5 Alasan Ilmiah Orang Bisa Jatuh Cinta pada Pandangan Pertama

1. Perasaan cinta terjadi karena adanya reaksi kimia di otak

unsplash.com/Oana Craciun Ketika sedang jatuh cinta, sebenarnya ada reaksi kimiawi yang terjadi di otak dan menciptakan perasaan hangat dan berbunga-bunga. Dikutip dari laman Huffington Post, otak menciptakan dopamin dan serotonin, seperti otak seseorang yang sedang mengonsumsi heroin. Karena bahan kimia tersebut, kamu mungkin akan langsung merasakan keterikatan dengan seseorang begitu melihatnya.2. Cinta pada pandangan pertama sebenarnya bisa jadi ilusi positif yang diciptakan sendiri

unsplash.com/Nathan McBride Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti di University of Groningen mengungkapkan bahwa cinta pada pandangan pertama sebenarnya bisa menjadi "ilusi positif". Artinya, kamu mungkin mengira bahwa kamu jatuh cinta karena merasakan sesuatu. Studi tersebut juga mengungkapkan bahwa kebanyakan orang yang mengalami cinta pada pandangan pertama berakhir dalam hubungan jangka panjang dengan orang tersebut.Hal menarik lainnya yang diungkap dalam penelitian ini adalah membicarakan tentang pertemuan pertama dengan pasangan dan perasaan kalian berdua bisa membuat kamu merasa lebih terhubung dan jatuh cinta kembali.3. Adanya ketertarikan saat melihat seseorang untuk pertama kali

unsplash.com/Nicole Geri Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Neuroscience, para ilmuwan menemukan bahwa fenomena cinta pada pandangan pertama terjadi karena adanya ketertarikan awal. Dalam beberapa detik, bahkan kurang, otak akan tahu apakah ada ketertarikan pada siapa yang dilihatnya.Jadi, apa yang kamu anggap sebagai cinta pada pandangan pertama mungkin sebenarnya merupakan ketertarikan pada pandangan pertama. Ketertarikan instan itu kemudian membuat kamu ingin mengenal orang tersebut dengan lebih dalam.4. Bisa jadi itu adalah ketertarikan pada fisik orang lain

unsplash.com/Milan Popovic Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Psychology Today, orang lebih mungkin melaporkan mengalami cinta pada pandangan pertama dengan orang lain yang dianggap menarik secara fisik. Dalam studi ini, disebutkan bahwa daya tarik yang satu peringkat lebih tinggi membuat adanya peningkatan kemungkinan sembilan kali lebih besar bahwa orang lain akan melaporkan perasaan cinta pada pandangan pertama.
Artinya, bisa jadi perasaan yang selama ini kamu anggap sebagai cinta pada pandangan pertama sebenarnya adalah ketertarikan fisik.5. Orang tersebut mengingatkanmu pada masa lalu

unsplash.com/Toa Heftiba Manusia memiliki kecenderungan menghubungkan fitur wajah dengan karakteristik. Misalnya, saat kamu bertemu dengan seseorang yang wajahnya mirip dengan seseorang dari masa lalu yang tidak kamu sukai, ada kemungkinan kamu juga akan tidak menyukai orang ini. Ini menunjukkan betapa tidak logisnya pikiran bawah sadar.
Nah, ketidaklogisan ini juga yang bisa menyebabkan kamu jatuh cinta pada pandangan pertama. Orang bisa jatuh cinta pada pandangan pertama ketika bertemu dengan seseorang yang mirip seperti seseorang yang pernah dicintai sebelumnya atau memiliki pengaruh positif dalam hidup. Karena orang baru ini terlihat seperti seseorang dari masa lalu memberikan dampak positif untuk kamu, kamu berpikir orang yang baru kenal ini mungkin juga baik untuk kamu, yang kemudian menimbulkan ketertarikan padanya.
Demikianlah penjelasan ilmiah seputar cinta pada pandangan pertama. Apakah kamu sendiri pernah merasakan cinta pada pandangan pertama? Kalau iya, bagi pengalamanmu di kolom komentar, yuk!




















