Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Bryggen, Warisan Liga Hanseatik di Kota Bergen

5 Fakta Bryggen, Warisan Liga Hanseatik di Kota Bergen
Distrik pelabuhan bersejarah Bryggen di Bergen, Norwegia. (unsplash.com/Kenny)
Intinya Sih
  • Bryggen di Bergen, Norwegia, merupakan kawasan dermaga bersejarah yang menjadi pusat perdagangan Liga Hanseatik sejak abad ke-14 dan terkenal dengan deretan rumah kayu khas Eropa Utara.
  • Kawasan ini pernah berkali-kali terbakar, termasuk kebakaran besar tahun 1702, namun terus dibangun kembali hingga akhirnya dikelola oleh warga Norwegia setelah era pedagang asing berakhir pada 1754.
  • Penemuan Prasasti Bryggen tahun 1955 mengungkap penggunaan huruf rune oleh masyarakat abad pertengahan dan memperkuat nilai sejarah kawasan yang kini terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1979.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Bryggen, atau dikenal juga sebagai Tyskebryggen, adalah distrik dermaga bersejarah di Bergen, Norwegia. Daya tarik utamanya terletak pada deretan rumah kayu runcing berwarna-warni yang berjejer di tepi pelabuhan. Kompleks ini juga menampilkan gaya bangunan kayu khas Eropa Utara, lengkap dengan gang-gang sempit dan loteng penyimpanan barang dari abad ke-18.

Namun, di balik keunikannya, bagaimana kompleks rumah kayu yang rawan ini bisa tetap bertahan melintasi ratusan tahun dan berbagai peristiwa kebakaran besar?

Yuk, simak sejarah dan fakta menarik tentang Bryggen dalam artikel ini!

1. Pusat perdagangan hanseatik selama hampir 400 tahun

Peta Penyebaran Liga Hanseatik di Eropa Utara sekitar tahun 1400.
Peta Penyebaran Liga Hanseatik di Eropa Utara sekitar tahun 1400. (commons.wikimedia.org/Droysen/Andrée)

Bryggen adalah kompleks dermaga bersejarah di Bergen, Norwegia, yang diperkirakan sudah mulai dibangun sejak sekitar tahun 1100. Kawasan ini berkembang menjadi pusat perdagangan yang sangat penting di Norwegia setelah Liga Hanseatik (persekutuan dagang Eropa) mendirikan kantor cabangnya di sana sekitar tahun 1350. Sebagian besar bangunan kayu yang berdiri di Bryggen saat ini merupakan hasil pembangunan kembali setelah peristiwa kebakaran besar pada tahun 1702.

Secara arsitektur, dermaga ini memiliki ciri khas berupa deretan bangunan kayu beratap pelana yang menghadap langsung ke pelabuhan Vågen. Di antara bangunan-bangunan tersebut, terdapat lorong kayu sempit yang berfungsi sebagai jalan akses untuk mengangkut barang dari kapal. Sementara itu, di bagian paling belakang kompleks terdapat gudang khusus dari batu tahan api yang digunakan untuk menyimpan dokumen penting dan barang-barang berharga.

2. Ikan kering jadi komoditas utama

Seorang pekerja pengolahan ikan kering tradisional di dalam salah satu gudang pesisir di Bryggen, Bergen, Norwegia.
Seorang pekerja pengolahan ikan kering tradisional di dalam salah satu gudang pesisir di Bryggen, Bergen, Norwegia. (commons.wikimedia.org/Riksantikvaren)

Seiring berkembangnya Bergen menjadi kota dagang yang penting, para pedagang Hanseatik secara bertahap mengambil alih kepemilikan Bryggen. Melalui hak istimewa dari kerajaan, mereka menguasai seluruh jalur perdagangan ikan. Selama berabad-abad, dermaga ini menjadi pusat pertukaran komoditas besar, hasil laut dan alam dari wilayah utara seperti ikan kod kering (stockfish), minyak hati ikan, dan kulit binatang, ditukar dengan barang kebutuhan pokok dari Eropa seperti tepung, sereal, garam, pakaian, dan kaca.

Fokus utama bisnis di Bryggen adalah ikan kering yang diproduksi oleh para nelayan Norwegia Utara dalam bentuk ikan utuh maupun ikan potong. Di dermaga ini, para pedagang Jerman melakukan pemilahan produk secara sangat detail dan profesional. Pada abad ke-18, mereka bahkan membagi ikan kod ke dalam 23 tingkat kualitas yang berbeda. Pekerjaan menyortir ini membutuhkan keahlian tinggi karena setiap jenis dan kualitas ikan memiliki target pasar serta harga khususnya masing-masing.

