Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Hewan yang Bisa Merasakan Sinyal Listrik dari Hewan Lain

4 Hewan yang Bisa Merasakan Sinyal Listrik dari Hewan Lain
ilustrasi ikan pari (unsplash.com/fx24)
  • Elektroresepsi memungkinkan hewan, terutama penghuni air, mendeteksi medan listrik untuk menemukan mangsa, mengenali lingkungan, dan berkomunikasi saat penglihatan terbatas.
  • Hiu dan pari memakai ampula Lorenzini untuk menangkap sinyal biologis lemah, sehingga mampu melacak mangsa di air keruh, bawah pasir, atau dasar perairan.
  • Platipus memadukan sinyal listrik dengan gerakan air saat mencari makan, sementara belut listrik juga menghasilkan pelepasan listrik untuk mengindra, bertahan, dan melumpuhkan mangsa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Di alam bebas ternyata ada beberapa hewan yang memiliki kemampuan untuk mendeteksi medan dan sinyal listrik yang dihasilkan oleh makhluk hidup lainnya. Kemampuan yang disebut sebagai elektroresepsi ini dapat membantu hewan tertentu untuk bisa menemukan keberadaan mangsa, mengenali kondisi lingkungan sekitar, hingga berkomunikasi dalam kondisi yang sulit jika hanya mengandalkan penglihatan.

Kemampuan yang ada banyak ditemukan pada hewan yang hidup di air karena air bisa menghantarkan listrik dengan lebih baik daripada udara. Satu hal menarik adalah setiap spesies ternyata memiliki cara yang berbeda-beda untuk memanfaatkan elektroresepsi, mulai dari mendeteksi sinyal listrik yang sangat lemah hingga menghasilkan medan listriknya sendiri.

  1. 1. Hiu

    ilustrasi ikan hiu (pexels.com/Samson Bush)
    ilustrasi ikan hiu (pexels.com/Samson Bush)

    Hiu memiliki organ khusus bernama ampula Lorenzini yang memungkinkan mereka untuk mendeteksi medan listrik yang sangat lemah di sekitarnya. Organ tersebut terdiri dari pori-pori kecil yang saling terhubung dengan saluran berisi gel, sehingga perubahan medan listrik bisa diteruskan menuju reseptor sensorik.

    Elektroresepsi menjadi sangat berguna pada saat jarak pandang relatif rendah seperti pada saat hiu berburu di perairan keruh atau pada saat mangsa berada di bawah pasir. Sinyal listrik tersebut tidak digunakan untuk melihat mangsa secara langsung, namun memberikan petunjuk terkait keberadaan dan juga posisi hewan yang ada di dekatnya secara presisi.

  2. 2. Pari

    ilustrasi ikan pari (pexels.com/W W)
    ilustrasi ikan pari (pexels.com/W W)

    Seperti halnya hiu, ikan pari juga mempunyai ampula Lorenzoni yang sangat sensitif terhadap medan listrik. Organ tersebut sangat memungkinkan ikan pari untuk merasakan sinyal listrik yang dihasilkan oleh aktivitas biologis dari hewan lainnya, bahkan pada saat mangsa tidak terlihat karena tertutup pasir atau berada di dasar perairan.

    Pada saat berburu, ikan pari bisa bergerak mendekati dasar perairan sambil menggunakan elektroresepsi tersebut untuk menemukan organisme yang bersembunyi. Sinyal listrik dari otot dan sistem saraf mangsa dapat memberikan informasi tambahan yang dapat membantu ikan pari untuk menentukan lokasi makanan secara presisi.

  3. 3. Platipus

    Platipus merupakan salah satu mamalia yang memiliki kemampuan elektron resepsi dan kerap menggunakannya untuk mencari makanan di dalam air. Hewan kecil ini memiliki reseptor listrik pada bagian paru yang dapat mendeteksi sinyal listrik sangat kecil dari aktivitas otot mangsa seperti cacing, udang, dan hewan air lainnya.

    Platipus bisa menggabungkan informasi listrik dengan tekanan atau gerakan air untuk menentukan lokasi mangsa yang ada di sekitarnya. Sistem ini sangat memungkinkan mereka untuk mencari makanan walaupun diisi air membuat penglihatannya menjadi kurang efektif.

  4. 4. Belut listrik

    ilustrasi belut listrik (unsplash.com/David Clode)
    ilustrasi belut listrik (unsplash.com/David Clode)

    Belut listrik memiliki kemampuan yang sangat unik karena tidak hanya bisa mendeteksi medan listrik, namun juga mampu menghasilkan medan listrik di sekitarnya. Organ listriknya bisa menghasilkan pelepasan listrik yang digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk membantu dalam menemukan objek dan mendeteksi lingkungan pada saat jarak pandang yang relatif terbatas.

    Kemampuan ini memiliki peran sangat penting dalam berinteraksi dengan hewan lain dan menjadi bagian penting dari strategi bertahan hidupnya. Pelepasan listrik yang lebih kuat seolah digunakan untuk melumpuhkan atau mengganggu mangsa, sedangkan sinyal listrik yang lebih lemah bisa membantu proses penginderaannya.

    Elektroresepsi menunjukkan betapa beragamnya cara hewan dalam mengenali kondisi di sekitarnya dan menemukan sumber makanan. Hewan-hewan di atas memang memiliki kemampuan dengan mekanisme dan fungsi yang berbeda sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Kemampuan mendeteksi sinyal listrik menjadi salah satu contoh adaptasi unik yang membantu hewan untuk bertahan hidup di habitatnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More