Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Fakta Palazzo Vecchio, Balai Kota Sekaligus Museum di Florence

6 Fakta Palazzo Vecchio, Balai Kota Sekaligus Museum di Florence
Palazzo Vecchio di Florence, Italia, terletak di Piazza della Signoria. (unsplash.com/Matt Twyman)
Intinya Sih
  • Palazzo Vecchio di Florence awalnya bernama Palazzo dei Priori dan mengalami beberapa perubahan nama seiring pergantian fungsi serta kekuasaan politik, hingga akhirnya dikenal sebagai simbol pemerintahan bersejarah kota.
  • Bangunan ini memadukan gaya arsitektur abad pertengahan dan Renaisans, menampilkan menara Torre d’Arnolfo setinggi 94 meter serta aula megah Salone dei Cinquecento yang sarat karya seni monumental.
  • Saat ini, Palazzo Vecchio berfungsi sebagai balai kota sekaligus museum yang menampilkan ruang-ruang bersejarah keluarga Medici, koleksi seni ikonik, dan panorama indah Florence dari puncak menaranya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sebagai ibu kota wilayah Toskana, Italia, Florence pernah menjadi pusat perdagangan dan keuangan terbesar yang menjadikannya salah satu kota terkaya di Eropa pada abad pertengahan. Kota ini dikenal luas sebagai tempat kelahiran Renaisans yang memengaruhi bidang seni, budaya, hingga politik dunia, di mana Palazzo Vecchio berdiri sebagai salah satu simbol pengaruh kekuasaan tersebut. Bagaimana sejarah panjang di balik pembangunan gedung ini dan apa saja peran pentingnya bagi masyarakat Florence dari masa ke masa?

Simak dalam artikel berikut ini, yuk!

1. Namanya berubah-ubah

Piazza della Signoria, menampilkan pintu masuk ke Palazzo Vecchio. Patung marmer putih di sebelah kiri adalah replika dari patung David karya Michelangelo, sementara patung di sebelah kanan adalah Hercules dan Cacus karya Baccio Bandinelli.
Piazza della Signoria, menampilkan pintu masuk ke Palazzo Vecchio. Patung marmer putih di sebelah kiri adalah replika dari patung David karya Michelangelo, sementara patung di sebelah kanan adalah Hercules dan Cacus karya Baccio Bandinelli. (unsplash.com/Nazar Haponov)

Palazzo Vecchio (Istana Tua) telah berganti nama beberapa kali sesuai dengan perubahan fungsi dan kondisi politik di Florence. Awalnya, gedung ini bernama Palazzo dei Priori saat selesai dibangun pada tahun 1540, merujuk pada para pemimpin yang memerintah kota. Kemudian, namanya berubah menjadi Palazzo della Signoria karena menjadi kantor pusat badan pemerintahan Republik Florence pada abad ke-14.

Saat keluarga Medici berkuasa dan menjadikan gedung ini sebagai tempat tinggal mereka, namanya berubah menjadi Palazzo Ducale. Nama Palazzo Vecchio yang digunakan sekarang akhirnya dipilih untuk menandakan peran panjang bangunan tersebut sebagai gedung pemerintahan bersejarah di kota Florence.

2. Memadukan gaya arsitektur abad pertengahan dan renaisans

Halaman Pertama, juga dikenal sebagai halaman Michelozzo, dari Palazzo Vecchio di Florence, Italia.
Halaman Pertama, juga dikenal sebagai halaman Michelozzo, dari Palazzo Vecchio di Florence, Italia. (commons.wikimedia.org/Zairon)

Palazzo Vecchio menampilkan perpaduan unik antara gaya abad pertengahan yang menyerupai benteng dengan kemegahan arsitektur Renaisans. Dibangun sejak tahun 1298 oleh Arnolfo di Cambio, bagian luar gedung ini menggunakan batu lokal pietra forte yang memberikan kesan kokoh dan militeristik. Penampilan ini diperkuat dengan jendela tinggi, balkon berbenteng, serta sebuah podium batu di bagian depan yang dahulu digunakan pemerintah untuk mengumumkan keputusan kepada warga.

Di balik tampilan luarnya yang tangguh, bagian dalam gedung ini merupakan istana Renaisans yang mewah. Pada pertengahan abad ke-15, keluarga Medici merenovasi interiornya melalui arsitek Michelozzo dengan menambahkan halaman berarkade yang indah. Transformasi berlanjut pada abad ke-16 saat Giorgio Vasari dan Buontalenti mendekorasi ulang ruangan-ruangan di dalamnya untuk dijadikan kediaman resmi keluarga Medici sebagai penguasa kota.

3. Bentuk menaranya mengikuti fondasi menara kuno milik keluarga foraboschi

Menara Arnolfo, juga dikenal sebagai Torre di Arnolfo, yang terletak di Palazzo Vecchio di Florence, Italia.
Menara Arnolfo, juga dikenal sebagai Torre di Arnolfo, yang terletak di Palazzo Vecchio di Florence, Italia. (commons.wikimedia.org/Sailko)

Palazzo Vecchio memiliki menara setinggi 94 meter yang dikenal dengan nama Torre d'Arnolfo. Menara ini memiliki keunikan arsitektur karena letaknya tidak berada di tengah bangunan, melainkan mengikuti fondasi menara kuno milik keluarga Foraboschi yang sudah ada sebelumnya. Di dalam menara ini terdapat dua sel kecil yang pernah digunakan untuk memenjarakan tokoh-tokoh sejarah penting, seperti Cosimo de' Medici dan Girolamo Savonarola.

