Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Hewan yang Memiliki Cangkang Kuat, Bantu Bertahan Hidup!
ilustrasi kura-kura (pexels.com/Doğan Alpaslan Demir)
  • Kura-kura memiliki cangkang tulang berlapis keratin yang menyatu dengan tubuh; banyak spesies menarik kepala, kaki, dan ekor ke dalamnya saat terancam.
  • Penyu memakai karapas kuat dan ramping untuk melindungi organ vital sekaligus mengurangi hambatan air, mendukung perjalanan migrasi jauh di lautan.
  • Kelomang berganti cangkang bekas siput sesuai pertumbuhan, sedangkan abalon mengandalkan cangkang kalsium karbonat berlapis untuk menahan benturan, ombak, dan predator.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di alam liar, setiap hewan biasanya memiliki cara tersendiri untuk memproteksi diri dari berbagai ancaman beda atau kondisi lingkungan yang dikenal keras. Salah satu cara untuk mempertahankan diri adalah dengan memiliki cangkang keras yang berfungsi untuk memproteksi tubuh dari berbagai risiko bahaya.

Cangkang tidak hanya berperan sebagai perisai, namun juga bisa membantu beberapa hewan untuk menjaga kelembapan tubuh, menopang struktur fisik, dan juga meningkatkan peluang untuk bertahan hidup. Dikarenakan proses evolusi yang sudah berlangsung selama jutaan tahun, maka sejumlah spesies sudah mengembangkan cangkang yang kuat dan mampu menahan tekanan atau bahkan serangan dari predator.

1. Kura-kura

ilustrasi kura-kura (pexels.com/@roger-brown)

Kura-kura merupakan salah satu hewan bercangkang paling terkenal di dunia dengan pelindung tubuh yang sangat kokoh. Pada umumnya cangkang yang dimiliki kura-kura tersusun dari tulang yang menyatu dengan tulang rusuk dan juga tulang belakang, kemudian dilapisi dengan keratin yang membuat cangkang tersebut semakin kuat terhadap segala bentuk benturan.

Pada saat harus menghadapi ancaman, banyak spesies kura-kura yang akan menarik kepala kaki, dan ekornya ke bagian dalam cangkang untuk mengurangi risiko terluka. Strategi pertahanan ini sangat efektif dalam menghadapi berbagai predator yang ada, terutama mamalia dan juga burung pemangsa.

2. Penyu

ilustrasi penyu (unsplash.com/Randall Ruiz)

Penyu memiliki cangkang yang kuat, sekaligus ramping agar tetap efisien pada saat berenang di lautan bebas. Bagian atas cangkangnya yang kerap disebut sebagai karapas, tersusun dari tulang yang menyatu dengan kerangka tubuh dan pada akhir dilapisi dengan sisi keras, sehingga bisa melindungi organ-organ vital dari berbagai benturan atau bahkan gigitan predator.

Bukan hanya sebagai pelindung, bentuk cangkang penyu juga turut membantu dalam mengurangi efek hambatan air pada saat harus berenang dalam jarak yang sangat jauh. Adaptasi ini memungkinkan penyu untuk melakukan migrasi lintas samudra untuk bisa mencari makanan atau bahkan kembali ke pantai tempat mereka bertelur.

3. Kelomang

ilustrasi kelomang (pexels.com/Juan Felipe Ramírez)

Kelomang memiliki tubuh yang lunak, sehingga memang sangat bergantung pada cangkang bekas siput laut sebagai tempat berlindungnya. Berbeda halnya dengan kura-kura atau penyu yang memang memiliki cangkang permanen, kelomang ternyata akan berpindah ke cangkang baru yang jauh lebih besar seiring dengan pertumbuhan tubuhnya.

Kelomang sangat selektif pada saat memilih cangkang karena ukuran, berat, dan kekuatannya akan sangat mempengaruhi peluang untuk bertahan hidup. Memilih cangkang yang terlalu kecil akan membatasi pertumbuhannya, sedangkan cangkang yang terlalu besar justru bisa menghambat pergerakannya.

4. Abalon

ilustrasi abalon (pexels.com/Kindel Media)

Abalon merupakan mollusca laut yang memiliki cangkang sangat keras dan tebal untuk memproteksi tubuhnya yang dikenal lunak. Cangkang tersebut tersusun dari lapisan material kalsium karbonat yang memiliki struktur lapisan, sehingga bisa menyerap dan menyebarkan energi benturan dengan sangat baik.

Bukan hanya kuat, cangkang yang dimiliki abalan juga memiliki permukaan bagian dalam yang terlihat berkilau akibat lapisan nacre atau mutiara. Kombinasi antara kekuatan dan juga struktur mikroskopis yang cukup unik ternyata bisa membantu abalon untuk bertahan dari berbagai tekanan ombak atau bahkan serangan Predator laut yang cukup kuat.

Cangkang yang kuat merupakan hasil adaptasi evolusi yang dapat memberikan proteksi ekstra terhadap berbagai spesies hewan. Hewan-hewan di atas menunjukkan bahwa bentuk dan fungsi dari cangkangnya bisa berkembang sesuai dengan kebutuhan habitat masing-masing. Keanekaragaman tersebut menjadi bukti bahwa alam telah menciptakan berbagai strategi luar biasa agar makhluk hidup bisa beradaptasi dan bertahan di lingkungannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article