Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Divisi Lintas Udara ke-101, Pasukan Legendaris dari Era PD II
potret Jenderal Dwight D. Eisenhower sedang berbicara kepada seorang perwira pasukan payung Divisi Lintas Udara ke-101 sesaat sebelum penerjunan ke Normandia, Prancis (commons.wikimedia.org/U.S. Army)
  • Divisi Lintas Udara ke-101 dikenal sebagai pasukan payung legendaris AS yang berperan penting dalam Operasi Overlord di Normandia pada 6 Juni 1944 untuk menekan kekuatan Nazi Jerman.
  • Pasukan ini menunjukkan keberanian luar biasa dalam pertempuran Carentan dan Bastogne, menghadapi pasukan elit Jerman serta bertahan meski terkepung selama ofensif terakhir Hitler di Belgia.
  • Kisah heroik mereka diabadikan lewat miniseri Band of Brothers dan menarik perhatian publik, termasuk fakta bahwa musisi Jimi Hendrix pernah menjadi anggota divisi ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pasukan Divisi Lintas Udara ke-101 (101st Airborne Division) adalah pasukan payung legendaris Angkatan Darat (AD) Amerika Serikat (AS). Meskipun cikal bakalnya telah dibentuk pada tahun 1918, namun reputasi terkenal pasukan tersebut dimulai saat era Perang Dunia (PD) II di daratan Eropa. Sejarah mencatat, pada tanggal 6 Juni 1944, panglima tertinggi Pasukan Sekutu, Jenderal Dwight D. Eisenhower meluncurkan operasi pendaratan pasukan terbesar sepanjang sejarah dengan sandi "Overlord" di Pantai Normandia, Prancis. Operasi pendaratan yang dikenal dengan "D-Day" tersebut bertujuan untuk mengakhiri dominasi dan kekejaman Nazi Jerman di daratan Eropa.

Dini hari di tanggal 6 Juni 1944, ribuan pasukan payung AS dan Inggris diterjunkan dari udara sesaat sebelum operasi pendaratan di Pantai Normandia dilakukan. Pasukan Divisi Lintas Udara ke-101 diterjunkan di sekitar wilayah pantai yang diberi kode Utah dengan tugas untuk memotong logistik pasukan Jerman serta menghancurkan sarang meriam-meriam Jerman yang diarahkan ke pantai yang dapat membahayakan operasi pendaratan. Pasukan payung ini memberikan kontribusi besar bagi keberhasilan pendaratan pasukan Sekutu di Normandia.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai pasukan payung legendaris AS ini? Simak lima fakta menariknya berikut ini, yuk!

1. Dikenal dengan nicknamenya: The Screaming Eagle

emblem terkenal pasukan Divisi Lintas Udara ke-101 AD AS (commons.wikimedia.org/Darz Mol)

Menurut laman US Army, lambang elang menjerit (the screaming eagle) pada emblem lengan di seragam prajurit Divisi Lintas Udara ke 101 adalah salah satu emblem yang paling terkenal di militer AS. Lambang tersebut memiliki sejarah panjang karena elang tersebut bukanlah sembarang elang Amerika (American bald eagle) namun merupakan maskot hewan paling terkenal yang diberi nama "Old Abe" yang pernah bertugas di AD AS, yakni di pasukan Infanteri Sukarelawan Wisconsin ke-8 selama era Perang Saudara Amerika (1861-1865)

Konon jeritan Old Abe dapat terdengar di seluruh medan perang dan menaikkan moril prajurit Resimen Infanteri Wisconsin yang sedang berperang. Ketika cikal bakal pasukan Divisi Lintas Udara ke-101 diorganisir kembali di tahun 1921, maskot bersejarah Wisconsin tersebut dipilih untuk mewakili pasukan tersebut. Lambang pasukan Divisi Lintas Udara ke-101 tersebut menggambarkan seekor elang yang sedang menjerit di atas perisai hitam yang melambangkan kemampuan mereka untuk menyerang musuh dari langit laksana elang yang menerkam mangsanya.

2. Berhadapan dengan pasukan payung elit Jerman di Carentan

potret sejumlah anggota pasukan Divisi Lintas Udara ke-101 yang memperlihatkan bendera Nazi yang berhasil direbut 2 hari setelah mendarat di Normandia (commons.wikimedia.org/US-Army history)

Salah satu ujian pertama Pasukan Divisi Lintas Udara ke-101 dalam pertempuran besar di PD II adalah pertempuran untuk merebut Kota Carentan, di wilayah Normandia, Prancis. Menurut laman The National WWII Museum, "The Battle of Carentan" yang seringkali disebut sebagai "Forgotten Fights" telah memberikan akses bagi pasukan Sekutu untuk mempermudah penghancuran pasukan Jerman di wilayah Eropa barat laut.

