Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Unik Kerak Jambul, Dibagi Menjadi Beberapa Subspesies

3 min read
5 Fakta Unik Kerak Jambul, Dibagi Menjadi Beberapa Subspesies
kerak jambul (inaturalist.org/Art Riz)
  • Kerak jambul terbagi menjadi tiga subspesies yang tersebar di China selatan-tenggara, Indocina dan Hainan, serta Taiwan, dengan perbedaan morfologis yang sulit dikenali.
  • Burung kecil berukuran 24–27 sentimeter ini berciri tubuh hitam dan jambul tegak di belakang paruh, serta telah beradaptasi hidup di kawasan perkotaan dan permukiman.
  • Kerak jambul merupakan omnivor dengan vokalisasi beragam, termasuk menirukan suara manusia pada individu liar; populasinya masih melimpah dan berstatus risiko rendah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kerak merupakan jenis burung berukuran kecil yang hidup di benua Asia. Tiap spesies kerak memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri, salah satunya adalah kerak jambul (Acridotheres cristatellus). Seperti namanya, ia memiliki jambul berukuran kecil di kepalanya. Hewan ini juga sangat vokal, bahkan ia punya banyak kicauan dengan suara dan fungsi yang berbeda.

Kerak jambul juga hidup berdampingan dengan manusia, khususnya di area pemukiman. Ia juga mampu bertahan hidup dimanapun dan salah satu alasannya karena spesies ini merupakan pemakan segala yang tak pilah-pilih makanan. Mau tahu apa saja fakta unik kerak jambul? Simak selengkapnya di bawah ini, yuk!

  1. 1. Kerak jambil dibagi menjadi tiga subspesies

    kerak jambul
    kerak jambul (commons.wikimedia.org/Laitche)

    Dilansir IOC World Bird List, kerak jambul dibagi menjadi tiga subspesies dengan penyebaran yang berbeda. Subspesies pertama adalah Acridotheres cristatellus cristatellus yang dapat ditemukan di China bagian selatan dan tenggara. Kemudian, Acridotheres cristatellus brevipennis dapat dijumpai di wilayah Indocina dan Pulau Hainan. Terakhir, Acridotheres cristatellus formosanus menghuni daerah Taiwan. Selain penyebaran, ketiganya juga menunjukan sedikit perbedaan morfologis yang agak sulit diidentifikasi.

  2. 2. Jambul kecil di belakang paruh jadi ciri khasnya

    kerak jambul
    kerak jambul (commons.wikimedia.org/Thomas Brown)

    Seperti namanya, kerak jambul memiliki jambul atau mohawk di bagian belakang paruhnya. Jambul tersebut berwarna hitam, tegak, dan menjadi ciri khas burung ini. Selain jambul, unggas ini juga mudah dikenali dari badannya yang berwarna hitam. Dilansir Birdfact, kerak jambul memiliki tubuh sepanjang 24-27 centimeter. Bobotnya sendiri di angka 110-140 gram dan bentang sayapnya sekitar sekitar 42-48 centimeter. Ukuran tersebut menjadikan kerak jambul sebagai spesies burung berukuran kecil.

  3. 3. Kerak jambul hidup berdampingan dengan manusia

    kerak jambul
    kerak jambul (commons.wikimedia.org/Micluna)

    Dilansir BirdLife DataZone, populasi kerak jambul masih melimpah. Hewan ini masuk ke kategori least concern (risiko rendah) sehingga ia tidak berisiko punah dalam waktu dekat. Kerak jambul juga sudah beradaptasi untuk hidup berdampingan dengan manusia. Terkadang, ia terlihat beterbangan dan bertengger di perkotaan yang ramai. Burung ini juga sering membangun sarang di tiang listrik, taman kota, sampai perumahan. Selain itu, kerak jambul sering mencari makanan di taman, halaman rumah, tempat sampah, atau pinggir jalan.

  4. 4. Kerak jambul punya kicuaun yang khas dan bervariasi

    kerak jambul
    kerak jambul (commons.wikimedia.org/Noel Reynolds)

    Dilansir Thai National Parks, kerak jambul mampu menghasilkan berbagai kicauan yang unik dan khas mulai dari siulan, nyayian, sampai kekehan. Suara pertama vokalisasi dengan bunya "jaaay" yang dikeluarkan saat ia merasa terancam. Suara bernada tinggi dan keras juga akan dikeluarkan saat hewan ini merasa senang. Kerak jambul juga bisa menirukan suara manusia. Uniknya, hal tersebut hanya bisa dilakukan oleh individu liar. Pengamatan dari para ahli menunjukan kalau individu yang hidup di penangkaran tidak memiliki kemampuan peniruan yang baik.

  5. 5. Termasuk burung yang tidak pilih-pilih makanan

    kerak jambul
    kerak jambul (commons.wikimedia.org/Luiz Lapa)

    Dilansir AviBase, kerak jambul merupakan omnivor yang makanannya terdiri atas 40 persen daging dan 60 persen material tanaman. Makannya mencakup serangga, biji, buah, dan rerumputan. Preferensi makanan hewan ini bergantung pada usia dan masa pertumbuhannya. Sebagai contoh, sekitar 75 persen makanan individu muda mencakup material hewani dan sekitar 50 persen diantaranya adalah serangga. Di sisi lain, individu dewasa sering memakan material tanaman, khususnya saat populasi serangga mulai menurun.

    Tak hanya beterbangan di pepohonan dan pemukiman, kerak jambul juga harus bertahan hidup dengan segala cara. Menariknya, ia mampu bertahan dengan baik sehingga populasinya kian terjaga. Karena hidup di area pemukiman, maka manusia harus bisa mentoleransi kehadiran burung ini. Lagipula, kerak jambul tidak berbahaya dan tak merugikan manusia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More