Peperangan modern telah menciptakan sebuah medan perang baru di spektrum elektromagnetik yang tak kelihatan (invisible battlefield). Berbeda dengan peperangan konvensional di mana dua kekuatan militer saling berhadapan di medan tempur, peperangan elektronik terjadi di medan tak kasat mata untuk melumpuhkan pertahanan musuh secara senyap melalui peretasan elektronik terhadap sistem radar dan sistem elektronik alutsista lawan. Salah satu alutsista canggih yang didesain untuk melakukan peperangan elektronik dari udara adalah jet tempur EA-18G Growler asal Amerika Serikat (AS)
Dilansir Military Watch Magazine, jet tempur EA-18G Growler inilah yang kemudian memainkan peranan vital dalam meretas sistem pertahanan udara Venezuela yang menyebabkan sistem radar dan senjata pertahanan udara Venezuela menjadi lumpuh ketika militer AS melakukan serangan udara terhadap Venezuela pada tanggal 3 Januari 2026 silam yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya.
Ingin tahu lebih lanjut mengenai jet tempur perang elektronik canggih ini? Simak 5 fakta menariknya berikut ini, yuk!
