Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Bulan Baru, Waktu Paling Pas buat Intip Galaksi dan Planet
Ilustrasi bulan baru. (commons.wikimedia.org/NASA Goddard Space Flight Center)
  • Fase Bulan Baru akan terjadi pada 15 Juni 2026, saat Bulan berada di titik terdekat dengan Bumi sehingga gaya gravitasinya meningkat dan memengaruhi pasang surut laut.
  • Fenomena ini membuat langit malam menjadi sangat gelap tanpa cahaya Bulan, menjadikannya waktu terbaik untuk mengamati galaksi, planet, dan objek langit redup lainnya.
  • BMKG memperingatkan potensi banjir rob di hampir seluruh wilayah pesisir Indonesia antara 8–25 Juni 2026 akibat kombinasi gravitasi kuat dari Bulan dan Matahari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi kamu yang suka melihat langit malam, bersiaplah untuk menyambut fenomena astronomi yang sangat menarik sebentar lagi. Pada tanggal 15 Juni 2026, langit kita akan kedatangan fase Bulan Baru atau yang biasa dikenal dengan istilah New Moon. Namun, Bulan Baru kali ini bukan sekadar pergantian siklus bulanan biasa.

Nah, biar gak penasaran dengan apa saja yang terjadi di balik gelapnya langit malam nanti, yuk simak beberapa fakta penting seputar fenomena Bulan Baru 15 Juni 2026 berikut ini!

1. Apa itu bulan baru?

Ilustrasi bumi terbenam di atas tepi melengkung bulan. (commons.wikimedia.org/NASA/https://images.nasa.gov/details/art002e009287)

Dalam ilmu astronomi, Bulan Baru adalah titik awal siklus fase Bulan, dan kebalikan dari Bulan purnama. Kalau saat purnama Bulan terlihat bulat utuh dan terang benderang, pada fase Bulan Baru ini posisi Bulan sedang berada tepat di antara Bumi dan Matahari. Akibatnya, bagian Bulan yang kena sinar Matahari justru membelakangi kita, sehingga Bulan jadi gak terlihat sama sekali dan menyatu dengan gelapnya langit malam.

Menariknya, Bulan Baru kali ini terjadi saat posisi Bulan berada di titik terdekatnya dengan Bumi. Karena jaraknya yang jadi sangat dekat, daya tarik atau gaya gravitasi Bulan ke Bumi pun otomatis jadi lebih kuat dari biasanya. Efek nyata dari tarikan gravitasi yang kuat ini nantinya akan langsung berpengaruh pada pasang surut air laut di Bumi.

2. Terjadi pada hari senin, 15 juni 2026

Infografis siklus fase Bulan selama 29,5 hari. (commons.wikimedia.org/Pablo Carlos Budassi)

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), secara garis besar, Bulan itu punya empat fase utama dalam siklus hidupnya. Semua berputar mulai dari Bulan Baru, berubah jadi setengah purnama awal, lalu jadi Bulan purnama yang bulat terang, mengecil lagi ke setengah purnama akhir, sampai akhirnya balik lagi ke fase Bulan Baru. Nah, perjalanan satu putaran penuh dari Bulan Baru ke Bulan Baru berikutnya ini dinamakan periode sinodis, yang waktu pengerjaannya menghabiskan rata-rata sekitar 29,5 hari.

Khusus untuk Bulan ini, puncak dari fase Bulan Baru tersebut bakal jatuh pada hari Senin, 15 Juni 2026. Biar pas dengan jam di tempat tinggal kamu, rincian waktu terjadinya di Indonesia adalah jam 09.54 WIB untuk wilayah barat, jam 10.54 WITA untuk wilayah tengah, dan jam 11.54 WIT bagi kamu yang berada di wilayah timur.

