Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Burung Murrelet dari Genus Synthliboramphus, Kerap Berenang di Laut

murrelet kuno
murrelet kuno (inaturalist.org/matthewkwan)
Intinya sih...
  • Murrelet kuno memiliki ciri khas corak berwarna cokelat di punggungnya, dengan panjang 20-24 cm dan bobot hingga 250 gram. Makanannya mencakup ikan, zooplankton, dan bisa bermigrasi sejauh 8,000 km.
  • Murrelet scripp hidup di Samudra Pasifik, mencari makanan di perairan dan bertelur di area kering. Populasinya terancam oleh tumpahan oli di laut dan spesies invasif.
  • Murrelet craveri mencari makan di laut lepas yang luas dan mengincar ikan pelagis seperti herring, rockfish, dan lanternfish. Populasinya rentan karena kian menurun.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Synthliboramphus atau burung murrelet merupakan genus unggas air berukuran kecil yang berasal dari famili Alcidae (auk). Mereka dicirikan dengan badan ramping, kecil, dan bulu halus berwarna hitam. Sama seperti burung air lain, genus Synthliboramphus kerap berenang, beterbangan, hingga mencari makanan di lautan. Menariknya, genus ini hanya berisikan lima spesies.

Kelima burung murrelet dari genus Synthliboramphus adalah; murrelet kuno, murrelet scripp, murrelet craveri, murrelet guadalupe, dan murrelet jepang. Namun, apa sih yang membedakan murrelet dari genus burung air lain? Selain itu, bagaimana kehidupan hingga reproduksi burung murrelet? Yuk, simak pembahasan berikut untuk menjawab semua pertanyaan tersebut.

1. Murrelet kuno

murrelet kuno
murrelet kuno (inaturalist.org/Frank Lin)

Sebenarnya hewan dengan nama ilmiah Synthliboramphus antiquus ini bukan spesies tertua. Kata "kuno" di namanya merujuk pada corak berwarna cokelat yang hadir di punggung. Warna cokelat tersebut nampak seperti tubuh yang sudah menua karena umur, akhirnya hewan ini dinamakan murrelet kuno. Selain warna, ia bisa dikenali dari ukuran dengan panjang 20-24 centimeter dan bobot mencapai 250 gram.

Dilansir Government of Canada, makanan utama murrelet kuno mencakup ikan dan zooplankton. Komposisi makanannya bervariasi bergantung dari usia, wilayah penyebaran, dan ukuran. Saat hendak bereproduksi dan mencari wilayah yang lebih ideal untuk hidup, murrelet kuno juga bisa bermigrasi sejauh 8,000 kilometer. Tercatat, ia bisa bermigrasi dari Kanada hingga Cina atau Jepang.

2. Murrelet scripp

murrelet scripp
murrelet scripp (inaturalist.org/Grupo de Ecología y Conservación de Islas, A.C.)

Synthliboramphus scrippsi atau murrelet scripp menghuni Samudra Pasifik, tepatnya di pesisir Amerika Serikat dan Meksiko. Secara umum unggas ini akan beraktivitas dan mencari makanan di perairan. Ia akan berenang dan berusaha menangkap ikan, krustasea, hingga moluska kecil yang beraktivitas di permukaan air. Burung ini juga sering terlihat berpasang-pasangan, bahkan di luar musim kawin sekalipun.

Dilansir Animalia, murrelet scripp akan berpindah ke area kering saat bertelur. Ia akan membuat sarang di sela-sela bebatuan, semak-semak, atau gua. Reproduksinya terbilang cepat dan tak jauh berbeda dari burung air lain, sayangnya spesies ini sangat terancam. Salah satu ancaman terbesarnya adalah tumpahan oli di laut dan kehadiran spesies invasif. Saat ini ia masuk ke kategori vulnerale (rentan).

3. Murrelet craveri

murrelet craveri
murrelet craveri (inaturalist.org/Grupo de Ecología y Conservación de Islas, A.C.)

Informasi dari lama Avibase menerangkan kalau Synthliboramphus craveri atau murrelet craveri sering mencari makan di laut lepas yang luas. Sembari terbang atau berenang, ia akan mengincar ikan pelagis seperti herring, rockfish, dan lanternfish. Seperti spesies lain, murrelet craveri punya tubuh atas hitam dan perut berwarna putih, menunjukan counter shading yang digunakan untuk berkamuflase. Saat ini tersisa sekitar 6,000-10,000 individu di alam liar. Kelihatannya memang melimpah, tetapi populasinya kian menurun sehingga murrelet craveri termasuk spesies terancam dan masuk ke kategori vulnerable (rentan).

4. Murrelet guadalupe

murrelet guadalupe
murrelet guadalupe (inaturalist.org/Alan Wight)

Berdasarkan data dari BirdLife DataZone, Synthliboramphus hypoleucus atau murrelet guadalupe masuk ke kategori endangered (terancam). Status tersebut menunjukan bahwa populasinya mengkhawatirkan dan ia memiliki risiko kepunahan di waktu dekat. Tren populasinya juga menurun dan saat ini hanya tersisa 5,000 individu di alam liar. Hal tersebut menjadikannya sebagai salah satu spesies auk paling terancam.

Selain terancam, penyebaran murrelet guadalupe juga tak terlalu luas karena hanya mencakup Pulau Guadapule dan Kepulauan San Benito. Ciri fisiknya juga serupa dengan murrelet scripp dan craveri sehingga cukup sulit dibedakan. Selain ciri fisik, murrelet guadalupe juga kerap berenang dan mengincar ikan pelagis seperti anchovies dan sarden.

5. Murrelet jepang

murrelet jepang
murrelet jepang (inaturalist.org/Fran Kim)

Hanya bisa ditemukan di perairan Jepang, burung dengan nama ilmiah Synthliboramphus wumizusume ini tak kalah unik dari spesies lain. Dilansir iNaturalist, saat berdiri tegak burung ini akan menunjukan jambul tegak yang menjadi ciri khasnya. Panjangnya sendiri sekitar 24-26 centimeter, bentang sayapnya mencapai 43 centimeter, dan bobotnya ada di angka 164-183 gram.

Berbadan ramping, murrelet jepang menjadi pemburu gesit dengan buruan yang berfokus pada ikan, krustasea, dan plankton. Dahulu murrelet jepang sering bereproduksi dan berkumpul di Kepulauan Ōnohara. Namun, sejak terjadi Perang Korea kepualaun tersebut dijadikan tempat pengetesan bom. Alhasil "tempat nongkrong" favoritnya hancur dan tak bisa ditinggali.

Burung murrelet dari genus Synthliboramphus harus dijaga dan dikawal ketat oleh banyak pihak. Sebab, berbagai ancaman mulai mengincar dan mengganggu eksistensi mereka. Sekarang lautan bukan lagi menjadi tempat yang aman, melainkan jadi bom waktu yang sewaktu-waktu meledak dan mengancam kehidupan burung murrelet. Oleh sebab itu, upaya konservasi serius yang ketat harus segera dilakukan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More

5 Fakta Menarik Puffin Bertanduk, Merupakan Spesies Monomorphic

26 Jan 2026, 16:49 WIBScience