5 Fakta Ayuthia spectabile, si Tonggeret Putih dari Hutan Asia

- Ayuthia spectabile adalah satu-satunya spesies dalam genus Ayuthia, bagian dari famili Cicadidae, yang dideskripsikan entomolog William Lucas Distant pada 1919.
- Tonggeret ini dikenal sebagai Milky Cicada atau White Ghost Cicada berkat dua pasang sayap putih krem, agak tembus cahaya, dengan urat cokelat muda.
- Permukaan sayapnya memiliki nanopilar yang diteliti terkait aktivitas bakterisidal; spesies ini tercatat tersebar di Thailand, Vietnam, dan Semenanjung Malaysia.
Ayuthia spectabile merupakan spesies tonggeret dari famili Cicadidae yang memiliki penampilan yang sangat berbeda dari kebanyakan tonggeret. Serangga ini dikenal karena sayapnya yang berwarna putih krem dan agak tembus cahaya sehingga membuatnya tampak seperti serangga dari dunia fantasi. Persebarannya tercatat di beberapa wilayah Asia Tenggara, termasuk Thailand, Vietnam, dan Semenanjung Malaysia.
Di balik penampilannya yang unik, Ayuthia spectabile juga memiliki sejumlah keistimewaan yang menarik untuk dipelajari. Spesies ini menjadi satu-satunya anggota genus Ayuthia dan bahkan pernah menjadi objek penelitian mengenai struktur nano pada permukaan sayapnya. Berikut 5 fakta menarik Ayuthia spectabile, si tonggeret putih dari hutan Asia.
1. Merupakan satu-satunya spesies dalam genus ayuthia

Ayuthia spectabile memiliki posisi taksonomi yang unik karena merupakan satu-satunya spesies yang diketahui dalam genus Ayuthia. Mengutip Global Biodiversity Information Facility, genus tersebut dideskripsikan oleh entomolog Inggris William Lucas Distant pada tahun 1919, bersamaan dengan deskripsi spesies ini. Dalam klasifikasi modern, Ayuthia termasuk ke dalam famili Cicadidae dan kelompok tonggeret yang dikenal sebagai Ayuthiini.
Status sebagai satu-satunya anggota genus membuat Ayuthia spectabile cukup menarik dari sudut pandang taksonomi. Keberadaan satu spesies dalam suatu genus berarti karakteristik genus tersebut pada dasarnya diwakili oleh spesies ini saja. Hal tersebut membuat penelitian terhadap Ayuthia spectabile juga penting untuk memahami keragaman dan hubungan evolusioner kelompok tonggeret Asia.
2. Memiliki sayap putih krem yang menjadi ciri khas

Penampilan Ayuthia spectabile menjadi salah satu hal yang paling mudah menarik perhatian. Dilansir Cicada Mania, kedua pasang sayapnya memiliki warna putih krem atau seperti susu dengan pola urat berwarna cokelat muda, sementara beberapa bagian tertentu memiliki tanda berwarna lebih gelap. Kombinasi warna tersebut membuat sayapnya tampak puncak dan agak tembus cahaya ketika terkena cahaya.
Ciri tersebut pula yang membuat spesies ini dikenal dengan nama umum Milky Cicada atau White Ghost Cicada. Sayapnya yang berwarna pucat memberikan kesan seperti tubuh serangga yang muncul dari kabut atau bayangan. Berbeda dari banyak tonggeret yang memiliki sayap transparan dengan urat lebih menonjol, Ayuthia spectabile memiliki tampilan sayap yang jauh lebih putih dan khas.
3. Memiliki struktur nano pada permukaan sayap

Keunikan Ayuthia spectabile tidak berhenti pada warna sayapnya. Para peneliti menggunakan mikroskop elektron dan mikroskop gaya atom untuk mempelajari permukaan sayap spesies ini dan menemukan struktur yang sangat kecil berupa nanopilar yang tersusun relatif seragam. Mengutip Nanomaterials, struktur tersebut berada pada skala nanometer sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.
Struktur nano pada sayap tonggeret ini kemudian diteliti kaitannya dengan kemampuan membunuh bakteri atau sifat bakterisidal permukaan. Penelitian terhadap Ayuthia spectabile bersama spesies tonggeret lain menunjukkan adanya hubungan antara karakteristik nanostruktur permukaan sayap dan aktivitas bakterisidal. Temuan tersebut menarik perhatian karena struktur alami seperti ini dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan material dengan permukaan yang mampu menghambat atau membunuh bakteri.
4. Berasal dari kawasan Asia Tenggara

Ayuthia spectabile merupakan tonggeret yang persebarannya berada di Asia Tenggara. Dilansir Cicada Mania, catatan keberadaannya mencakup Thailand, Vietnam, dan Semenanjung Malaysia, sehingga spesies ini dapat ditemukan di beberapa negara yang memiliki ekosistem tropis di kawasan tersebut. Salah satu dokumentasi spesies ini, misalnya, berasal dari kawasan Perak di Malaysia.
Persebaran tersebut juga menarik jika dikaitkan dengan nama genusnya. Ayuthia berasal dari nama Ayuthia atau Ayutthaya, kota bersejarah di Thailand yang pernah menjadi pusat penting Kerajaan Siam. Dengan demikian, nama ilmiahnya memiliki hubungan langsung dengan sejarah dan geografi kawasan tempat spesies ini ditemukan.
5. Nama genusnya terinspirasi dari ayutthaya

Nama Ayuthia bukanlah nama yang dipilih secara kebetulan. World Auchenorrhyncha Database mencatat bahwa nama genus tersebut berasal dari Ayuthia atau Ayutthaya, sebuah kota bersejarah di Thailand yang pernah menjadi ibu kota Kerajaan Siam. Kota tersebut didirikan oleh Raja Ramathibodi pada abad ke-14 dan kemudian berkembang menjadi pusat politik serta perdagangan penting.
Pemilihan nama tersebut memberikan sentuhan menarik pada identitas ilmiah Ayuthia spectabile. Nama genusnya sekaligus menjadi pengingat bahwa penelitian mengenai keanekaragaman hayati sering kali memiliki hubungan erat dengan sejarah dan geografi suatu wilayah. Bagi spesies yang penampilannya sudah begitu unik, asal-usul namanya membuat Ayuthia spectabile semakin menarik untuk dikenali.
Ayuthia spectabile merupakan tonggeret yang tidak hanya menarik karena sayap putih kremnya, tetapi juga karena keunikan taksonomi dan struktur nano pada permukaan tubuhnya. Persebarannya di Asia Tenggara serta nama genus yang terinspirasi dari Ayutthaya menunjukkan hubungan menarik antara keanekaragaman hayati, geografi, dan sejarah. Keberadaan struktur nano pada sayapnya bahkan membuka peluang bagi penelitian material terinspirasi alam yang dapat dikembangkan lebih jauh di masa depan.




















