Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Buland Darwaza, Warisan Budaya Kekaisaran Mughal

5 Fakta Buland Darwaza, Warisan Budaya Kekaisaran Mughal
Buland Darwaza di Fatehpur Sikri, India. (commons.wikimedia.org/Shuklaankit90)
Intinya Sih
  • Buland Darwaza di Fatehpur Sikri dibangun oleh Kaisar Akbar pada 1601 untuk merayakan kemenangan Kekaisaran Mughal atas Gujarat, menjadikannya simbol kejayaan kerajaan.
  • Gerbang setinggi 54 meter ini memadukan arsitektur Persia dengan elemen lokal Gujarat dan Rajasthan, menampilkan ukiran indah serta kubah kecil khas India yang ikonik.
  • Dibuat dari batu pasir merah dan krem, Buland Darwaza juga memuat prasasti berisi pesan toleransi religius dari Nabi Isa serta kaligrafi Al-Qur’an karya Khwaja Hussain Chishti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Ketika mendengar kata India, banyak dari kita yang langsung terpikir tentang serunya film-film Bollywood. Tapi selain hiburan, India sebenarnya punya banyak peninggalan sejarah yang keren banget. Salah satunya ada di Fatehpur Sikri, kota yang dibangun pada tahun 1571 oleh Kaisar Akbar untuk jadi ibu kota Kekaisaran Mughal. Nah, di sinilah tempat berdirinya Buland Darwaza.

Kira-kira, cerita besar apa ya yang membuat gerbang raksasa ini sampai dibangun ratusan tahun lalu? Yuk, langsung kita bahas sejarah dan fakta menariknya dalam artikel ini!

1. Gerbang tertinggi di dunia

Buland Darwaza di Fatehpur Sikri, India.
Buland Darwaza di Fatehpur Sikri, India. (commons.wikimedia.org/Kuntal Guharaja)

Buland Darwaza punya arti nama yang keren, yaitu "Gerbang Agung". Bangunan ini memegang rekor sebagai pintu gerbang tertinggi di dunia, dengan tinggi total mencapai 54 meter atau setara gedung 15 lantai. Berfungsi sebagai pintu masuk selatan di kota Fatehpur Sikri, kita harus menaiki 42 anak tangga terlebih dahulu untuk bisa sampai ke gerbang raksasa ini.

Jika dilihat dari depan, monumen ini tampak sangat besar, megah, dan seimbang di kedua sisinya. Uniknya, struktur bagian belakang gerbang ini sebenarnya berbentuk segi delapan beraturan. Desain cerdas ini sengaja dibuat supaya bangunan gerbang bisa menyatu dengan rapi dan pas dengan halaman dalam Masjid Jama di dekatnya.

2. Dibangun untuk merayakan keberhasilan kekaisaran mughal

Masjid Jama di Fatehpur Sikri, India. Kompleks ini mencakup gerbang Buland Darwaza serta makam suci Salim Chishti.
Masjid Jama di Fatehpur Sikri, India. Kompleks ini mencakup gerbang Buland Darwaza serta makam suci Salim Chishti. (commons.wikimedia.org/Guilhem Vellut)

Buland Darwaza dibangun pada tahun 1601 oleh Kaisar Akbar untuk merayakan keberhasilan Kekaisaran Mughal menaklukkan wilayah Gujarat pada tahun 1573. Gujarat sendiri merupakan daerah yang sangat makmur dan strategis di bagian barat India, yang posisinya berbatasan langsung dengan Pakistan dan Laut Arab. Karena kemenangan ini dianggap sangat penting bagi ekonomi dan politik kerajaan, sang Kaisar sengaja mendirikan gerbang raksasa ini sebagai simbol kejayaannya.

Menariknya, gerbang ini sebenarnya bukan bagian dari rencana awal saat pembangunan Masjid Jama di Fatehpur Sikri. Buland Darwaza baru ditambahkan belakangan sebagai monumen khusus untuk mengabadikan momen bersejarah tersebut. Itulah mengapa tempat ini juga populer dijuluki sebagai "Pintu Kemenangan".

