5 Fakta Kastil Peleș, Istana Bersejarah Neo-Renaissance di Rumania

- Kastil Peleș di kaki Pegunungan Carpathian dibangun Raja Carol I sebagai peristirahatan musim panas pada 1873–1883, lalu penyempurnaannya berlanjut hingga 1914.
- Pada 1884, Peleș menjadi istana pertama di Eropa yang sepenuhnya memakai listrik dari aliran sungai, serta memiliki pemanas sentral dan interior Neo-Renaissance bertema beragam budaya.
- Setelah disita rezim komunis pada 1947 dan dibuka kembali pasca-Revolusi 1989, kepemilikannya kembali ke keluarga kerajaan pada 2007; pengelolaannya tetap bersama pemerintah Rumania.
Kastil Peleș berdiri di kaki Pegunungan Carpathian, Rumania. Bangunan ini dahulu menjadi rumah peristirahatan musim panas Raja Carol I. Uniknya, kastil berpenampilan klasik ini sudah menggunakan listrik mandiri sejak awal berdiri.
Bagian dalamnya menyimpan beragam ruangan berarsitektur khas berbagai belahan dunia. Pengunjung bisa melihat ribuan senjata kuno, perpustakaan berlorong rahasia, hingga ruang kerajaan. Yuk, simak artikel ini untuk menemukan beragam fakta seru seputar Kastil Peleș!
1. Istana peristirahatan raja pertama rumania

Halaman dalam dan mural di Kastil Peleș. (commons.wikimedia.org/Nicubunu) Dilansir Peles National Museum, Raja Carol I mendirikan Kastil Peleș sebagai tempat peristirahatan musim panas di Rumania. Pembangunan utama istana ini berlangsung sejak tahun 1873 hingga selesai pada tahun 1883. Bangunan ini tidak hanya menjadi rumah tinggal, tetapi juga menjadi pusat kegiatan politik dan budaya kerajaan.
Setelah bangunan utama selesai, pengerjaan bagian luar dan dekorasi kastil terus berlanjut hingga tahun 1914. Area teras luar dipercantik dengan berbagai patung, lalu menara pusat juga dilengkapi dengan jam khusus. Seluruh proyek besar ini resmi berakhir ketika Raja Carol I tutup usia pada bulan September 1914.
2. Kastil pertama di eropa yang sepenuhnya menggunakan listrik

Moorish Salon (Salonul Maur) di dalam Kastil Peleș. (commons.wikimedia.org/Carol I of Romania) Tampilan luar Kastil Peleș memang terlihat seperti bangunan klasik. Meski begitu, bagian dalam bangunan ini sebenarnya sangat modern dan tergolong canggih pada masanya. Kastil ini bahkan sudah memiliki sistem pemanas sentral untuk menjaga suhu ruangan tetap hangat.
Dilansir Romania Tourism, kemodernan kastil ini makin terbukti saat sistem kelistrikan resmi dipasang pada tahun 1884. Hal ini menjadikan Peleș sebagai istana pertama di Eropa yang sepenuhnya menggunakan tenaga listrik. Hebatnya lagi, pasokan listrik tersebut dibuat sendiri menggunakan aliran air sungai yang mengalir di dekat kastil.
3. Bangunan bergaya neo-renaissance

Aula Kehormatan (Hall of Honour) di dalam Kastil Peleș. (commons.wikimedia.org/Jorge Franganillo) Secara fungsi utama, Peleș sebenarnya adalah sebuah istana megah, meskipun orang-orang lebih sering menyebutnya sebagai kastil. Pembangunannya melibatkan tangan dingin beberapa arsitek ternama seperti Johannes Schultz, Carol Benesch, Émile André Lecomte du Noüy, hingga Karel Liman. Perpaduan ide mereka melahirkan gaya Neo-Renaissance yang sangat cantik di setiap sudut bangunan.
Dilansir Transylvanian Inn, bagian dalam istana ini dihiasi oleh deretan ruangan tematik yang mengusung budaya dari berbagai penjuru dunia. Contohnya seperti Aula Kehormatan yang unik karena atap kacanya bisa digeser untuk melihat pemandangan langit. Ada juga perpustakaan kerajaan yang menyimpan banyak buku langka dan memiliki pintu rahasia tersembunyi.
Koleksi di dalamnya pun tak kalah memukau, mulai dari ribuan baju zirah kuno hingga ruang seni bergaya Timur Tengah. Tempat ini juga memanjakan para pencinta musik lewat aula teater mewah dan ruang konser berinstrumen langka. Kombinasi interior yang mewah dan bernilai sejarah tinggi ini makin mempertegas keanggungan Kastil Peleș.
4. Sempat disita oleh rezim komunis

Ruang Florentine (Sala Florentină) di dalam Kastil Peleș. (commons.wikimedia.org/Carol I of Romania) Nasib Kastil Peleș berubah drastis setelah monarki Rumania dihapuskan dan Raja Michael I dipaksa turun takhta pada tahun 1947. Dilansir Transylvanian Inn, rezim komunis kemudian menyita seluruh properti kerajaan tersebut dan resmi mengubahnya menjadi museum pada tahun 1953. Sayangnya, akses bagi masyarakat umum mulai dibatasi secara ketat.
Diktat Nicolae Ceaușescu bahkan sempat memerintahkan penutupan total kompleks kastil untuk dijadikan kediaman khusus. Kendati demikian, ketakutan akan kerusakan membuat bangunan ini jarang sekali dipakai secara aktif oleh penguasa saat itu. Kunjungan ke dalam kastil selama masa rezim komunis pun jadi sangat terbatas dan dijaga ketat.
5. Kembali ke tangan keluarga kerajaan

Apartemen Rococo (khususnya Kamar Tidur Rococo) di dalam Kastil Peleș. (commons.wikimedia.org/Carol I of Romania) Kastil Peleș akhirnya dibuka kembali sebagai museum dan situs warisan budaya untuk umum setelah Revolusi Rumania pada tahun 1989. Dilansir Peles National Museum, status kepemilikan bangunan ini kemudian dikembalikan secara resmi kepada keluarga kerajaan pada tahun 2007 melalui proses hukum yang cukup panjang. Meskipun sudah sah menjadi milik keluarga raja, pengelolaan operasionalnya tetap dijalankan bersama pemerintah Rumania.
Hingga saat ini, kastil tersebut berstatus sebagai lembaga publik yang berada di bawah naungan Kementerian Kebudayaan dan Warisan Nasional. Tempat ini tetap dibuka untuk umum dan menjadi salah satu destinasi wisata sejarah paling populer di Rumania. Kerja sama ini memastikan keindahan dan kelestarian Kastil Peleș terus terjaga dengan baik.
Dari desain bangunannya yang mewah hingga perjalanan sejarahnya yang panjang, Kastil Peleș selalu berhasil memukau banyak orang. Sampai sekarang, Peleș tetap menjadi salah satu tempat bersejarah paling terkenal di dunia.




















