Kemampuan bertahan hidup di wilayah dengan iklim ekstrem tentu memerlukan kemampuan adaptasi yang menakjubkan dan hal ini ternyata dimiliki oleh berbagai jenis satwa liar di belahan Bumi utara dan selatan. Salah satu mekanisme pertahanan diri yang paling efektif dari beberapa hewan terhadap paparan udara dingin adalah pemanfaatan lapisan lemak tebal yang terdapat di bagian dalam jaringan tubuh mereka.
Cadangan energi khusus ini ternyata tidak hanya memiliki fungsi sebagai isolator termal yang menahan panas tubuh, namun juga sebagai sumber nutrisi vital ketika pasokan makanan di alam liar sudah mulai terbatas. Memahami keunikan dari adaptasi fisiologis yang ada tentu busa memberikan wawasan yang lebih mendalam terkait betapa luar biasanya strategi bertahan hidup yang diterapkan oleh fauna kutub.
