Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Fakta Korps Marinir AS, Pasukan Spesialis Pendaratan Amfibi
potret pasukan Marinir AS bersama kendaraan pendarat amfibi AAVP-7A1 dalam sebuah latihan pendaratan pantai (commons.wikimedia.org/Cpl. Theodore W. Ritchie)
  • Korps Marinir AS, berdiri sejak 1775, dikenal sebagai pasukan elit dengan spesialisasi pendaratan amfibi dan telah terlibat dalam lebih dari 300 operasi pantai di berbagai konflik besar dunia.
  • Unit Ekspedisi Marinir (MEU) berfungsi sebagai pasukan reaksi cepat dengan kekuatan hingga 4.400 personel, siap dikerahkan untuk misi tempur atau kemanusiaan di berbagai wilayah global.
  • Selain kemampuan tempurnya yang tangguh, Korps Marinir AS juga memiliki United States Marine Band, organisasi musik profesional tertua di AS yang rutin tampil di acara kenegaraan Gedung Putih.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ketegangan imbas konflik militer besar antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran di Timur Tengah masih belum menunjukkan penurunan eskalasi meskipun pihak-pihak yang bertikai telah menyetujui gencatan senjata selama 2 minggu. Selain alutsista jet tempur udara dan kapal-kapal perang, militer AS juga diketahui menyiagakan pasukan tempur reaksi cepatnya di kawasan tersebut, salah satunya adalah Korps Pasukan Marinir AS.

USMC (United States Marine Corps) atau Korps Pasukan Marinir AS adalah salah satu pasukan paling terkenal dalam tubuh militer AS yang didirikan di tahun 1775 silam. Pasukan yang memiliki motto dalam bahasa Latin: "Semper Fidelis" ("Always Faithfull"), ini dikenal sebagai pasukan yang tangguh di medan pertempuran dan memiliki spesialisasi dalam operasi pendaratan amfibi dan perebutan pantai musuh. Menurut laman Britannica, dalam sejarahnya pasukan Marinir AS telah melakukan lebih dari 300 pendaratan di pantai musuh dan berpartisipasi dalam konflik militer yang melibatkan kekuatan laut AS sejak tahun 1775.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai salah satu unit pasukan tempur tertua militer AS ini? Simak lima fakta menariknya berikut ini, yuk!

1. Pasukan yang terlibat dalam berbagai pertempuran besar AS

potret ikonik pasukan Marinir AS menaikkan bendera AS di atas Gunung Suribachi, pada perebutan Pulau Iwo Jima dari tangan Jepang di tahun 1945 (commons.wikimedia.org/Joe Rosenthal)

Korps pasukan Marinir AS adalah salah satu pasukan yang telah terlibat dalam berbagai pertempuran yang melibatkan kekuatan laut AS sejak masa lalu hingga masa modern saat ini. Dilansir Business Insider, terdapat 10 pertempuran heroik dan terpenting bagi sejarah pasukan Marinir AS ini, diantaranya di era Perang Dunia (PD) II ketika AS merebut Pulau Iwo Jima yang dipertahankan secara brilian oleh Jenderal AD Jepang, Tadamichi Kuribayashi. Iwo Jima menjadi salah satu tempat pertempuran paling sulit dan tangguh bagi Marinir AS. Terdapat 2 film epik di tahun 2006 yang mengisahkan pertempuran tersebut karya sutradara Client Eastwood, yakni dari sudut pandang AS, "Flags of Our Fathers" dan dari sudut pandang Jepang "Letters from Iwo Jima".

Untuk abad ke-21, rangkaian pertempuran di Irak pada operasi militer yang dimulai pada tahun 2003 silam untuk menggulingkan rezim Saddam Hussein dengan tuduhan kepemilikan senjata pemusnah massal yang tak terbukti , menjadi salah satu pertempuran terberat bagi Marinir AS. Pada pertempuran di tahun 2004 di sebuah kota di Irak yang dikenal dengan "Battle of Fallujah" , pasukan Marinir AS terlibat dalam pertempuran perkotaan paling mematikan yang menandai momen penting bagi pasukan Marinir AS dalam era peperangan modern.