3. Berkali-kali hancur karena kebakaran

Kebakaran besar di Bryggen, Bergen, Norwegia, yang terjadi pada tanggal 4 Juli 1955.
Kebakaran besar di Bryggen, Bergen, Norwegia, yang terjadi pada tanggal 4 Juli 1955. (commons.wikimedia.org/Fredrik Borchsenius)

Sebagai kawasan yang didominasi oleh bangunan kayu, Bryggen telah berulang kali mengalami musibah kebakaran sepanjang sejarahnya. Salah satu kebakaran paling besar terjadi pada tahun 1702, yang menghanguskan gudang dermaga serta bangunan administrasi tua di sana. Saat ini, hanya sekitar seperempat dari total bangunan yang tersisa dari masa pembangunan kembali pasca-kebakaran 1702, sementara sisanya adalah bangunan yang berusia lebih muda dan beberapa ruang bawah tanah dari batu yang berasal dari abad ke-15.

Seiring berjalannya waktu, beberapa bangunan yang dibangun kembali tersebut sempat dihancurkan atau kembali terbakar. Era kejayaan pedagang asing di kawasan ini akhirnya resmi berakhir pada tahun 1754, ketika operasional kantor Liga Hanseatik di Bryggen ditutup dan seluruh kepemilikan propertinya dialihkan kepada warga negara Norwegia.

4. Penemuan "prasasti bryggen" yang mengubah sejarah

Tongkat berukiran rune abad pertengahan dari Bergen, Norwegia, yang merupakan bagian dari prasasti Bryggen.
Tongkat berukiran rune abad pertengahan dari Bergen, Norwegia, yang merupakan bagian dari prasasti Bryggen. (commons.wikimedia.org/Bengt A. Lundberg (1945–)/Swedish National Heritage Board)

Pada tahun 1955, sebagian wilayah Bryggen kembali hancur akibat kebakaran. Peristiwa tragis ini memicu dilakukannya penggalian arkeologi selama 13 tahun yang justru membuahkan hasil luar biasa. Di area bekas kebakaran tersebut, para arkeolog menemukan sekitar 670 potongan kayu dan tulang berisi tulisan rune abad pertengahan, yang kini dikenal sebagai "Prasasti Bryggen". Untuk menghormati dan memamerkan temuan bersejarah ini, Museum Bryggen pun didirikan di lokasi tersebut pada tahun 1976.

Penemuan ini dinobatkan sebagai temuan rune terpenting di abad ke-20 karena berhasil mengubah sejarah. Sebelum adanya temuan ini, para ahli mengira huruf rune hanya digunakan untuk nama atau upacara resmi, dan menganggap penggunaannya di Norwegia sudah punah sejak lama. Prasasti Bryggen membuktikan bahwa masyarakat awam abad ke-14 masih aktif menggunakan huruf rune untuk keperluan pesan sehari-hari, dan tradisi ini ternyata bertahan jauh lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya.

5. Terdaftar sebagai situs warisan dunia unesco

Distrik pelabuhan bersejarah Bryggen di Bergen, Norwegia.
Distrik pelabuhan bersejarah Bryggen di Bergen, Norwegia. (commons.wikimedia.org/Smtunli)

Bryggen telah resmi terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1979. Kawasan ini diakui karena berhasil mempertahankan jejak organisasi sosial dan tata ruang unik dari perkampungan pedagang Liga Hanseatik yang berasal dari abad ke-14. Kompleks ini menjadi contoh nyata dari pusat perdagangan kuno yang struktur bangunannya masih menyatu secara utuh dengan lanskap kota modern saat ini.

Keistimewaan utama Bryggen adalah bentuknya yang mewakili tipe pelabuhan dagang utara (fondaco) yang tidak ada tandingannya di dunia. Melalui arsitektur yang terjaga ini, Bryggen terus melestarikan ingatan sejarah tentang salah satu pelabuhan perdagangan besar tertua dan paling berpengaruh di wilayah Eropa Utara.

Melihat Bryggen yang berdiri kokoh saat ini tentu membuat kita kagum pada cara mereka merawat dan mempertahankan sejarahnya. Di balik keindahan deretan bangunan kayunya, dermaga tua di Bergen ini sukses membuktikan bahwa warisan masa lalu bisa tetap hidup dan berdampingan dengan dunia modern tanpa kehilangan pesona aslinya. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More