Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Senjata Militer Anti-Mainstream Sepanjang Sejarah, Ada Nuklir Ayam

5 Senjata Militer Anti-Mainstream Sepanjang Sejarah, Ada Nuklir Ayam
ilustrasi ranjau darat (commons.wikimmedia.org/Sgt. Kris Wright
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti berbagai eksperimen senjata unik sepanjang sejarah, dari ranjau nuklir dengan ayam hidup hingga proyek mata-mata psikis yang dijalankan Amerika Serikat saat Perang Dingin.
  • Beberapa proyek terkenal termasuk Blue Peacock dari Inggris, Project Pigeon oleh B. F. Skinner, Sun Gun rancangan Nazi, dan Antonov A-40 buatan Soviet yang mencoba menggabungkan tank dengan glider.
  • Meskipun sebagian besar gagal diwujudkan, deretan inovasi ekstrem ini menunjukkan bagaimana negara-negara besar terus bereksperimen mencari keunggulan militer di tengah keterbatasan teknologi dan ancaman global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Dunia kembali menyoroti isu keamanan global, mulai dari pengerahan kendaraan dan senjata militer negara-negara Eropa ke Greenland hingga kesiagaan penuh program nuklir Iran. Dalam membahas persenjataan modern, teknologi canggih kerap menjadi fokus utama. Namun, sejarah militer justru mencatat berbagai eksperimen senjata dan kendaraan yang terbilang unik, aneh, dan bahkan menyerupai konsep fiksi ilmiah.

Salah satunya adalah Project Pigeon, proyek Amerika Serikat pada era Perang Dunia II yang melibatkan burung merpati sebagai pemandu misil. Tak hanya itu, masih banyak eksperimen lain dengan gagasan di luar nalar dan jauh dari bayangan kebanyakan orang. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut lima senjata militer paling anti-mainstream yang pernah dikembangkan.

1. Blue Peacock - Nuklir dalam bentuk ranjau

ilustrasi ranjau darat (commons.wikimmedia.org/Sgt. Kris Wright
ilustrasi ranjau darat (commons.wikimmedia.org/Sgt. Kris Wright

Pada era Perang Dingin 1950-an, Inggris merancang senjata nuklir taktis unik bernama Blue Peacock, sebuah ranjau nuklir seberat sekitar tujuh ton yang direncanakan ditanam di Jerman untuk menghadang invasi Uni Soviet. Ranjau berinti plutonium ini memiliki daya ledak sekitar 10 kiloton dan dapat diledakkan lewat kendali jarak jauh atau timer delapan hari setelah pasukan Inggris mundur, sebagaimana dilaporkan Military.com. Keanehannya terletak pada usulan menjaga suhu ranjau di musim dingin dengan ayam hidup di dalamnya, agar panas tubuh ayam mencegah perangkat membeku—sebuah ide yang terdengar absurd, namun benar-benar tercatat dalam arsip resmi Inggris.

2. Eksperiment Psychic Spy - Proyek mata-mata supranatural

ilustrasi kekuatan pikiran (pixabay.com/Placidpplace)
ilustrasi kekuatan pikiran (pixabay.com/Placidpplace)

Artikel di History.com menjelaskan bahwa pada masa Perang Dingin, CIA dan militer Amerika Serikat pernah menjalankan program rahasia bernama Project Stargate. Program ini mencoba memanfaatkan orang-orang yang mengaku memiliki kemampuan psikis, seperti membaca pikiran atau melihat lokasi dari jarak jauh (remote viewing), untuk memata-matai Uni Soviet. Ide ini muncul karena Amerika khawatir Soviet juga meneliti hal serupa. Namun, meskipun sempat melibatkan tokoh terkenal dan digunakan dalam beberapa misi, hasilnya dianggap tidak jelas dan sulit dibuktikan, sehingga program tersebut akhirnya dihentikan pada tahun 1995.

3. Project Pigeon - Burung pengendali misil

ilustrasi burung merpati (Pixabay.com/kieutruongphoto)
ilustrasi burung merpati (Pixabay.com/kieutruongphoto)

Project Pigeon adalah eksperimen militer unik dari era Perang Dunia II yang dikembangkan oleh psikolog B. F. Skinner dari Amerika Serikat, dengan ide memanfaatkan merpati terlatih sebagai sistem pemandu misil. Dikutip dari laman Military History, proyek ini muncul karena teknologi elektronik saat itu belum cukup kecil dan stabil untuk memandu senjata dengan akurat, sehingga solusi biologis dianggap sebagai alternatif yang masuk akal—meski terdengar nyeleneh.

Dalam pelaksanaannya, merpati ditempatkan di kepala misil dan dilatih mengenali target pada layar, lalu mengetuknya untuk mengoreksi arah terbang. Uji coba awal menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan, tetapi karena dinilai terlalu tidak lazim dan kalah prioritas dibanding teknologi seperti radar, proyek ini akhirnya dihentikan pada 8 Oktober 1944.

4. Sun Gun - Senjata dengan kekuatan matahari

ilustrasi radiasi sinar matahari (Pixabay.com/WikiImages)
ilustrasi radiasi sinar matahari (Pixabay.com/WikiImages)

Pada Perang Dunia II, Nazi sempat merancang Sonnengewehr atau Sun Gun, senjata luar angkasa berbasis cermin raksasa yang diklaim mampu memusatkan sinar matahari untuk membakar kota dari orbit Bumi. Konsep ekstrem ini mencerminkan ambisi teknologi yang melampaui zamannya, seperti dikutip dari laman We Are The Mighty.

Meski terdengar mengerikan, Sun Gun tak pernah terwujud karena keterbatasan teknologi. Jerman sendiri menilai proyek ini mustahil diselesaikan dalam puluhan tahun, dan setelah perang, rencananya hanya tersisa sebagai arsip yang kemudian dikenal luas melalui media dan budaya populer.

5. Antonov A-40 - Tank terbang

ilustrasi draf rancangan Antonov A-40 (commons.wikimedia.org/Kaboldy)
ilustrasi draf rancangan Antonov A-40 (commons.wikimedia.org/Kaboldy)

Pada Perang Dunia II, insinyur Soviet sempat mencoba ide ekstrim dengan menggabungkan tank dan glider agar kendaraan tempur bisa diterjunkan lewat udara. Seperti dikutip dari laman Military, lahirlah Antonov A-40, yakni tank ringan T-60 yang dipasangi sayap kayu dan kain supaya bisa ditarik pesawat, mendarat, lalu langsung bergerak di medan perang.

Uji coba menunjukkan konsep ini bisa bekerja, tetapi proyeknya gagal karena keterbatasan pesawat penarik serta tank yang harus dibuat terlalu ringan dan minim senjata. Artikel tersebut juga mencatat bahwa Inggris dan Amerika Serikat pernah bereksperimen dengan glider pengangkut tank, meski hasilnya sama-sama tidak berlanjut.

Berbagai eksperimen senjata di atas membuktikan bahwa inovasi militer kerap lahir dari ide-ide ekstrem dan tak terduga. Meski banyak yang gagal diwujudkan, proyek-proyek ini mencerminkan upaya negara-negara besar mencari keunggulan di tengah keterbatasan teknologi dan tekanan ancaman global.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More