Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Gunung Ausangate, Gunung Suci Masyarakat Andes di Peru
Gunung Ausangate, Peru (commons.wikimedia.org/Marturius)
  • Gunung Ausangate setinggi 6.384 meter, puncak tertinggi Cordillera Vilcanota di Cusco, dihormati masyarakat Quechua sebagai Apu atau roh pelindung wilayah.
  • Gletser dan danau di sekitar Ausangate memasok air untuk pertanian, padang penggembalaan alpaka-llama, serta menopang kehidupan petani dan peternak lokal.
  • Tradisi setempat mencakup persembahan k'intu, festival ziarah Qoyllur Rit'i, tenun bulu alpaka, sementara puncaknya pertama kali ditaklukkan ekspedisi AAV pada 1953.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Puncak-puncak tinggi di Pegunungan Andes menyimpan bentang alam ekstrem dan nilai spiritual bagi masyarakat lokal. Gunung Ausangate (Nevado Ausangate) menjadi puncak yang dihormati di wilayah Cusco, Peru. Berdiri pada ketinggian 6.384 meter di atas permukaan laut, gunung ini merupakan titik tertinggi di barisan Cordillera Vilcanota.

Bagi masyarakat Andes, khususnya suku Quechua di wilayah Cusco, Ausangate memegang peranan penting dalam sistem kepercayaan tradisional. Gletser di puncaknya juga menjadi sumber air yang mengaliri lembah-lembah di bawahnya. Penasaran mengapa Gunung Ausangate begitu disakralkan masyarakat Andes? Simak lima faktanya berikut ini!

1. Kepercayaan lokal terhadap roh pelindung apu

Gunung Ausangate, Peru (commons.wikimedia.org/Petr Meissner)

Kedudukan Ausangate sebagai gunung suci berakar dari kepercayaan masyarakat Quechua. Dilansir laman Apus Peru, Ausangate dihormati sebagai Apu, yaitu roh pelindung utama yang menaungi seluruh wilayah Cusco. Konsep ayni atau timbal balik menjadi landasan warga lokal dalam menjaga hubungan harmonis dengan lingkungan gunung tersebut.

Masyarakat yang bermukim di sekitar lereng gunung menyampaikan persembahan berupa k'intu atau susunan tiga helai daun koka kepada Ausangate. Ritual persembahan ini dipimpin oleh tetua adat (misayoq) demi memohon perlindungan bagi warga dan hewan ternak. Aktivitas keagamaan ini terus dipraktikkan secara konsisten hingga saat ini.

2. Sumber air untuk sistem pertanian dataran tinggi

Gunung Ausangate, Peru (commons.wikimedia.org/sergejf)

Keberadaan struktur geologis gunung ini menjamin ketersediaan air bagi kawasan di bawahnya. Dilansir laman Illakuntur Travel, gletser dan danau-danau seperti Sibinacocha di sekitar Ausangate menyediakan pasokan air bagi lahan pertanian warga. Dalam kepercayaan masyarakat Quechua, Ausangate dipercaya membawa berkah bagi tanah pertanian melalui hubungan spiritualnya dengan Pachamama, dewi bumi.

Cairan lelehan es gletser mengaliri area persawahan kentang serta jagung di wilayah lembah. Pasokan air tersebut juga membasahi padang rumput alami yang menjadi lokasi penggembalaan kawanan alpaka dan llama. Pola irigasi alami dari gunung ini menopang keberlanjutan hidup komunitas petani dan peternak lokal.

3. Tradisi kriya kain dari bulu hewan ternak

Gunung Ausangate, Peru (commons.wikimedia.org/sergejf)

Aktivitas perekonomian masyarakat lereng gunung sangat bergantung pada hasil peternakan lokal. Merujuk kembali pada laman Apus Peru, warga pemukiman Upis di kaki Ausangate mempertahankan gaya hidup pastoral dengan menggembalakan alpaka dan llama. Mereka mengolah bulu alpaka secara manual menjadi benang halus yang diwarnai menggunakan bahan-bahan alami dari tumbuhan serta mineral.

Proses pemintalan dan penyusunan benang dilakukan memakai alat tenun tradisional (backstrap loom) untuk menghasilkan kain serta pakaian adat. Motif tenunan yang dibuat memuat simbol-simbol kehidupan sehari-hari dan nilai kepercayaan komunitas setempat. Hasil kerajinan tekstil ini kemudian ditukarkan dengan bahan pangan dari desa-desa di dataran yang lebih rendah.

4. Pelaksanaan ziarah tahunan dalam festival keagamaan

Para penari tradisional yang dinamakan Ukukus di festival Qoyllur Rit'i (commons.wikimedia.org/Elwinlhq)

Perpaduan tradisi lokal dan ajaran agama terlihat dalam ritual tahunan warga di kawasan lereng gunung. Dilansir laman Happy Gringo Tours, festival Qoyllur Rit'i diselenggarakan secara tahunan dekat Gunung Ausangate dengan menyatukan kepercayaan adat dan iman Kristiani. Acara ini dihadiri oleh puluhan ribu peziarah yang melakukan perjalanan jarak jauh menuju tempat suci di Lembah Sinakara.

Para penari tradisional yang dinamakan Ukukus mendaki puncak gletser untuk mengambil bongkahan es dan membawanya pulang ke desa asal. Warga percaya lelehan es suci tersebut dapat mengairi tanah pertanian serta memberikan kesembuhan. Tradisi ziarah ini diisi oleh iringan musik serta tarian tradisional di tengah lingkungan pegunungan.

5. Sejarah penaklukan puncak oleh pendaki dunia

Gunung Ausangate, Peru (commons.wikimedia.org/Stefanos Nikologianis)

Tantangan medan es dan tebing terjal menarik perhatian para pendaki internasional sejak pertengahan abad ke-20. Dilansir laman Huillca Expedition, upaya pendakian pertama diawali oleh pendaki Italia Piero Ghiglione pada tahun 1950 dan 1952. Puncak Ausangate pertama kali berhasil didaki pada tahun 1953 oleh tim ekspedisi Akademischer Alpenverein Munchen (AAV).

Tim tersebut beranggotakan pendaki Jerman Fritz Marz, Heinz Steinmetz, Jurgen Wellenkamp, serta pendaki ternama asal Austria Heinrich Harrer. Mereka mencapai puncak 6.384 meter melalui rute celah barat setelah melintasi area gletser yang dipenuhi retakan es berbahaya. Pencapaian sejarah ini dilanjutkan oleh ekspedisi-ekspedisi berikutnya yang membuka rute pemanjatan baru di dinding utara gunung.

Itulah lima fakta menarik tentang Gunung Ausangate, gunung suci yang dihormati masyarakat Andes di Peru. Sebagai puncak tertinggi di Pegunungan Vilcanota, Ausangate masih menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Quechua. Hingga kini, berbagai tradisi dan ritual yang berkaitan dengan gunung ini masih terus dilestarikan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article