3. Gak bisa dilihat dengan mata telanjang

Ilustrasi bulan baru. (commons.wikimedia.org/Tomruen, retouched by Ninomy/File:Lunar libration with phase2.gif)

Secara alami, Bulan Baru memang gak bisa kita lihat langsung dengan mata telanjang. Fenomena langit ini terjadi karena posisi Bulan tepat berada di antara Bumi dan Matahari, sehingga bagian yang mendapat limpahan cahaya justru permukaan yang membelakangi kita. Akibatnya, sisi Bulan yang menghadap ke Bumi berada dalam bayangan total dan langsung menyatu dengan terangnya langit siang hari, jadi otomatis gak akan terdeteksi kalau tanpa alat bantu khusus.

Meski begitu, hilangnya Bulan dari pandangan ini justru jadi tantangan tersendiri bagi para pemburu langit. Banyak pengamat yang penasaran dan sengaja mencoba mengintip keberadaan Bulan ini, biasanya tepat sesaat sebelum fase Bulan Baru dimulai atau sesaat setelah fasenya lewat. Di momen-momen kritis itulah sekelibat siluet tipis Bulan terkadang bisa coba ditangkap lewat pengamatan yang presisi.

4. Waktu terbaik untuk deep sky observation

Ilustrasi galaksi Bima Sakti dengan eksposur panjang. (pexels.com/Nicole Avagliano)

Walaupun piringan Bulan gak kelihatan karena posisinya searah dengan Matahari, hilangnya cahaya Bulan ini justru jadi berkah luar biasa buat para astronom dan pencinta astrofotografi. Karena Bulan terbitnya hampir barengan dengan Matahari, langit malam di sekitar tanggal 15 Juni nanti bakal jadi super gelap gulita. Tanpa adanya gangguan "polusi cahaya" alami dari Bulan, kita bisa lebih puas menikmati pemandangan planet-planet dan berburu objek redup di luar angkasa dengan tingkat kontras yang maksimal.

Nah, waktu paling pas buat kamu yang mau melakukan deep sky observation atau foto-foto galaksi, nebula, gugus bintang, hingga bentangan indah Bima Sakti adalah dari tanggal 12 sampai 18 Juni 2026. Dalam rentang seminggu itu, kondisi langit benar-benar bersih dari pantulan cahaya Bulan, menjadikannya momen terbaik dalam sebulan untuk mendapatkan hasil jepretan antariksa yang paling tajam dan memukau.

5. Potensi banjir rob di hampir seluruh wilayah pesisir indonesia

Ilustrasi gerobak makanan kaki lima di jalan yang tergenang banjir. (pexels.com/cahaya alfian)

Dampak utama dari fenomena Bulan Baru ini adalah adanya lonjakan pasang surut air laut yang ekstrem akibat kuatnya gabungan gravitasi Bulan dan Matahari. Karena posisinya yang sangat dekat dengan Bumi, BMKG bahkan sudah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob di hampir seluruh wilayah pesisir Indonesia dalam rentang waktu dari tanggal 8 sampai 25 Juni 2026. Banjir pesisir ini berpotensi mengganggu aktivitas harian di pelabuhan, tambak perikanan, transportasi laut, hingga permukiman warga di sekitar pantai.

Di sisi lain, fenomena langit ini juga memegang peran penting sebagai penanda astronomis untuk menentukan awal Bulan Baru dalam kalender Hijriah. Sebagai langkah antisipasi agar aktivitas tidak terganggu, masyarakat yang tinggal atau bekerja di area dekat pantai sangat diimbau untuk tetap waspada, menyiapkan langkah pencegahan sejak dini, dan rajin mengecek pembaruan informasi cuaca maritim langsung dari stasiun atau kanal resmi BMKG setempat.

Nah, itulah beberapa fakta seputar fenomena Bulan Baru pada 15 Juni 2026 nanti. Di satu sisi, momen ini jadi waktu yang paling ditunggu-tunggu oleh para pencinta kamu untuk berburu foto langit malam yang super gelap dan indah. Namun, di sisi lain, bagi kamu yang tinggal atau sering beraktivitas di wilayah pesisir, jangan lupa untuk tetap waspada dan selalu pantau info terbaru dari BMKG terkait potensi banjir rob, ya. Selamat menikmati keindahan langit malam dan tetap jaga keselamatan!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article