Saat itu Carentan adalah sebuah kota kecil berpenduduk sekitar 4.100 jiwa yang dipertahankan oleh unit pasukan payung elit terkenal Jerman, Resimen Fallschirmjäger ke-6, dan pasukan dari elemen Divisi SS Panzergrenadier ke-17 Jerman. Pasukan Divisi Lintas Udara ke-101 yang didukung oleh Divisi Lapis Baja ke-2 AS menyerbu pertahanan Jerman di kota Carentan pada tanggal 10 hingga 14 Juni 1944 dan berhasil mengalahkan pasukan Fallschirmjäger dan Divisi Panzer ke-17 dalam sebuah pertempuran sengit sekaligus mengamankan kota tersebut untuk melindungi pendaratan di Pantai Utah dan Omaha.

3. Menghadapi ofensif terakhir Hitler di Belgia

pasukan Divisi Lintas Udara ke-101 di Kota Bastogne, Belgia ketika menghadapi ofensif terakhir Hitler di PD II (commons.wikimedia.org/U.S. Army)

Di akhir tahun 1944, pasukan Divisi Lintas Udara ke-101 turut terlibat dalam menghadapi ofensif terakhir Adolf Hitler di era PD II di Belgia. Dilansir laman Military-History, The Ardennes Offensive (16 Desember 1944 – 25 Januari 1945) adalah serangan besar-besaran Jerman melalui wilayah Pegunungan Ardennes yang berhutan di Belgia untuk membelah garis pertahanan pasukan Sekutu menjadi dua dan merebut Antwerp dengan tujuan strategis untuk mengepung dan menghancurkan unit-unit grup pasukan Sekutu di utara garis pertahanan Jerman.

Pasukan Divisi Lintas Udara ke-101 ditempatkan di Kota Bastogne, Belgia dan ini merupakan salah satu kisah pertempuran paling tangguh mereka. Pasukan ini tiba di medan tempur dengan peralatan perang musim dingin dan amunisi yang terbatas serta kenyataan posisi mereka yang telah terkepung pasukan Jerman, namun dalam perjalanan waktu mereka memberikan perlawanan dan menolak untuk menyerah meski menghadapi serangan berat pihak Jerman. Kegigihan mereka memainkan peran penting sehingga Divisi Lapis Baja ke-4 AD AS di bawah komando Jenderal Patton berhasil memecah pengepungan pada tanggal 26 Desember 1944 dan membalikkan arah peperangan.

4. Kisahnya difilmkan dalam miniseri terkenal

Kisah pasukan Divisi Lintas Udara ke-101, digambarkan secara apik dalam sebuah film miniseri berjudul Band of Brothers. Cuplikan video dari kanal youtube tersebut memperlihatkan opening scene terkenal dari miniseri tersebut. Menurut laman IMDb (Internet Movie Database), Band of Brothers adalah miniseri perang 10 episode yang diproduksi oleh HBO Entertainment pada tahun 2001 silam. Executive Producer untuk film miniseri ini adalah Steven Spielberg dan Tom Hanks. Miniseri ini mendapatkan sejumlah penghargaan seperti Emmy dan Golden Globe untuk miniseri terbaik.

Film miniseri ini mengisahkan kisah nyata dari Kompi E (Easy Company) dari sebuah unit pasukan payung AD AS yang merupakan bagian dari Divisi Lintas Udara ke-101, dari proses pelatihan mereka di tahun 1942, keterlibatan mereka dalam pertempuran besar PD II di Eropa hingga hari kemenangan Sekutu di Eropa. Miniseri ini dibuat berdasarkan buku karya Stephen E. Ambrose dan dikenal dengan tingkat akurasi historisnya yang tinggi karena menggunakan wawancara dengan para veteran yang saat itu masih hidup untuk memperkenalkan setiap episodenya.

5. Terdapat artis terkenal yang menjadi alumninya

potret pasukan Divisi Lintas Udara ke-101 saat melakukan operasi militer di Afghanistan tahun 2011 silam (commons.wikimedia.org/Pfc. Cameron Boyd)

Setelah PD II pasukan Divisi Lintas Udara ke-101 masih terus menjadi pasukan andalan militer AS hingga hari ini dan seringkali terlibat dalam konflik militer yang melibatkan AS dan sekutunya. Terdapat salah satu fakta menarik dalam kisah satuan pasukan legendaris ini yakni terdapatnya salah satu artis musisi terkenal yang pernah tercatat sebagai anggotanya.

Menurut laman US Army Airborne and Special Operations Museum, musisi Jimi Hendrix pernah terdaftar dan bertugas sebagai anggota pasukan Divisi Lintas Udara ke-101 selama sekitar 1 tahun dari tahun 1961 hingga diberhentikan dengan hormat dari AD AS pada tahun 1962. Jimi Hendrix (1942-1970) adalah gitaris, penyanyi dan penulis lagu berkebangsaan AS. Ia dianggap sebagai salah satu gitaris terhebat dan paling berpengaruh sepanjang masa yang namanya masih dikenal hingga saat ini.

Semoga informasi ini dapat menambah wawasan kamu mengenai salah satu pasukan payung terkenal militer AS, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team