Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Hewan yang Selalu Kembali ke Tempat Kelahirannya

4 Hewan yang Selalu Kembali ke Tempat Kelahirannya
ilustrasi penyu (pexels.com/Maria Isabella Bernotti)
Intinya Sih
  • Natal homing adalah perilaku hewan kembali ke lokasi kelahiran untuk berkembang biak atau melanjutkan siklus hidup, didukung insting, memori, penciuman, dan deteksi medan magnet Bumi.
  • Penyu laut kembali ke pantai tempat menetas setelah puluhan tahun, sedangkan salmon pulang dari laut ke sungai asal dengan mengenali komposisi kimia air.
  • Burung layang-layang dan anjing laut gajah menempuh ribuan kilometer menuju lokasi asal untuk berkembang biak, memanfaatkan Matahari, medan magnet, serta petunjuk lingkungan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Alam menyimpan banyak fenomena luar biasa yang masih terus dipelajari oleh para ilmuwan hingga saat ini. Salah satunya adalah kemampuan dari beberapa spesies hewan untuk bisa kembali ke tempat kelahirannya setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh, bahkan mencapai hingga ribuan kilometer melintasi daratan, laut, hingga udara.

Kemampuan yang ada memang dikenal sebagai natal homing, yaitu perilaku hewan yang kembali ke lokasi tempat mereka dilahirkan untuk berkembang biak atau melanjutkan siklus hidupnya. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kemampuan ini sebetulnya didukung oleh kombinasi antara insting memori, penciuman, dan kemampuan dalam mendeteksi medan magnet Bumi yang sangat kompleks.

1. Penyu laut

ilustrasi penyu (unsplash.com/Randall Ruiz)
ilustrasi penyu (unsplash.com/Randall Ruiz)

Penyu laut merupakan salah satu contoh paling terkenal dari hewan yang kembali ke pantai tempat mereka menetas. Setelah menghabiskan waktu puluhan tahun untuk menjelajahi lautan dan mencapai usia dewasa, maka penyebutan nantinya akan kembali ke pantai kelahirannya untuk bertelur.

Selain mengandalkan medan magnet, penyu diduga menggunakan adanya petunjuk lingkungan, seperti arus laut dan karakteristik garis pantai untuk bisa menyempurnakan navigasinya.. Kemampuan ini sebetulnya merupakan hasil adaptasi evolusi yang dapat memungkinkan penyu untuk berkembang biak di lokasi yang cocok untuk mendukung keberlangsungan hidup dari anak-anaknya.

2. Ikan salmon

ilustrasi ikan salmon (pixabay.com/BarbaraJackson)
ilustrasi ikan salmon (pixabay.com/BarbaraJackson)

Ikan salmon memiliki siklus hidup yang unik karena lahir di sungai air tawar kemudian akan bermigrasi ke laut selama beberapa tahun sebelum akhirnya kembali ke sungai asalnya untuk berkembang biak. Perjalanan pulang tersebut ternyata mencapai ratusan hingga ribuan kilometer dengan melewati arus deras, air terjun, dan juga berbagai rintangan alami lainnya.

Penelitian menunjukkan bahwa salmon memiliki kemampuan penciuman yang sangat tajam, sehingga bisa mengenali komposisi kimia yang khas dari sungai tempat mereka dilahirkan. Aroma unik yang ada juga berfungsi sebagai penanda yang membantu ikan untuk menemukan jalur pulang, walau sudah lama meninggalkan habitat asalnya.

3. Burung layang-layang

ilustrasi burung layang-layang
ilustrasi burung layang-layang (nvbirdalliance.org)

Ada beberapa spesies burung layang-layang yang diketahui memiliki kebiasaan untuk kembali ke lokasi yang sama setiap musim berkembang biak. Setelah bermigrasi melintasi benua dengan jarak ribuan kilometer, maka burung-burung ini nantinya akan menemukan kembali wilayah asalnya dengan tingkat ketepatan yang sangat tinggi.

Para ilmuwan memperkirakan bahwa burung layang-layang memanfaatkan kombinasi antara posisi Matahari, pola bintang, medan magnet Bumi, serta penanda visual yang ada di permukaan bumi untuk bisa menentukan arah penerbangan. Selain itu, kemampuan mengingat lokasi juga merupakan bagian penting dalam membantu mereka menemukan tempat yang pernah dihuni sebelumnya.

4. Anjing laut gajah

ilustrasi anjing laut gajah
ilustrasi anjing laut gajah (abc.net.au)

Anjing laut gajah ternyata menghabiskan hampir sebagian besar hidupnya di lautan terbuka untuk mencari makan, namun pada akhirnya justru akan kembali ke pantai tempat mereka dilahirkan pada saat musim kawin dan berkembang biak mulai tiba. Perjalanan yang ditempuh bisa mencapai ribuan kilometer melintasi Samudra sebelum pada akhirnya mencapai koloni asal dengan tingkat ketepatan yang luar biasa.

Walau mekanisme navigasinya masih terus diteliti, namun para ilmuwan menduga bahwa anjing laut gajah menggunakan kombinasi medan magnet Bumi, posisi Matahari, dan berbagai petunjuk lingkungan di lautan titik kemampuan tersebut memungkinkan mereka untuk bisa bernavigasi di wilayah yang sangat luas tanpa tersesat walau tidak memiliki penanda visual yang jelas.

Kemampuan kembali ke tempat kelahiran merupakan salah satu contoh adaptasi luar biasa yang dimiliki oleh spesies hewan. Dengan memanfaatkan berbagai hal yang ada, maka mereka bisa menempuh perjalanan yang sangat jauh demi melanjutkan siklus hidupnya. Fenomena ini bukan hanya menunjukkan kecanggihan sistem navigasi pada hewan, namun mengingatkan Pentingnya menjaga habitat alami agar siklus kehidupan mereka tetap berlangsung hingga di masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More