2. Unit ekspedisinya adalah pasukan reaksi cepat

Menurut laman resmi The United States Marine Corps, pasukan Marinir AS memilliki unit ekspedisi yang dapat dengan segera dikerahkan ke medan pertempuran yang dikenal dengan nama Marine Expeditionary Unit (MEU) atau Unit Ekspedisi Marinir. Setiap Unit Ekspedisi Marinir adalah pasukan reaksi cepat yang selalu siap terjun ke tempat terjadinya krisis baik untuk misi tempur maupun misi penanggulangan bencana. Kekuatan setiap Unit Ekspedisi Marinir sekitar 2.200 personel untuk masa damai hingga 4.400 personel pada masa perang dan biasanya dipimpin perwira berpangkat Kolonel. Unit Ekspedisi Marinir dan peralatannya diangkut oleh kapal serbu amfibi dan kapal gugus tempurnya.

Terdapat 7 Unit Ekspedisi Marinir yang terbagi di beberapa wilayah: Unit Ekspedisi Marinir West Coast dengan daerah operasi di Pasifik Barat dan Samudra Hindia, yakni: Unit Ekspedisi Marinir ke-11, 13 dan 15. Unit Ekspedisi Marinir East Coast dengan daerah operasi di Samudra Atlantik dan Laut Mediterania, yakni: Unit Ekspedisi Marinir ke-22, 24 dan 26 dan terakhir Unit Ekspedisi Marinir di Jepang yang memiliki daerah operasi di wilayah Pasifik, yakni: Unit Ekspedisi Marinir ke-31. Saat ini Unit Ekspedisi Marinir ke-11 dan ke-31 diketahui dikerahkan ke Timur Tengah.

3. Didukung alutsista pendukung pendaratan pasukan yang mumpuni

Marinir AS mengoperasikan jet tempur generasi ke-5, F-35 varian B yang memiliki kemampuan lepas landas dan mendarat secara vertikal seperti helikopter (commons.wikimedia.org/Cpl. Tyler Harmon)

Salah satu operasi militer paling berbahaya adalah operasi pendaratan di pantai musuh yang membutuhkan sejumlah alutsista pendaratan yang mumpuni untuk membawa dan melindungi pasukan pendarat hingga ke garis pantai. Operasi pendaratan amfibi merupakan salah satu operasi militer penting dalam pertempuran untuk menguasai pantai musuh dan membuat pangkalan pijak untuk persiapan masuknya pasukan infanteri darat dalam jumlah yang lebih besar yang akan mengakhiri sebuah peperangan.

Dilansir dari laman United States Naval Academy, pasukan Marinir AS didukung oleh alutsista yang mumpuni untuk melakukan pendaratan dan penyerbuan amfibi baik melalui kendaraan lapis baja amfibi yang meluncur dari kapal angkut di lepas pantai ke garis pantai hingga alat transportasi melalui udara yang diterbangkan dari geladak kapal serbu amfibi, seperti helikopter angkut dan armada unik tiltrotor MV-22B Osprey. Untuk perlindungan jarak dekat gerak maju pasukan di darat, pasukan Marinir AS mengoperasikan helikopter serang Bell AH-1Z Viper. Unit aviasi tempur Marinir AS juga mengoperasikan jet tempur generasi ke-5, F-35B yang memiliki kemampuan lepas landas dan mendarat secara vertikal (Vertical Short Take Off Landing /VSTOL).

4. Marching bandnya merupakan organisasi musik profesional tertua di AS

potret The United States Marine Band, yang merupakan organisasi musik profesional tertua di AS (commons.wikimedia.org/USMC)

Salah satu fakta menarik dari Korps Marinir AS ini adalah memiliki unit Marching Band yang bernama United States Marine Band yang merupakan organisasi musik profesional tertua di militer AS dan juga di negara AS. Sebagaimana dituliskan dalam laman resmi The United States Marine Corps, United States Marine Band yang didirikan berdasarkan Undang-Undang Kongres pada tahun 1798 adalah organisasi musik profesional tertua di AS yang memiliki misi unik untuk menyediakan musik bagi Presiden AS dan komandan Korps Marinir.

Marching band Marinir AS tersebut dijuluki sebagai “The President’s Own” dan memiliki hak istimewa untuk tampil di semua acara kenegaraan di Gedung Putih. Selain Marching Band, dalam perkembangannya Marinir AS juga memiliki kelompok Orkestra yang dikenal dengan Marine Chamber Orchestra, yang selalu tampil dalam jamuan makan kenegaraan dan acara-acara penting nasional. Para musisi Marine Chamber Orchestra tampil di Gedung Putih sekitar 200 kali setiap tahunnya. Baik Marine Band dan Marine Chamber Orchestra merupakan duta perwakilan dari warisan kekayaan dan keragaman musik Amerika.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team