Selain strukturnya yang kokoh, menara ini dilengkapi dengan jam besar satu jarum yang menjadi bagian mencolok dari fasadnya. Jam asli yang dibuat pada tahun 1353 kemudian diganti pada tahun 1667 dengan replika karya Georg Lederle dari Jerman yang dipasang oleh Vincenzo Viviani.

4. Salone dei cinquecento merupakan ruangan terbesar dan termegah

Salone dei Cinquecento (Aula Lima Ratus) yang terletak di dalam Palazzo Vecchio di Florence, Italia.
Salone dei Cinquecento (Aula Lima Ratus) yang terletak di dalam Palazzo Vecchio di Florence, Italia. (commons.wikimedia.org/Eusebius)

Salone dei Cinquecento, alias Aula Lima Ratus, merupakan ruangan terbesar dan termegah di Palazzo Vecchio dengan panjang sekitar 52 meter. Ruangan ini dibangun pada tahun 1494 oleh Simone del Pollaiolo atas perintah Savonarola sebagai tempat pertemuan Dewan Agung yang beranggotakan 500 orang. Aula ini kemudian diperbesar dan didekorasi ulang oleh Giorgio Vasari dengan gaya manerisme, yang mencakup lukisan dinding raksasa mengenai kemenangan militer Florence serta 39 panel langit-langit yang menggambarkan kehidupan Cosimo I de' Medici.

Di balik kemegahannya, aula ini menyimpan sejarah seni yang hilang, seperti karya Leonardo da Vinci dan Michelangelo yang tidak terselesaikan. Terdapat legenda bahwa Vasari membangun dinding palsu untuk melindungi lukisan Da Vinci sebelum menimpanya dengan karya baru. Selain lukisan, aula ini juga dihiasi berbagai patung penting, termasuk karya Michelangelo yang berjudul Sang Jenius Kemenangan dan rangkaian patung yang menggambarkan kerja keras Hercules. Hingga kini, ruangan ini tetap menjadi mahakarya utama istana yang menunjukkan puncak kejayaan seni dan politik Florence.

5. Dihiasi dengan berbagai karya patung ikonik dan perisai

Di bawah barisan lengkungan pada bagian atas gedung Palazzo Vecchio, terdapat sembilan lambang yang dilukis secara berulang. Masing-masing memiliki makna khusus.
Di bawah barisan lengkungan pada bagian atas gedung Palazzo Vecchio, terdapat sembilan lambang yang dilukis secara berulang. Masing-masing memiliki makna khusus. (commons.wikimedia.org/Jebulon)

Fasad Palazzo Vecchio dihiasi dengan berbagai karya patung ikonik yang melambangkan kekuasaan dan seni kota Florence. Di teras yang menghadap Piazza della Signoria, terdapat patung perunggu Judith dan Holofernes karya Donatello sebagai simbol kemenangan atas tirani, serta replika patung David karya Michelangelo yang menjaga pintu masuk utama. Selain itu, terdapat patung Hercules dan Cacus karya Baccio Bandinelli yang menggambarkan perjuangan mitologis, mempertegas kesan megah pada bagian luar bangunan.

Selain karya seni patung, bagian depan istana ini menampilkan sembilan seri lambang atau perisai yang menceritakan sejarah pemerintahan Florence. Lambang yang paling menonjol adalah bunga lili merah atau Giglio dengan latar belakang putih, yang merupakan simbol ikonik kemurnian dan kekuatan kota. Kombinasi antara patung Renaisans dan deretan lambang bersejarah ini menjadikan fasad Palazzo Vecchio sebagai galeri terbuka yang mencerminkan identitas politik dan budaya Florence.

6. Terdiri dari rangkaian apartemen mewah dan ruangan bersejarah

Sala dei Gigli (Aula Bunga Lili) di dalam Palazzo Vecchio di Florence, Italia.
Sala dei Gigli (Aula Bunga Lili) di dalam Palazzo Vecchio di Florence, Italia. (commons.wikimedia.org/Zairon)

Lantai dua Palazzo Vecchio terdiri dari rangkaian apartemen mewah dan ruangan bersejarah yang menjadi pusat kehidupan pribadi serta pemerintahan keluarga Medici. Area ini terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu Apartemen Elemen yang didedikasikan untuk berbagai dewa mitologi seperti Jupiter, Hercules, dan Ceres, serta Apartemen Eleonora di Toledo yang merupakan ruang pribadi istri Adipati Cosimo I. Di dalam apartemen Eleonora, pengunjung dapat menemukan Kapel Eleonora yang indah, ruang makan, hingga kamar bertema tokoh mitologi seperti Penelope.

Selain ruang pribadi, lantai ini juga menaungi Apartemen Priori yang mencakup aula-aula megah seperti Sala dell'Udienza (Ruang Audiensi) dan Sala dei Gigli (Ruang Bunga Lili). Di sini juga terdapat Gedung Kanselir Lama dan Stanza della Guardaroba yang menyimpan koleksi peta dunia serta benda berharga. Seluruh ruangan ini menunjukkan perpaduan antara fungsi administratif pemerintahan Florence dengan kemewahan kediaman bangsawan yang dihiasi karya seni tinggi di setiap sudutnya.

Saat ini, Palazzo Vecchio berfungsi sebagai balai kota Florence sekaligus museum seni ikonik di Piazza della Signoria. Dengan menawarkan tur ke ruang-ruang megah, sisa teater Romawi kuno di bawah tanah, hingga pemandangan kota dari menaranya, bangunan ini tetap menjadi destinasi bersejarah yang penting bagi siapa pun yang ingin mengenal lebih dekat warisan budaya Italia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Related Articles

See More