5 Fakta Blue-faced Parrotfinch, si Ramah yang Suka Main Air

Blue-faced parrotfinch atau bondol-hijau muka-biru merupakan spesies burung yang penyebarannya sangat luas. Mereka berada dalam famili Estrildidae dan memiliki nama ilmiah Erythrura trichroa. Panjangnya kisaran 13 sentimeter, rata-ratanya hanya 11 sentimeter. Wajah jantan berwarna biru, tapi perpaduan warnanya mulai dari kuning muda-hijau hingga biru tua-hijau. Di dahi dan wajahnya terdapat bulu biru tua.
Sementara itu, ekornya berwarna merah hingga merah kecokelatan. Sementara itu, betina punya warna biru yang tidak begitu cerah dan ukurannya lebih kecil. Walaupun tidak banyak informasi tentangnya, fakta berikut ini masih bisa membantumu mengenalinya lebih baik.
1. Wilayah penyebaran blue-faced parrotfinch

Penyebaran blue-faced parrotfinch berada di pinggiran hutan hujan dan padang rumput yang lebat. Mereka tersebar luas di berbagai ketinggian, mulai dari ketinggian 800–3.000 meter di Papua Nugini. Blue-faced parrotfinch dilaporkan melakukan pergerakan musiman dan nomaden, sebagian karena musim dingin. Animalia menginformasikan bahwa saat musim dingin, mereka bermigrasi ke dataran rendah di mana terdapat penebangan hutan hujan yang berlebihan.
2. Menu makannya sangat beragam

Berdasarkan informasi dari iNaturalist, diet dari blue-faced parrotfinch kebanyakan terdiri dari biji rumput, bambu, buah ara dan serangga kecil. Mereka sebenarnya cukup adaptif dan bisa mengonsumsi berbagai makanan yang diberikan padanya. Blue-faced parrotfinch mencari makan dengan cara bertengger, biasanya di ketinggian rata-rata 0,96 sentimeter.
Karenanya, tidak banyak persaingan untuk sumber makanan antar spesies lain yang cenderung mencari makan dengan memanjat. Burung ini umumnya terlihat berkelompok, biasanya 30 individu atau lebih. Tapi bisa meningkat jika sumber makanannya mencukupi.
3. Burung yang aktif tapi bisa jadi gugup

Spesies burung ini juga banyak dijadikan sebagai hewan peliharaan karena sifatnya yang aktif, ramah dan tidak begitu agresif. Tapi, mereka terkadang mengganggu burung lain yang sedang berkembang biak dan cenderung bersikap gugup saat ditempatkan di kandang yang lebih kecil. Jika ingin memeliharanya, ingatlah bahwa mereka butuh ruang terbuka untuk terbang.
Walaupun blue-faced parrotfinch bisa hidup dengan baik di kandang campuran, tapi lebih baik untuk memberinya satu pasang per kandang. Oh iya, kamu juga bisa menanam tanaman untuk memanjat dan bersarang, dilansir New York Birds Supply.
4. Blue-faced parrotfinch suka bermain air

Salah satu karakteristik dari blue-faced parrotfinch adalah mereka suka bermain air. Mereka sering terlihat melompat-lompat di wadah pemandian yang disediakan. Blue-faced parrotfinch mandi beberapa kali sehari saat musim panas dan merupakan bagian penting dari perawatan sehari-harinya.
Melansir Earth Life, selain itu, burung ini sifatnya hampir semi-noktural. Mereka selalu bertengger terakhir di malam hari dan masih bisa dilihat di tempat makan atau berkeliaran di sekitar kandang setelah gelap. Burung ini juga bergerak di pagi hari.
5. Sistem perkawinan blue-faced parrotfinch

Tidak banyak informasi mengenai sistem perkawinannya, tapi biasanya rata-rata betina bertelur empat butir, maksimalnya delapan butir. Masa inkubasinya kisaran 15 hari, di mana betina melakukan sebagian besar tugas pengeraman. Sementara itu, jantan bertugas untuk memberi makan anak-anaknya. Mereka baru dewasa sekitar 21 hari dan terus diberi makan oleh induknya selama 10--20 hari.
Blue-faced parrotfinch memiliki menu makan yang sangat beragam. Di alam liar, mereka mungkin lebih pemalu atau mencoba menghindari pemangsa di antara padang rumput. Burung ini juga bermigrasi ke dataran rendah. Saat ini, blue-faced parrotfinch diklasifikasikan sebagai Least Concern oleh IUCN dan tren populasinya masih stabil.



















