Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Badai Petir Supercell, Awan Raksasa Pemicu Cuaca Ekstrem

4 min read
Badai Petir Supercell, Awan Raksasa Pemicu Cuaca Ekstrem
Badai petir supercell (pexels.com/Alex De Ataide)
  • Badai petir supercell ditandai arus udara naik yang kuat dan berputar akibat geser angin vertikal, sehingga dapat bertahan selama beberapa jam.
  • Arus naik dapat melampaui 160 kilometer per jam, menopang pertumbuhan hujan es besar; ancaman lain mencakup angin kencang, downburst, hujan lebat, dan banjir bandang.
  • Tidak semua supercell memicu tornado; sekitar 30 persen atau kurang yang menghasilkan tornado. Variasi sebaran hujan membuat radar cuaca penting untuk mengenali struktur badai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Badai petir supercell adalah jenis badai yang memiliki struktur awan dan pergerakan udara yang teratur. Ciri utamanya adalah arus udara yang naik sambil berputar dan dapat membuat badai bertahan selama beberapa jam. Badai ini dapat memicu cuaca ekstrem, seperti hujan es berukuran besar, angin kencang, dan tornado.

Supercell sering terlihat sebagai awan raksasa yang menjulang tinggi, tetapi ukurannya bukan satu-satunya ciri penting. Pergerakan angin di berbagai ketinggian, putaran udara di dalam badai, dan sebaran hujan juga memengaruhi karakteristiknya. Lima fakta berikut menjelaskan bagaimana badai petir supercell terbentuk, bertahan, dan dapat menimbulkan bahaya.

  1. 1. Supercell memiliki arus udara naik yang berputar

    Badai petir supercell
    Badai petir supercell (unsplash.com/Joshua Eckl)

    Bukan sekadar awan cumulonimbus yang tampak besar, supercell adalah badai petir dengan arus udara naik yang kuat dan terus berputar. Menurut National Weather Service Amerika Serikat, rotasi yang bertahan lama menjadi ciri utama yang membedakannya dari banyak badai petir lain. Dalam kondisi atmosfer yang mendukung, struktur ini dapat bertahan selama beberapa jam.

    Putaran itu berkaitan dengan perubahan kecepatan atau arah angin pada ketinggian berbeda, yang disebut geser angin vertikal. Perbedaan angin membantu membentuk gerakan berputar, lalu arus naik memperkuat rotasi tersebut. Karena itu, ukuran awan saja tidak cukup untuk mengenali supercell; struktur internalnya lebih menentukan.

  2. 2. Arus naiknya dapat mencapai 160 kilometer per jam

    Badai petir supercell
    Badai petir supercell (unsplash.com/Joshua Eckl)

    Di dalam badai supercell, udara hangat dan lembap bisa bergerak naik dengan kecepatan lebih dari 160 kilometer per jam. Menurut NOAA, arus udara yang kuat ini membantu badai tetap berkembang karena terus membawa udara ke bagian atas awan. Namun, kecepatan tersebut tidak selalu terjadi pada setiap badai supercell.

    Arus udara yang kuat juga bisa menahan butiran es agar tetap berada di dalam awan. Selama berada di sana, butiran es dapat membesar karena bertemu dengan tetesan air yang suhunya di bawah titik beku tetapi belum membeku. Ketika ukurannya semakin besar dan tidak lagi dapat ditahan oleh arus udara, butiran tersebut jatuh sebagai hujan es yang bisa merusak atap rumah, kendaraan, dan tanaman.

  3. 3. Tidak semua supercell menghasilkan tornado

    Badai petir supercell
    Badai petir supercell (unsplash.com/Raychel Sanner)

    Badai supercell memang bisa menghasilkan tornado, tetapi tidak semuanya berakhir dengan terbentuknya tornado. Menurut National Weather Service, sekitar 30 persen atau kurang dari badai supercell menghasilkan tornado. Artinya, meskipun memiliki udara yang berputar, badai ini belum tentu membentuk pusaran yang mencapai permukaan tanah.

    Putaran udara di dalam supercell dikenal sebagai mesosiklon, yaitu bagian badai yang memiliki aliran udara berputar. Putaran ini dapat membantu terbentuknya tornado, tetapi masih diperlukan kondisi lain, termasuk pergerakan udara di dekat permukaan tanah. Oleh karena itu, awan yang terlihat berputar belum tentu menandakan tornado akan terbentuk.

  4. 4. Hujan es dan angin kencang juga menjadi ancaman

    Badai petir supercell
    Badai petir supercell (unsplash.com/Raychel Sanner)

    Selain tornado, supercell juga bisa memicu hujan es berukuran besar dan angin kencang. Menurut NOAA, angin kencang dapat terbentuk ketika udara dari dalam badai turun dengan cepat, lalu menyebar ke berbagai arah saat mencapai permukaan tanah. Fenomena ini disebut downburst dan dalam kondisi ekstrem, kecepatannya bisa melebihi 160 kilometer per jam.

    Dampak supercell juga bergantung pada banyaknya hujan yang turun dan bagaimana hujan tersebut menyebar. Pada badai dengan curah hujan tinggi, derasnya hujan bisa membuat tornado sulit terlihat dari luar. Hujan lebat juga dapat memicu banjir bandang, sementara hujan es bisa merusak bangunan, kendaraan, dan tanaman di wilayah yang dilaluinya.

  5. 5. Supercell memiliki beberapa pola tampilan

    Badai petir supercell
    Badai petir supercell (pixabay.com/12019)

    Badai supercell tidak selalu memiliki tampilan yang sama. Berdasarkan jumlah dan sebaran hujannya, badai ini dibagi menjadi tiga jenis, yaitu low precipitation, classic, dan high precipitation. Perbedaan tersebut membuat bentuk awan dan bagian badai yang terlihat dari permukaan bisa berbeda.

    Supercell dengan sedikit hujan biasanya memiliki awan yang lebih mudah diamati karena pandangan tidak terlalu tertutup hujan. Pada tipe klasik, hujan umumnya turun di salah satu sisi arus udara yang naik, sedangkan pada tipe dengan hujan lebat, curah hujan dapat menutupi sebagian besar struktur badai. Karena itu, pengamatan melalui radar cuaca membantu mengenali kondisi badai dengan lebih jelas.

    Badai petir supercell menunjukkan bahwa cuaca ekstrem tidak hanya ditentukan oleh ukuran awan, tetapi juga oleh dinamika udara di dalamnya. Rotasi yang bertahan lama, arus udara naik yang kuat, dan distribusi hujan membuat badai ini mampu menghasilkan berbagai ancaman. Memahami karakteristik tersebut membantu menjelaskan mengapa pengamatan cuaca memerlukan lebih dari sekadar melihat bentuk awan di langit.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More