3. Mencerminkan gaya arsitektur campuran khas mughal

Buland Darwaza di Fatehpur Sikri, India.
Buland Darwaza di Fatehpur Sikri, India. (commons.wikimedia.org/Alice.surabhikumawat)

Buland Darwaza diakui sebagai salah satu karya arsitektur paling hebat di India karena ukurannya yang raksasa dan detail ukirannya yang sangat indah. Keunikan bangunan ini terletak pada desainnya yang menggabungkan berbagai kebudayaan, yaitu perpaduan antara gaya Persia eksterior dengan gaya lokal dari Gujarat dan Rajasthan.

Pengaruh arsitektur Persia bisa langsung kita lihat dari adanya bentuk lengkungan besar atau iwan pada bagian depan gerbang. Gaya ini kemudian dipadukan secara pas dengan elemen asli India, salah satunya adalah chhatris, yaitu kubah-kubah kecil yang menghiasi bagian atas bangunan sehingga tampilannya menjadi sangat ikonik.

4. Dibangun menggunakan batu pasir

Buland Darwaza di Fatehpur Sikri, India.
Buland Darwaza di Fatehpur Sikri, India. (commons.wikimedia.org/Dranzer2337)

Buland Darwaza dibangun menggunakan kombinasi batu pasir berwarna merah dan krem, dengan posisi bangunan yang dibuat lebih tinggi daripada halaman masjid di dekatnya. Meski bagian badan gerbangnya cenderung polos, penampilannya dipercantik oleh tiga panel horizontal dari batu krem. Keindahan gerbang ini makin terlihat pada bagian lengkungannya yang dibingkai marmer putih bermotif bunga, serta hiasan lingkaran pipih di kedua sisinya.

Jika kita melihat ke arah atas lengkungan, ada dekorasi ornamen runcing yang aslinya berukuran besar, tapi terlihat sangat kecil dan halus dari bawah tanah. Bagian lengkungan ini memiliki tiga pintu masuk utama yang rapi dibatasi panel dekoratif, lalu di atasnya ditumpuk lagi dengan tiga bukaan melengkung yang ditutup kubah setengah lingkaran. Sayangnya, karena sudah termakan usia, ada dua bagian hiasan di sisi kiri dan delapan bagian di sisi kanan yang kini telah patah.

5. Ada pesan toleransi religius yang unik

Ukiran kaligrafi dari Buland Darwaza.
Ukiran kaligrafi dari Buland Darwaza. (commons.wikimedia.org/Rabe!)

Di gerbang utama Buland Darwaza, ada sebuah prasasti unik dalam bahasa Persia yang memuat pesan dari Nabi Isa (Yesus), putra Maryam. Prasasti itu berbunyi bahwa dunia ini hanyalah sebuah jembatan yang harus dilewati, bukan tempat untuk membangun rumah atau tinggal selamanya. Pesan ini mengingatkan semua orang supaya gak terlena dengan urusan duniawi yang singkat, dan mengajak mereka untuk memanfaatkan waktu yang ada dengan berdoa.

Selain pesan bijak tersebut, bagian atas gerbang ini juga dihiasi oleh ukiran ayat-ayat suci Al-Qur'an yang ditulis indah menggunakan kaligrafi aksara Naskh. Kaligrafi yang memukau ini digambar langsung oleh Khwaja Hussain Chishti, yang merupakan salah satu murid dari ulama terkenal saat itu, Syekh Salim Chishti.

Nah, itulah cerita di balik berdirinya Buland Darwaza yang penuh sejarah. Mulai dari ukurannya yang super megah sebagai gerbang tertinggi di dunia, perpaduan arsitekturnya yang unik, hingga pesan bijak toleransi di dindingnya, semuanya sukses bikin siapa saja yang melihatnya merasa kagum. Peninggalan luar biasa dari masa Kekaisaran Mughal ini benar-benar membuktikan bahwa India punya warisan budaya yang sangat kaya dan menarik untuk terus digali.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More