Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Fakta Lalat Bot, Menjadi Parasit bagi Hewan dan Manusia
Lalat bot (commons.wikimedia.org/G. Kothe-Heinrich)
  • Lalat bot adalah serangga parasit dari famili Oestroidae yang menyerang hewan dan manusia melalui larva yang menempel di kulit atau saluran tubuh inangnya.
  • Siklus hidupnya dimulai dari telur yang diletakkan pada serangga lain sebagai inang perantara, lalu berkembang menjadi larva, pupa, hingga lalat dewasa dengan masa hidup singkat.
  • Infeksi larva menyebabkan luka, bengkak, dan gatal pada manusia serta gangguan serius pada hewan ternak; pencegahan dilakukan dengan menjaga kebersihan dan penggunaan insektisida ramah lingkungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lalat bot adalah serangga parasit menjadi salah satu momok menakutkan bagi manusia dan hewan. Filum arthropoda, class insect, ordo diptera dan termasuk famili oestroidae. Lalat bot dewasa lebih jarang ditemukan daripada larva yang berbentuk seperti ulat.

Lalat bot lebih unik dari segi reproduksi dibandingkan serangga kebanyakan. Sebab, betina menempelkan telur pada serangga lain seperti nyamuk atau lalat lainnya. Ketika betina lalat bot hinggap di kulit manusia dan hewan, telurnya akan menetas dan larvanya melengket di kulit atau jadi parasit.

Simak lebih lanjut untuk mengetahui berbagai fakta terutama efek parasit terhadap manusia dan hewan ini.

1. Jenis lalat bot

Lalat bot (commons.wikimedia.org/Geoff Gallice)

Dilansir Missouri Department of Conservation, secara umum, lalat bot itu gemuk mirip lebah dengan kepala bulat. Mereka memiliki sepasang sayap, antena kecil, mata yang besar dan sepasang struktur benjolan.

Lalat bot terdiri dari berbagai jenis meliputi: lalat bot rusa di mana betinanya melemparkan larva baru menetas ke lubang hidung rusa atau elk. Larva bot tikus dengan ciri larvanya memparasit tikus dan kelinci.

Lalat bot kuda mencakup 4 spesies asli Eropa yang sekarang tersebar ke seluruh dunia. Betina nya menjatuhkan larvanya untuk menyasar kuda, bagal dan keledai. Lalat bot hidung domba di mana larva menyerang domba.

2. Siklus kehidupan sang serangga

Lalat bot (commons.wikimedia.org/Katja Schulz)

Hasil perkawinan jantan dan betina menelurkan 300 butir telur biasanya pada serangga: nyamuk, lalat rumah dan kutu berperan sebagai inang perantara ditaruh di bawah sayap lalat dan nyamuk.

Tahap setelah telur adalah larva. Sesaat bertransformasi menjadi tahapan berikutnya, larva berganti kulit dan keluar dari tubuh inang. Setelah larva menjadi pupa dan kemudian menjadi lalat dewasa. Lalat bot dewasa masa hidupnya singkat karena tidak mampu makan.

3. Efek kepada manusia dan hewan saat lalat bot menghampiri

Potret efek dari infeksi larva lalat bot (commons.wikimedia.org/Geoff Gallice)

Sebelumnya menyinggung bahwa lalat dewasa tidak bisa makan. Jadi mereka bisa makan saat masih menjadi larva. Larva memakan dengan cara menyerap nutrisi dan cairan tubuh inang menggunakan mulut di bawah permukaan kulit inangnya.

Pada hewan ternak, lalat bot menjadi hama berbahaya. Mereka dapat melukai hewan ternak dan menghambat sistem pernapasan. Pada kuda, efek infeksi larva dapat menyebabkan peradangan dan tukak.

Kulit tikus dan kelinci menjadi benjol dan bengkak akibat parasit larva. Larva yang menyerang rusa dan domba biasanya mengincar lubang hidungnya. Lama kelamaan larva di dalam lubang hidung menjadi belatung yang berkembang di rongga hidung dan sinus.

Pada manusia, efek dari infeksi larva adalah rasa sakit, bengkak dan gatal luar biasa. Larva tidak secara langsung menempel pada manusia, melainkan menggunakan inang perantara seperti nyamuk dan kutu yang menghinggapi manusia. Sebenarnya kasusnya juga jarang terjadi.

4. Cara mencegah serangan lalat bot

Lalat bot (commons.wikimedia.org/Amelia Tauber)

Untuk mencegah parasit lalat bot (larva) atau serangan betina dengan menaruh larvanya, pastikan lingkungan bersih untuk mengurangi populasi inang perantara.

Hindari penumpukan sampah organik tempat bersarangnya serangga. Manfaatkan insektisida ramah lingkungan untuk melindungi hewan peliharaan mu yang rawan menjadi inang dari larva.

Jika larva sudah terlanjur menempel di kulit, gunakan alat penyedot racun dari kotak P3K untuk menyedot larva dari kulit. Pemberian dosis dengan avermectin antiparasit yang membuat larva muncul secara spontan.

Cara termudah untuk menghindari serangan lalat bot adalah jangan ke tempat mereka tinggal. Namun lebih praktis lagi, semprotkan anti serangga. Mengenakan topi dan baju serta celana panjang membantu meminimalkan paparan kulit.

Lalat bot tersebar di sebagian wilayah dunia seperti Amerika Utara, Tengah dan Selatan. Selain itu tersebar di Eropa, Afrika dan Australia. Di Indonesia, lalat bot tidak ditemukan secara alami ya. Jadi tidak perlu khawatir.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article