7 Fakta Long Tailed Paradise Whydah, Burung Parasit Sarang yang Cantik

- Long-tailed paradise whydah jantan tampil mencolok saat musim kawin dengan ekor hitam hampir tiga kali panjang tubuh, lalu menyerupai betina di luar musim kawin.
- Spesies ini tersebar di Afrika sub-Sahara, menghuni sabana kering, hutan akasia, miombo, mopane, hingga lahan pertanian; makanannya terutama biji rumput dan serangga.
- Betina menitipkan telur pada sarang pytilia bersayap hijau tanpa membuang telur inang; jantan meniru nyanyian inang, sementara anaknya awalnya bersuara mirip anak pytilia.
Di Afrika, terdapat burung jantan kecil yang memiliki ekor sangat panjang saat musim kawin tiba. Spesies unik ini bernama long-tailed paradise whydah (Vidua paradisaea) dari keluarga Viduidae. Burung ini juga terkenal karena perilakunya yang tidak pernah membuat sarang sendiri.
Alih-alih merawat telurnya, burung betina menitipkan telur mereka ke sarang burung lain agar dierami. Meskipun memiliki cara berkembang biak yang tidak biasa, mereka tetap hidup berdampingan secara damai tanpa merusak telur pemilik sarang asli. Yuk, baca artikel ini untuk mengenal lebih dekat long-tailed paradise whydah!
1. Burung jantan tampil mencolok saat musim kawin

Long-tailed paradise whydah (Vidua paradisaea) jantan. (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT) Dilansir Birds of the World, long-tailed paradise whydah jantan dewasa panjang tubuhnya mencapai 39 cm saat musim kawin. Penampilan fisik jantan pada masa ini ditandai dengan bagian atas dan samping kepala yang berwarna hitam. Selain itu, bagian tengkuknya berwarna kuning keemasan dan bagian atas tubuhnya juga berwarna hitam.
Bagian dada atas burung jantan tampak berwarna merah marun kecokelatan dengan dada bawah yang berwarna cokelat lebih pucat. Bagian perut serta kloaka berwarna krem pucat dan penutup ekor bagian bawahnya didominasi warna hitam. Mereka juga menumbuhkan bulu ekor hitam yang panjangnya hampir tiga kali lipat ukuran tubuhnya sendiri.
2. Di luar musim kawin, penampilan burung jantan mirip betina

Long-tailed paradise whydah (Vidua paradisaea) jantan. (commons.wikimedia.org/Lip Kee Yap) Di luar musim kawin, penampilan fisik long-tailed paradise whydah jantan akan berubah dan menjadi sangat mirip dengan burung betina. Namun, burung jantan tetap memiliki ciri khas berupa garis mahkota serta tanda wajah berwarna hitam yang tampak jauh lebih lebar. Garis kepala pucat milik jantan juga terlihat lebih putih dan tidak terlalu bernuansa kekuningan.
Selain itu, bagian dada burung jantan di luar musim kawin memiliki hiasan garis hitam yang tampak jauh lebih jelas. Bagian paruh mereka pun mengalami perubahan warna menjadi abu-abu. Perbedaan-perbedaan kecil inilah yang bisa membantu kita membedakan jantan dan betina di luar musim kawin.
3. Penampilan burung betina lebih sederhana

Long-tailed paradise whydah (Vidua paradisaea) betina. (commons.wikimedia.org/DickDaniels) Dilansir Birds of the World, long-tailed paradise whydah betina mempunyai garis mahkota putih kekuningan yang dibatasi garis kehitaman di bagian kepala. Mereka juga memiliki alis pucat serta tanda bulan sabit kehitaman di sekitar area belakang mata. Bagian atas tubuhnya tampak berwarna abu-coklat yang dihiasi dengan berbagai garis kehitaman.
Bagian dada mereka berwarna abu-abu muda sampai kekuningan dengan hiasan garis-garis yang tidak terlalu jelas. Sementara itu, bagian perutnya berwarna putih bersih dengan penutup ekor dan sayap bawah yang bernuansa terang. Paruh mereka yang berwarna abu-abu gelap ini akan tampak makin gelap saat musim kawin dan menjadi lebih pucat ketika masa pergantian bulu.
4. Tersebar luas di wilayah afrika sub-sahara

