ini persiapan bencana sudah dipelajari sehingga semua orang di zona bahaya sudah dievakuasi lebih dulu ke tempat aman. Jadi tidak korban jiwa satupun. Letusan tahun 1929 membentuk kubah lava baru di Kaldera Etang Sec, namun letusan ini tidak seganas versi di tahun 1902.

3. Terdapat hutan di Gunung Pelee yang dilestarikan

Gunung Peele
Gunung Peele (commons.wikimedia.org/Jean & Nathalie)

Di Gunung Pelee terdapat hutan dengan luas lebih dari 2000 hektar. Hutan Gunung Pelee diklasifikasikan sebagai Cagar Alam Integral. Pada 2019, hutan Gunung Pelee masuk ke dalam National Network Execptional Forest untuk dilestarikan flora dan faunanya di sana. Hutan ini masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.

4. Jalur pendakian Gunung Pelee

Gunung Peele
Gunung Peele (commons.wikimedia.org/Jurassi)

Kamu bisa mendapatkan akses beberapa jalur pendakian yang populer di kalangan pendaki. Pertama, jalur setapak dari tempat parkir Aileron memberikan pendaki akses menuju ke puncak gunung. Jalur Aileron dikenal dengan curamnya: jalurnya terjal dan berbatu. Pendakian memakan waktu sekitar 4 jam.

Kedua, jalur Mone Macouba yang berada di hutan hujan dan lahan pertanian seperti perkebunan pisang dan tebu. Pendakian hingga ke puncak memakan waktu 4 jam. Ketiga, jalur Grande Savane berada di lembah subur yang terletak di sisi gunung. Hanya memakan waktu 2 jam pendakian, lho.

Sebenarnya setelah terkena letusan pada 1902 dan beberapa letusan setelahnya, kota Saint-Pierre belum dibangun sepenuhnya. Namun sudah ada beberapa desa kecil yang baru muncul. Letusan Gunung Pelee sebenarnya salah satu yang berbahaya. Apa kamu mau mencoba mendaki gunungnya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More