Long-tailed paradise whydah (Vidua paradisaea) jantan. (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT) Dilansir biodiversity explorer, long-tailed paradise whydah tersebar luas di wilayah Afrika sub-Sahara mulai dari Ethiopia hingga ke negara-negara di bagian selatan seperti Zambia, Malawi, dan Angola. Spesies ini juga cukup mudah ditemukan di wilayah Zimbabwe, Mozambik, serta beberapa kawasan di Botswana dan Namibia.
Habitat utamanya adalah kawasan sabana terbuka yang kering dengan pepohonan serta semak belukar yang tumbuh secara menyebar. Mereka sering terlihat menghuni area hutan khas seperti hutan akasia, miombo, dan mopane yang sesuai dengan kebutuhan hidupnya. Selain di alam liar, burung ini juga kerap mendatangi lahan pertanian serta perkebunan.
5. Makanan utamanya adalah biji-bijian rumput

Long-tailed paradise whydah (Vidua paradisaea) jantan. (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT) Dilansir biodiversity explorer, makanan utama long-tailed paradise whydah terdiri dari berbagai jenis biji-bijian rumput. Mereka biasanya mencari makan langsung di atas permukaan tanah terbuka yang ditumbuhi rerumputan liar. Di tempat penangkaran, mereka tercatat menyukai biji rumput seperti rumput Guinea dan rumput manis, serta sesekali memakan daun dandelion dan comfrey.
Selain biji-bijian, burung ini juga melengkapi menu makanannya dengan beraneka ragam serangga dan hewan kecil. Jenis mangsa serangga yang biasa mereka konsumsi meliputi larva lalat, cacing tanah, laba-laba, hingga ulat ngengat.
6. Burung jantan punya kemampuan meniru suara burung inangnya

Long-tailed paradise whydah (Vidua paradisaea) jantan. (commons.wikimedia.org/Stephen Temple) Dilansir Birds of the World, long-tailed paradise whydah jantan memiliki kemampuan unik untuk meniru suara dan nyanyian dari burung inangnya yaitu pytilia bersayap hijau. Variasi nyanyian tiruan ini terdengar mirip seperti tetesan air yang memercik, siulan, serta suara gemericik. Uniknya lagi, gaya tiruan suara burung jantan ini berbeda-beda di tiap wilayah tergantung dari populasi lokal burung inangnya.
Selain itu, burung jantan juga bisa mengeluarkan suara asli seperti siulan melengking atau bunyi desisan tertentu. Kedua jenis kelamin burung ini pun sering mengeluarkan suara celoteh lembut saat sedang terbang atau bertengger di ranting pohon. Bahkan, suara anak burung saat meminta makan awalnya sangat mirip dengan anak burung pytilia bersayap hijau sebelum akhirnya berubah menjadi lebih serak dan kasar.
7. Burung betina tidak membuat sarang sendiri

Long-tailed paradise whydah (Vidua paradisaea) betina. (commons.wikimedia.org/Lip Kee Yap) Dilansir South Africa, long-tailed paradise whydah betina tidak membuat sarangnya sendiri dan juga tidak mengerami telurnya secara mandiri. Mereka bertindak sebagai parasit sarang spesifik inang dengan cara menitipkan telur di sarang burung pytilia bersayap hijau (Pytilia melba). Berbeda dari burung parasit lainnya, mereka sama sekali tidak membuang telur milik induk aslinya.
Anak burung long-tailed paradise whydah justru hidup bersama dan tumbuh secara berdampingan dengan anak burung pemilik sarang. Mereka berbagi tempat tinggal tanpa perlu membunuh saudara angkatnya di dalam sarang tersebut. Proses ini menunjukkan perilaku hidup berdampingan yang unik di antara burung-burung di alam liar.
Itulah berbagai fakta menarik tentang long-tailed paradise whydah. Semoga artikel ini bisa menjawab rasa penasaran kamu tentang salah satu burung paling cantik di benua Afrika.




















